Gereja Santo Yusup Pekerja, Mertoyudan

Gereja Santo Yusup Pekerja
Gereja Santo Yusup Pekerja, Paroki Mertoyudan
Gereja Santo Yusup Pekerja pada Desember 2025
PetaKoordinat: 7°31′13.16042″S 110°13′29.14320″E / 7.5203223389°S 110.2247620000°E / -7.5203223389; 110.2247620000
Informasi umum
LokasiMertoyudan, Magelang, Jawa Tengah
NegaraIndonesia
DenominasiGereja Katolik Roma
Sejarah
DedikasiSanto Yusup Pekerja
Tanggal konsekrasi29 September 1956
Arsitektur
StatusGereja paroki
Status fungsionalAktif
Tipe arsitekturGereja
Administrasi
ParokiMertoyudan
Keuskupan AgungSemarang
ProvinsiSemarang
Klerus
Uskup AgungRobertus Rubiyatmoko
Imam kepalaR.D. Antonius Abbas Kurnia Andrianto
Imam rekanR.D. Agustinus Giyono Dwi Darmopranoto
Parokial
Stasi1

Gereja Santo Yusup Pekerja yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Yusup Pekerja, Mertoyudan adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Gereja ini didedikasikan kepada Santo Yusup Pekerja. Gereja ini berada di bawah naungan yurisdiksi Keuskupan Agung Semarang.[1] Gereja ini memiliki stasi bernama Gereja Santo Petrus Tegalsari, yang terletak di Tegalsari, Candimulyo.

Sejarah

Sejarah Gereja St. Yusup Pekerja Mertoyudan berawal dari karya misi R.P. Franciscus Georgius Josephus Van Lith, S.J., yang dikenal sebagai Romo Van Lith. Buah karya misi Romo Van Lith, S.J. menyebar kemana-mana, hingga ke daerah Mertoyudan, hingga didirikan Seminari Petrus Kanisius Mertoyudan. Lalu, R.P. Th. Van der Putten, S.J. memberi wacana untuk membangun sebuah Gereja Katolik di Mertoyudan. Wacana itu pun disetujui. Lalu pada Januari 1956, dimulailah pembangunan Gereja Katolik di Mertoyudan. Pembangunan pun akhirnya selesai pada Agustus 1956. Dan pada 29 September 1956, Mgr. Albertus Soegijapranata memberkati Gereja yang didedikasikan bagi St. Yusuf Pekerja itu. Dengan demikian, Gereja Paroki Santo Yusup Pekerja Mertoyudan akhirnya resmi berdiri.[2]

Peribadatan

Gereja Santo Yusup Pekerja menyelenggarakan misa harian dan juga misa mingguan. Misa mingguan diselenggarakan pada Sabtu sore (17.00 WIB dalam Bahasa Indonesia) dan pada hari Minggu (06.00 dalam Bahasa Jawa dan 08.00 WIB dalam Bahasa Indonesia). Misa harian diselenggarakan pada pagi hari (05.30) dari hari Senin hingga Jumat. Perayaan Ekaristi harian dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia pada hari Senin, Rabu, & Jumat, dan pada hari Selasa & Kamis dalam Bahasa Jawa. Misa Jumat Pertama dan Sabtu Imam diselenggarakan pada pagi hari dalam Bahasa Indonesia.


Galeri

Referensi

Lihat pula

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement