Gereja Kristen Jawa Pakem Kertodadi

Infotaula de geografia políticaGereja Kristen Jawa Pakem Kertodadi
gereja Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 7°39′13.23439″S 110°25′23.52446″E / 7.6536762194°S 110.4232012389°E / -7.6536762194; 110.4232012389 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaYogyakarta
KabupatenSleman
KapanewonPakem
DesaPakembinangun Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata


Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pakem Kertodadi (bahasa Jawa: ꦒꦿꦺꦗꦏꦿꦶꦱ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦗꦮꦥꦏꦼꦩ꧀ꦏꦼꦂꦠꦢꦢꦶ, translit. Gréja Kristen Jawa Pakem Kertadadi) adalah salah satu gereja di bawah naungan sinode Gereja Kristen Jawa, yang terletak di Jalan Kaliurang km. 18,5, Padukuhan Kertodadi, Kalurahan Pakembinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberadaannya menjadi salah satu bukti fisik penyebaran agama Kristen di kawasan Pakembinangun. Pendirian gereja ini berkaitan dengan keberadaan Rumah Sakit Paru-Paru Pakem (Sanatorium), yang didirikan di wilayah Hargobinangun. Hingga tahun 2025, kondisi bangunannya terawat dengan baik dan difungsikan sebagai tempat ibadah rutin umat Kristen di sekitar kawasan itu.

Awal pelayanan

GKJ Pakem Kertodadi merupakan salah satu gereja yang berada di bawah naungan sinode Gereja Kristen Jawa, yang berada di Kapanewon Pakem. Awal mula pertumbuhan jemaat ini berkaitan dengan keberadaan Rumah Sakit Paru-Paru Pakem, cabang dari Rumah Sakit Petronela (Tulung), yang didirikan di wilayah Hargobinangun.[1] Kehadiran para dokter, perawat, dan sebagian pasien Kristen di rumah sakit itu menjadi cikal bakal komunitas Kristen di wilayah tersebut.[2][3]

Sebelum tahun 1945, kegiatan keagamaan umat Kristen diadakan secara sederhana dalam bentuk renungan atau kebaktian pagi yang berlangsung di klinik maupun apotek rumah sakit yang dikenal dengan nama "Loteng". Para perawat di rumah sakit tersebut juga melakukan pelayanan kesehatan ke dusun-dusun di sekitarnya, yaitu Tanen, Sidorejo, Purworejo, dan Banteng.[1] Kegiatan ini tidak hanya bersifat medis, tetapi juga menjadi sarana penyebaran nilai-nilai kekristenan. Beberapa warga setempat yang bekerja di RS Sanatorium turut diwajibkan mengikuti renungan dan doa bersama, di antaranya kemudian menjadi pengikut ajaran Kristen, yaitu Kramantani dan Martowiyoto.[3]

Pada masa awal, sebagian umat Kristen dari wilayah ini mengikuti kebaktian Minggu di GKJ Prambanan (saat itu dikenal dengan GKJ Candisewu dan sekarang menjadi bagian dari Jemaat Dewasa GKJ Tulung).[3] Selanjutnya, lembaga penginjilan Belanda melalui Gereja Kristen Nederland (GKN) menugaskan Guru Injil Zending Rekso Atmojo ke wilayah Pakembinangun untuk mendukung pemeliharaan rohani jemaat.[2] Sejak saat itu, kebaktian mingguan diadakan secara mandiri di wilayah Pakembinangun, walaupun belum mempunyai pendeta, tepatnya di Paraksari.[3]

Pembentukan jemaat

Menurut Notula Rapat Gerejawi, jemaat gereja ini mengadakan penetapan majelis yang pertama kali pada 21 April 1945. Tanggal tersebut lantas disepakati sebagai hari jadi GKJ Pakem Kertodadi. Sekitar tahun 1948/1949, dimulailah pembangunan fisik gereja di Ngangkruk (Kertodadi), dengan bantuan para warga setempat dan karyawan RS Sanatorium. Sebelum pembangunan selesai, para jemaat melaksanakan kebaktian di gedung pertemuan milik RS Sanatorium, yang kemudian dikenal sebagai Gereja Kristen Jawa Pakem Taman Lansia Ceria. Beberapa warga lokal yang menjadi anggota jemaat awal antara lain Sutokarso, Parjiyo Hadiatmojo, Hadisuwignyo, dan Sumadi.[3]

Pendeta pertama gereja ini adalah Rekso Subroto dari Salatiga yang ditahbiskan pada 1955. Saat itu, dia tinggal di rumah Martowiyoto (sekarang milik Tri Yunondro) yang difungsikan sebagai pastori sementara.[1] Seiring waktu, semakin banyak warga sekitar mengikuti proses katekisasi dan dibaptis oleh dirinya. Pelayanan jemaat dan penginjilan itu turut didukung oleh Pranotohadi, yang sebelumnya bertugas di GKJ Jepitu, Gunungkidul. Sementara itu, Rekso Atmojo dipindahtugaskan ke GKJ Pugeran Semin, Gunungkidul.[3]

Pada 1963, Rekso Subroto dipindahtugaskan ke Bandung. Selanjutnya, jemaat gereja dibimbing oleh Suroso Putro dari Semarang, yang ditahbiskan pada 5 Juni 1980 sebagai pendeta kedua.[1] Pada 21 Desember 1986, bangunan gereja lantas dipugar dan diresmikan atas sumbangan dari Radius Prawiro.[2]

Pendeta ketiga gereja ini adalah Esti Widiastuti, yang ditahbiskan pada 27 Desember 2001 dan masih melayani hingga saat ini. Gereja tersebut kini memiliki tiga tempat ibadah, yaitu di Panti Asih, Selorejo, dan Tanen, dengan jumlah anggota jemaat sekitar 500 orang.[1] Untuk mendukung pembinaan rohani, jemaat dibagi menjadi delapan kelompok Persekutuan Alkitab (PA) berdasarkan tempat tinggal.[a] Sementara itu, ibadah rutin dilaksanakan sebanyak empat kali di empat lokasi berbeda dengan jadwal yang disesuaikan.[2]

Catatan

  1. ^ Tidak ditemukan data terkait rinciannya.

Rujukan

  1. ^ a b c d e "Gereja Kristen Jawa Pakem Kertodadi". Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Diakses tanggal 15 Juni 2025.
  2. ^ a b c d "Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pakem Kertodadi". Situs Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pakem Kertodadi. Diakses tanggal 15 Juni 2025.
  3. ^ a b c d e f "Gereja Kristen Jawa Pakem Kertodadi". Situs Gereja Kristen Jawa Pakem Kertodadi. Diakses tanggal 15 Juni 2025.

Lihat pula

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement