Gambuh Bungkulan
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (November 2025) |
Gambuh Bungkulan adalah salah satu kesenian tradisi Bali yang berupa drama tari klasik. Kesenian ini dianggap sebagai cikal bakal dari berbagai bentuk seni pertunjukan di Bali, termasuk opera arja dan wayang. Gambuh Bungkulan juga merupakan bentuk seni tari yang paling kaya akan gerak-gerak tari di Bali. Kesenian Gambuh Bungkulan diperkirakan sudah berumur sekitar 300 tahun. Kesenian ini berada di Pura Sari Abangan, Desa Bungkulan sebagai fungsi dan keberadaan stana Ida Bhatara Pura Gede.[1]
Gambuh Bungkulan memiliki kekhasan tersendiri, yakni menggunakan iringan Gong Kebyar Mepacek khas Buleleng, yang semua pemainnya laki-laki. Pakem Gambuh Bungkulan ini sangat berbeda dengan kesenian Gambuh di Bali Selatan, yang struktur pementasan dan pengiringnya kebanyakan memakai iringan seruling ukuran besar.[1]
Daftar Pustaka
Referensi
- ^ a b NusaBali. "Kesenian Gambuh Bungkulan Setelah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)". www.nusabali.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-26.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


