Gadis Sampul 2005

Gadis Sampul 2005
Tanggal12 Juli 2005
TempatBalai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta
Pembawa acaraIndra Bekti
Nirina Zubir
Pengisi acaraGlenn Fredly
Yovie & Nuno
Stasiun televisiIndosiar
PemenangIndah Indriana
(Jakarta)
GADIS Sampul Favorit 2005Agneshia Meisha Putri
(Pekanbaru)
Penghargaan khususGADIS Sampul Favorit 2005

Gadis Sampul 2005 adalah kontes remaja wanita Gadis Sampul yang diselenggarakan kesembilanbelas kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS. Diikuti oleh 20 peserta dan dijuarai oleh Indah Indriana dari Jakarta.

Malam final GADIS Sampul 2005 diadakan tanggal 12 Juli 2005 di Balai Sarbini, Plaza Semanggi (sekarang Lippo Mall Nusantara). Malam final GADIS Sampul 2005 memiliki tema "Viva Vintage". Acara GADIS Sampul 2005 ini dapat berjalan lancar dengan dukungan dari sponsor utama:[1]

  • Indosiar
  • PIGEON dari PT Multi Indo Citra
  • Balai Sarbini
  • John Casablancas Modelling & Career Center

Acara malam final GADIS Sampul 2005 ditayangkan di Indosiar pada Sabtu, 16 Juli 2005 pukul 16:00 WIB.[2]

Jadwal Pemilihan

Pemilihan GADIS Sampul 2005 dimulai sejak Februari 2005 dengan dibukanya pendaftaran GADIS Sampul 2005. Berikut adalah jadwalnya:

  • Pendaftaran: 4 Februari - 15 Maret 2005 (formulir tersedia di majalah GADIS edisi 04 hingga edisi 07 tahun 2005)
  • Penjurian calon unggulan GADIS Sampul 2005 : 15 April - 15 Mei 2005
    • Penjurian Yogyakarta: 16 April 2005
    • Penjurian Surabaya: 22 April 2005
    • Penjurian Medan: 30 April 2005
    • Penjurian Bandung: 7 - 8 Mei 2005
    • Penjurian Jakarta: 14 - 15 Mei 2008
  • Pengumuman unggulan GADIS Sampul 2005 di majalah GADIS: 10 Mei - 9 Juni 2005
    • Unggulan 1: 10 Mei 2005 (majalah GADIS edisi 13 tahun 2005)
    • Unggulan 2: 20 Mei 2005 (majalah GADIS edisi 14 tahun 2005)
    • Unggulan 3: 30 Mei 2005 (majalah GADIS edisi 15 tahun 2005)
  • Pengumuman semifinalis GADIS Sampul 2005: 10 Juni 2005 (majalah GADIS edisi 16 tahun 2005)
  • Pengumuman finalis GADIS 2005: 21 Juni 2005 (majalah GADIS edisi 17 tahun 2005) dan 1 Juli 2005 (majalah GADIS edisi 18 tahun 2005)
  • Pemotretan sampul majalah GADIS edisi 19 tahun 2005: 6 Juli 2005
  • Karantina GADIS Sampul 2005: 7 - 13 Juli 2005
  • Malam Final GADIS Sampul 2005: 12 Juli 2005

Penjurian Calon Unggulan

Sebelum memilih finalis GADIS Sampul, tim panitia GADIS Sampul 2005 (Road to GADIS Sampul 2005) menilai pendaftar yang terpilih mengikuti penjurian calon unggulan dan peserta yang lolos sebagai unggulan akan diumumkan pada hari penjurian. Penjurian calon unggulan diadakan di:

  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Medan
  • Bandung
  • Jakarta

Para peserta yang lolos sebagai unggulan akan difoto ulang dengan pakaian t-shirt putih dan celana pendek atau rok mini berbahan denim. Pemotretan ini bertujuan untuk menyaring peserta unggulan yang berhak dipilih sebagai semi finalis.

Penjurian Yogyakarta

Yogyakarta menjadi kota pertama yang dikunjungi oleh tim Road to GADIS Sampul 2005. Penjurian calon unggulan GADIS Sampul 2005 diadakan di SNAP Cafe, Jalan Gejayan, yang didatangi oleh 22 peserta asal Jawa Tengah dan Yogyakarta. Mereka akan dinilai oleh:

  • Didin P. Ambardini (pemimpin redaksi majalah GADIS),
  • Ireda Trisnowati (redaktur pelaksana majalah GADIS),
  • Ferry Zulfizer (fotografer majalah GADIS dan Femina Group)

Para peserta yang datang sejak jam 12:00 WIB langsung diminta mengantre untuk melakukan daftar ulang dan dipasangi nomor peserta oleh kru dari Prambors 95.8 FM Yogyakarta yang menjadi media pendukung acara GADIS Sampul 2005. Setelah pendaftaran ulang, para peserta melakukan pengukuran tinggi dan berat badan lalu menunggu nomor peserta dipanggil untuk dites. Para peserta calon unggulan menghabiskan waktu menunggu dengan berbagai cara, seperti berfoto, mengobrol, atau bermain dengan keluarga yang mengantar mereka.

Satu per satu nama pun dipanggil untuk melakukan tes pose dengan Ferry Zulfizer dan wawancara dengan dua juri lainnya. Para peserta sangat tegang menghadapi dua tes ini. Setelah tes pose dan wawancara, tiga juri ini menilai peserta yang lolos ke tahap unggulan. Dari 22 peserta yang mengikuti penjurian ada 15 peserta yang mendapatkan kartu hijau yang berarti ia lolos masuk sebagai unggulan GADIS Sampul 2005.

Setelah selesai penjurian, 15 peserta unggulan pun dibawa ke Budi Susanto Salon, yang terletak di Jalan Abu Bakar Ali 2, untuk didandani. Kemudian, mereka melakukan pemotretan di ruang tengah Budi Susanto Salon.[3]

Penjurian Surabaya

Seminggu setelah penjurian di Yogyakarta, tim Road to GADIS Sampul 2005 mengunjungi kota kedua penjurian calon unggulan GADIS Sampul 2005, Surabaya. Sebanyak 47 orang peserta calon unggulan (dari 54 undangan calon unggulan) datang sejak pagi hari ke Supermall Pakuwon Indah untuk mengikuti penjurian calon unggulan GADIS Sampul 2005 bersama para pengantar. Penjurian dimulai pukul 10:00 WIB di Supermall Ballroom Supermall Pakuwon Indah lantai 1 yang sudah di padati oleh para peserta calon unggulan asal Jawa Timur, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Seperti di Yogyakarta, para peserta melakukan pendaftaran ulang dan pengecekan tinggi dan berat badan yang dibantu oleh tim dari DJFM 94.8 Surabaya. Lalu, mereka diminta mengikuti tes foto oleh fotografer dan wawancara dengan redaktur majalah GADIS. Para peserta ini akan di nilai oleh:

  • Desiyanti Hariana (redaktur eksekutif majalah GADIS),
  • Julisa Rofaidah (redaktur senior mode majalah GADIS),
  • Irvan Arryawan (fotografer majalah GADIS dan Femina Group)

Para peserta calon unggulan harus menunggu selama 6 jam hingga penjurian selesai untuk pemotretan unggulan dari hasil penjurian calon unggulan. Setelah 6 jam menunggu, 22 peserta terpilih sebagai unggulan dari wilayah Jawa Timur, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi didandani oleh tim dari Arie & Harry Salon yang juga sudah berada di lokasi penjurian untuk pemotretan unggulan.

Setelah pemotretan, beberapa para peserta yang terpilih sebagai unggulan diwawancarai langsung oleh Frestine dari DJFM Surabaya yang disiarkan langsung di radio anak muda Surabaya tersebut. Setelah sesi wawancara dengan jawaban yang membuat sang pewawancara tertawa, para peserta unggulan makan malam bersama di Redboxx Cafe yang berada di Supermall Pakuwon Indah sebelum kembali ke daerah asal masing-masing.[4]

Penjurian Medan

Tanggal 30 April 2005, tim redaksi GADIS bertolak ke Medan untuk menilai 26 gadis remaja yang diantar keluarga mereka. Penjurian ini diadakan di Radio Star FM yang terletak di Sei Batang Serangan nomor 36, Medan. Para peserta sudah datang sejak pukul 11:00 WIB, meskipun penjurian baru dimulai pukul 13:00. Sama seperti penjurian di dua kota sebelumnya, penjurian di Medan kali ini menilai sisi fotogenik dan sisi keremajaan para peserta oleh tiga juri dari tim redaksi GADIS, antara lain:

  • Didin P. Ambardini (pemimpin redaksi majalah GADIS),
  • Ai Syarif (pengarah gaya),
  • Irvan Arryawan (fotografer majalah GADIS)

Di sela-sela penjurian, tiga juri penjurian unggulan ini diwawancarai langsung oleh KISS FM 105 FM Medan. Dari 26 peserta yang mengikuti penjurian calon unggulan, terpilihlah 15 nama peserta yang lolos menjadi unggulan dan mereka mendapatkan hadiah voucher makan di McDonald's yang terletak di Thamrin Plaza, Medan.

Keesokan harinya, 1 Mei 2005, 15 unggulan GADIS Sampul melakukan pemotretan. Sebelum melakukan pemotretan, para peserta unggulan ini akan didandani oleh tim dari Lie Salon. Sesi pemotretan pun diadakan di Lie Salon yang diarahkan oleh Ai Syarif dan dipotret oleh Irvan Arryawan.[5]

Penjurian Bandung

Setelah menilai para peserta di Yogyakarta, Surabaya, dan Medan, kali ini gadis-gadis dari kota kembang, Bandung, yang akan menghadapi penjurian calon unggulan. Penjurian ini diadakan di OZ Radio 103.1 FM Bandung yang terletak di Jalan Setrasari pada 7 Mei 2005. 46 gadis remaja mendatangi gedung radio tersebut sejak pagi hari. Penjurian pun dilakukan sama seperti di tiga kota sebelumnya. Berikut ini adalah juri yang menilai para peserta calon unggulan asal Jawa Barat ini:

  • Ai Syarif (pengarah gaya)
  • Julisa Rofaidah (redaktur mode majalah GADIS)
  • Irvan Arryawan (fotografer majalah GADIS)

Setelah penjurian yang membuat juri bingung, terpilihlah 20 peserta dari 46 calon unggulan. Tim OZ Radio yang menjadi media pendukung acara ini, selalu memberikan tepuk tangan kepada para peserta, baik yang lolos maupun yang tidak. Para peserta calon unggulan yang terpilih pun langsung bersyukur dan berterima kasih kepada yang mendukung dan mengantar mereka, dari keluarga, teman, hingga kekasih.

Pada esok harinya, 8 Mei 2005, 20 unggulan mengikuti sesi pemotretan untuk peserta unggulan. Sebelum mengikuti pemotretan, mereka didandani oleh tim dari La Diva Salon, yang berlokasi di Jalan Karang Tineung. Pemotretan pun berjalan lancar meskipun beberapa peserta masih grogi.[6]

Penjurian Jakarta

Setelah mengadakan penjurian di empat kota lainnya, akhirnya tim Road to GADIS Sampul 2005 mengadakan penjurian terkahir di Ruang Serbaguna GADIS yang berada di Gedung Femina, Kuningan, Jakarta. Penjurian ini sangatlah lama karena jumlah peserta yang dinilai melebihi 200 peserta yang datang dari wilayah Jabodetabek dan beberapa wilayah Indonesia lainnya. Penjurian pun diadakan selama dua hari, pada 14 dan 15 Mei 2005. Berikut adalah tiga juri dari redaksi GADIS yang menilai para peserta:

  • Didin P. Ambardini (pemimpin redaksi majalah GADIS),
  • Ai Syarif (pengarah gaya),
  • Irvan Arryawan (fotografer majalah GADIS)

Sama seperti kota-kota sebelumnya, penjurian dimulai dari pendaftaran ulang dilanjutkan pengecekan tinggi dan berat badan. Mereka juga dinilai sisi fotogenik yang mereka miliki. Dari 200 lebih peserta terpilihlah 53 peserta yang melaju ke babak unggulan.

Setelah diumumkan lolos, para peserta unggulan akan melakukan sesi pemotretan dengan didandani oleh tim dari Akky Salon pada hari pertama dan tiga redaktur majalah GADIS yang terdiri dari Adhe Vita, Lucia Leaf, dan Meninapoetri Wismurti pada hari kedua. Selama menunggu pemotretan, para peserta menghabiskan waktu dengan membaca novel, mendengarkan musik, mengirimkan SMS, hingga foto bersama. Pemotretan unggulan di Jakarta ini juga diliput oleh Indosiar dan beberapa unggulan diwawancarai oleh tim dari Indosiar.[7]

Pemotretan Perdana

Sehari sebelum karantina (6 Juli 2005), kantor redaksi majalah GADIS di Gedung Femina, Kuningan dipadati oleh 20 finalis GADIS Sampul 2005 yang akan mengikuti pemotretan sampul perdana mereka sebagai 20 finalis GADIS Sampul 2005 yang datang sejak pukul 09:00. Seluruh finalis cepat akrab satu sama lain meskipun baru berkenalan pada hari itu. Saatvmenunggu sesi pemotretan, mereka mengobrol sambil tertawa, saling bertukar nomor telepon hingga berfoto bersama.[8] Berikut adalah beberapa poin menarik dalam pemotretan pertama finalis GADIS Sampul 2005:

  • Sambil menunggu giliran didandani oleh tim dari The Face Shop, para finalis mengisi waktu dengan mengisi biodata. Saat menulis, terdengar celetukan lucu dari beberapa finalis. Ada juga finalis yang tampak serius mengisi biodata, seperti sedang mengerjakan soal ujian.
  • Proses fitting sepatu juga membuat finalis khawatir. Alasan di balik kekhawatiran para finalis adalah ukuran kaki mereka yang tidak sesuai dengan ukuran sepatu yang tersedia. Akhirnya, beberapa sepatu yang kebesaran bagi finalis disumpal agar pas ketika dipakai.
  • Irvan Arryawan sebagai fotografer tidak berhenti memberikan arahan kepada para finalis agar tetap profesional saat pemotretan. Ia meminta para finalis agar matanya tidak terlihat sendu, mengangkat dagu, senyum yang ekspresif, dan wajah mereka tetap menghadap kepada kamera. Hal ini bertujuan agar menghasilkan foto yang bagus untuk sampul majalah.
  • Selagi menunggu pemotretan selesai, tim pengarah gaya majalah GADIS (Julisa Rofaidah (redaktur senior mode), Seira Meutia Isa, Margi Listy Azis, Yenny Glenny, dan Lucia Leaf) tidak berhenti bekerja saat baju yang dikenakan para finalis kurang cocok, seperti bentuk rok yang tidak pas dengan bentuk badan atau bongkar pasang aksesoris karena warna aksesoris tidak matching dengan baju.

Karantina

Karantina bagi 20 finalis GADIS Sampul 2005 dimulai pada hari Kamis, 7 Juli 2005, dan berakhir pada Rabu, 13 Juli 2005. Banyak kisah menarik dan hal-hal yang baru pertama kali dirasakan oleh 20 finalis. Mereka juga telah masuk menjadi keluarga besar GADIS Sampul sejak hari pertama karantina.

Pembukaan Karantina

Kamis pagi hari, 20 gadis remaja dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul bersama untuk mengikuti acara karantina GADIS Sampul 2005 selama satu minggu. Finalis asal Jakarta, Neno Ayu Luthfia (Neno), menjadi finalis pertama yang datang ke kantor redaksi GADIS di Gedung Femina, Kuningan, dengan mata uang masih mengantuk saat membawa tas koper besar. Satu persatu finalis pun datang hingga Tsania Marwa (Marwa) sebagai finalis yang datang paling terakhir. Para finalis tidak hanya membawa diri mereka dan baju seadanya, mereka membawa banyak barang seperti Putu Febrika Mitamadela (Ferbi) yang membawa gitar dan Meriza Febriani (Icha) yang membawa 1 koper besar beserta satu tas khusus biola.

Saat semua finalis dan keluarga yang mengantar sampai di kantor redaksi majalah GADIS, mereka disambut oleh Pia Alisjahbana, pendiri majalah GADIS, dan Didin P. Amabrdini, pemimpin redaksi majalah GADIS, yang membuka acara sekaligus mengucapkan selamat kepada 20 gadis remaja yang berhasil terpilih sebagai finalis GADIS Sampul 2005. Sambutan yang ramah mengawali acara pembukaan karantina GADIS Sampul 2005. Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan 20 finalis dan pembagian hadiah dari sponsor.

Setelah 20 finalis memperkenalkan diri dan acara pembagian hadiah untuk para finalis yang membuat mereka teriak histeris, suasana berubah menjadi "hujan air mata" ketika 20 finalis harus berpisah dengan orang tua mereka. Para finalis dan orang tua mereka saling berpelukan. Selain itu, para orang tua para finalis mencium pipi dan kening putri mereka dannmemberikan nasihat karena mereka harus berpisah dengan putri mereka selama tujuh hari. Bahkan Sheila Nuraisyah Tohir (Sheila) menyempatkan menelpon keluarga dan sahabat yang tidak bisa ikut mengantar sebelum ia berpisah dengan handphone selama satu minggu.[9]

Pelatihan Calon Model Profesional

Latihan jalan, dandan, pemotretan, hingga berbicara di depan wartawan hal-hal itu yang harus dilakukan oleh finalis GADIS Sampul. Menjadi finalis GADIS Sampul berarti membuka lebar kesempatan menjadi model terkenal. Namun, kesuksesan tersebut hanya bisa diraih melalui usaha yang keras. Itulah alasan 20 finalis GADIS Sampul 2005 mengikuti berbagai pelatihan yang dirancang agar mereka siap menjadi model profesional.[10]

Pelatihan Dasar Modeling dan Public Speaking di John Casablancas Modelling and Career Center

Selain belajar bagaimana berpose di depan kamera atau bergaya di atas catwalk, para model juga harus tahu cara membawa diri dan berkomunikasi dengan baik di depan khalayak (public speaking). Semua ini dipelajari oleh 20 finalis GADIS Sampul 2005 di John Casablancas Modelling and Career Center (JCC). Berikut ini adalah hal-hal yang dipelajari oleh para finalis di JCC:

  • Menurut Brigitta Maria (pengajar senior di JCC), ada empat hal yang harus dimiliki oleh model profesional, yaitu portofolio, kartu komposit, tas khusus model (berbentuk tas jinjing atau tote bag), dan kemampuan untuk selalu berpenampilan menarik. Pada kesempatan ini Brigitta Maria menampilkan portofolio (kumpulan foto-foto dengan pose terbaik) milik Tracy Trinita.
  • Selain portofolio, para finalis diperlihatkan kartu komposit. Kartu komposit adalah 'kartu nama khusus' yang berisi foto-foto terbaik dan data-data fisik seorang model. Kartu komposit ini akan dilihat oleh agen periklanan, rumah produksi (film, serial televisi, atau produk kreatif lainnya), atau pihak yang akan mengontrak mereka kedepannya.
  • Sesi dilanjutkan dengan praktek berjalan di catwalk dan berpose di depan kamera oleh Luna, peragawati dan model yang menjadi pengajar di JCC. Para finalis tampak serius mengikuti arahan Luna. Mereka juga diajari "Right Model Stand Pose", yaitu pose dengan posisi kepala tegak di arah jarum jam 12, posisi badan tegak tetapi miring ke arah jam 10, dan kaki kanan berada lebih depan dibandingkan kaki kiri. Praktek ini cukup sulit untuk para finalis.
  • Di dunia modelling, penampilan fisik bukanlah satu-satunya hal yang penting tetapi motivasi, mental, dan kegigihan ditambah disiplin, kesopanan, dan mampu bekerja sama dalam tim. Saat pelatihan, diadakan tes mental dengan para finalis ditantang mencoba berbagai gaya sesuai dengan arahan teman mereka. Seperti Fetty Marfiana Picsesti Aris (Fetty) dan Agneshia Meisha Putri (Neshia) (dua finalis kalem asal Pekanbaru) yang dikerjai oleh finalis lain untuk berpose seksi.
  • Saat praktek, pose para finalis diperbaiki oleh Luna. Seperti saat ia memperbaiki posisi tubuh Aulia Sarah (Aulia) yang salah. Ia juga memberikan tips seperti saat ingin memperlihatkan ekspresi gembira di depan kamera, bayangkan ada makanan favorit atau pria tampan di depan mata.
  • Sebagai calon model yang akan bertemu banyak orang, para finalis juga harus bisa berkomunikasi dengan orang dari segala usia dan latar belakang. Lika dari JCC membagikan ilmu dan pengetahuan dalam sesi public speaking. Ia mengungkapkan bahwa jika seseorang memperlihatkan sikap ramah, kreatif, bersahabat, berpikiran positif, dan menarik, pasti kesan pertama mereka pasti akan baik.
  • Selain sesi presentasi, diadakan permainan pesan berantai yang membuat 20 finalis heboh karena permainan dilakukan tanpa menggunakan suara atau non verbal untuk menggambarkan pesan kepada orang lain. Seperti kata awal yang dikomunikasikan oleh Andi Mutiara Pertiwi Basro (Tara) adalah 'benang' tetapi kata tersebut berubah arti ketika sampai kepada Bunga Jelitha Ibrani (Bunga) sebagai orang terakhir di grup yang menjawab sebagai 'orang bunuh diri'. Selain itu, eskpresi Martina Aisha Putri (Aisha) yang kebingungan saat menyampaikan pesan yang diminta kepada Stephanie Sara Adriana Patty (Fany).

Make-up Class oleh The Face Shop

Tidak selamanya seorang model bisa bergantung dengan make-up artist saat harus merias wajahnya. Dengan alasan itulah, para finalis menghadiri sesi make-up class yang diselenggarakan oleh The Face Shop yang diadakan di Ruang Serbaguna Femina Group. Pada kelas ini, mereka diajari cara merias wajah secara natural mulai dari dasar hingga dandanan lengkap. Berikut adalah kehebohan para finalis saat mencoba berdandan sendiri:

  • Sebelum mulai berdandan, para finalis belajar mengenai peralatan make-up dasar, dari kegunaan pelembab wajah, make-up base, foundation, hingga perangkat make-up dekoratif lainnya.
  • Tim The Face Shop memberi beberapa tips penting untuk diingat. Seperti tips memakai blush-on atau memakai eyeshadow. Ternyata eyeshadow jangan langsung dipakai di area sekitar mata tetapi harus dicoba di tangan dahulu. Tim The Face Shop pun tidak segan membantu finalis yang kesulitan saat mengaplikasi produk kecantikan di wajah mereka. Seperti Arvia Nabila (Via) yang kesulitan saat mengoleskan eyeshadow di area sekitar matanya.
  • Para finalis tampak cantik setelah berlatih memakai produk kosmetik. Mereka pun mengaku bahwa merias wajah itu sulit. Seperti Via yang terbiasa memakai bedak atau Yunisha Widharna (Sasha) yang heboh karena ia baru pertama memakai make-up secara lengkap.

Dandan dan Pemotretan

Selama masa karantina, para finalis juga melakukan beberapa kali sesi pemotretan. Hal ini sangat penting agar para finalis dapat beradaptasi dengan kehebohan yang terjadi saat pemotretan berlangsung. Selain itu, hal ini melatih keluwesan bergaya di depan kamera. Berikut ini adalah hal-hal yang terjadi saat pemotretan:

  • Para hairstylist dari Irwan Team Hair Design saling berteriak saat menata rambut para finalis sebelum pemotretan yang adalah diskusi antar sesama hairstylist untuk mempercantik penampilan para finalis dengan senjata berbentuk hairspray, hairshine, alat catok rambut, dan lain-lain. Sementara itu, tim dari The Face Shop tidak ketinggalan heboh. Mereka menghujani wajah finalis dengan bedak, blush-on, eyeshadow, dan riasan warna warni sesuai dengan tema pemotretan.
  • Setelah selesai didandani, Yenny Glenny (pengarah gaya) memberikan aba-aba agar para finalis langsung memakai busana yang akan mereka pakai untuk pemotretan. Padatnya jadwal karantina GADIS Sampul 2005 membuat para finalis mengantuk. Bahkan saat didandani untuk pemotretan mode di Sari Pacific Jakarta, Fany sempat tertidur pulas.
  • Sesi pertama pemotretan dilakukan di The Bar, Four Seasons Hotel Jakarta. Pemotretan di The Bar menggunakan tema era 1920 dengan busana rancangan duo desainer wanita pemilik butik Ame No Machi dan era 1970 dengan baju rancangan desainer Novi;Tongga. Lucia Leaf (pengarah gaya) memberikan arahan agar gaya terlihat natural atau tidak terlalu pose dan matanya jangan dibuat sayu meskipun pemotretan diadakan di luar ruangan.
  • Sesi pemotretan kedua diadakan di sekitar kolam renang dan lapangan tenis Four Seasons Hotel Jakarta. Tema yang diangkat adalah era 1960 dengan busana karya Ivan Gunawan dan era 1980 dengan baju rancangan Ari Yandhi. Ivan Gunawan, sebagai desainer, tidak ketinggalan turun tangan mengarahkan finalis. Ia memberikan tips agar tidak menekuk kaki agar tidak kelihatan pendek. Ditambah ia juga menangani sendiri perbaikan make-up beberapa finalis.
  • Pemotretan mode untuk baju penobatan yang mengambil tema era 1950 dengan permainan warna pink ini mengambil lokasi di Pacific Lounge dan Flaganan's yang berada di dalam Sari Pacific Jakarta. Lokasi pemotretan, yang berada di lantai yang berbeda ini, menyebabkan sedikit kehebohan. Apalagi baju dan sepatu yang berserakan harus dibereskan oleh para finalis. Fotografer untuk pemotretan ini, Honda Tranggono, pun turun mengarahkan gaya finalis sesuai dengan keinginan dua pengarah gaya untuk pemotretan ini, Yenny Glenny dan Margi Listy Azis.

Latihan Jalan dan Koreografi

Tahun ini, koreografer yang menangani para finalis dan model lain untuk berlatih jalan dan koreografi di atas panggung adalah Alam Zaenuri. Finalis belum bisa bernafas lega karena Alam Zaenuri ini cukup dikenal sebagai koreografer yang tegas dan disiplin. Beriku adalah momen saat latihan untuk malam final:

  • Dari hari pertama latihan, Alam Zaenuri memberi tahu para finalis bahwa banyak orang yang akan menonton penampilan mereka di panggung. Ini membuat 20 finalis serius mendengarkan perintah sang koreografer. Bahkan Alam Zaenuri tidak segan meminta para finalis mengulang koreografi saat satu ata beberapa finalis melakukan kesalahan atau tidak serius. Seperti Aisha yang tertawa saat latihan serius atau Arini Astari (Arini) yang lupa melihat tanda-tanda sisi dan tangga panggung yang ditempel di lantai saat latihan. Kesalahan tersebut membuat semua finalis mengulang koreografi dari awal.
  • Saat harus bergaya dengan gaya khas era 1980 dalam alunan musik disko, para finalis berpegangan tangan dan membentuk ombak dari ujung ke ujung ditambah pose patah-patah ala robot. Hebatnya, para finalis melakukannya dengan luwes.
  • Untuk meningkatkan kedisiplinan para finalis, Alam Zaenuri meminta para finalis mencatat semua blocking dan ia membaca catatan blocking para finalis satu per satu. Alam Zaenuri memang sangat disiplin sehingga para finalis yang catatannya tidak lengkap tidak diizinkan ikut latihan.
  • Selain latihan di Ruang Serbaguna Femina Group, para finalis juga berlatih langsung di atas panggung, yang berada di Balai Sarbini, sehari sebelum malam final berlangsung. Alam Zaenuri selalu mengingatkan bahwa para finalis harus mengambil posisi yang benar sehingga tidak salah dalam berjalan.
  • Saat berlatih di panggung Balai Sarbini, Larasati Dameria (Laras) dan Inzalna Balqis (Balqis) salah blocking akibat kurang fokus dan terlihat mengantuk. Akibatnya mereka terpaksa menerima 'hukuman' jalan jongkok beberapa putaran dari Alam Zaenuri. Alam Zaenuri sangat memperhatikan konsentrasi dan meminta finalis agar menghitung di dalam hati agar gerakan mereka sesuai.

Melatih Ketrampilan

Pada malam final, seluruh finalis GADIS Sampul 2005 akan mempertunjukkan keterampilan atau bakat mereka di atas panggung. Bakat yang ditampilkan sangatlah banyak. Dari menyanyi, menari, deklamasi puisi, bermain alat musik, hingga memainkan tongkat mayoret. Hal ini membuat bangga karena para finalis GADIS Sampul tidak hanya cantik tetapi memiliki banyak bakat. Seperti Neno yang berlatih bermain keyboard dengan arahan Melissa Miranda (salah satu chaperone GADIS Sampul 2005), Icha yang bermain biola dengan tekun memperhatikan ketukan dan tangga nada saat bermain, Ferby yang konsentrasi saat memetik gitar, dan dua finalis yang ahli memainkan tongkat mayoret, Marwa dan Fetty, diminta berkonsentrasi dan menghitung dalam hati agar gerakan Marwa dan Fetty sinkron.

Video Tapping oleh Indosiar

Hal lain yang harus 20 finalis lakukan adalah menjalani video tapping (VT) dengan Indosiar. Sejak pagi, para finalis berdandan rapi dengan baju yang disiapkan dan sibuk merangkai kata-kata yang akan diucapkan di depan kamera. Mereka ingin proses syuting berjalan dengan baik.

Ternyata suasana saat syuting video tapping tidaklah sesulit yang mereka bayangkan. Kru-kru dari Indosiar sangat membantu finalis mengatasi rasa gugup. Meskipun para finalis terlihat tenang, sebenarnya mereka semua grogi. Alasannya karena mereka takut tidak terlihat ceria saat direkam oleh kamera seperti yang diutarakan oleh Balqis dan Marwa.

Alam Zaenuri pun muncul saat syuting VT di area kolam renang Four Seasons Hotel Jakarta dan di taman atap lantai 18 Sari Pacific Jakarta menyemangati para finalis yang grogi. Ia berkata saat syuting para finalis harus ceria dan santai seperti bertemu dengan teman lama yang sudah lama tidak bertemu.

Briefing dari Senior

Ilmu yang berguna tidak hanya 20 finalis GADIS Sampul 2005 dapatkan dari pengalaman langsung tetapi dari mendengarkan pengalaman alumni GADIS Sampul. Mendekati penjurian dan malam final, salah satu kamar chaperone dipakai sebagai ruang untuk Ardina Rasti (Runner-up I GADIS Sampul 1999) dan Tya Ariestya (Finalis GADIS Sampul 2001) berbagi pengalaman mereka. Berikut adalah momen saat para finalis mendengarkan cerita dua senior mereka:

  • Beberapa finalis bertanya tentang masa penjurian, Tya Ariestya pun menjawab bahwa dirinya diminta untuk mempraktekkan jurus taekwondo. Setelah mengobrol lebih dalam, ternyata Tya Ariestya berlatih di tempat yang sama dengan Via dan Via memanggil Tua dengan sebutan 'sabem' yang berarti pelatih.
  • Tya Ariestya lanjut bercerita bahwa ia pernah tidak mandi pagi karena ia terlambat bangun. Sehingga ia diomeli oleh chaperone yang bertugas. Hal ini membuat Tya Ariestya belajar tentang kedisiplinan saat masa karantina sangatlah berguna bagi dirinya.
  • Sementara itu, Ardina Rasti berpesan bahwa hal yang penting saat penjurian GADIS Sampul adalah tanggung jawab dan disiplin karena dua hal tersebut juga akan menjadi bahan tambahan untuk penilaian juri. Ditambah hal yang penting lain adalah menjadi diri sendiri. Menang atau kalah, mereka telah menunjukkan diri mereka sendiri tanpa harus berpura-pura.
  • Meskipun mengantuk, para finalis tetap berfoto bersama Ardina Rasti dan Tya Ariestya. Mereka pun memperlihatkan wajah yang segar.

Konferensi Pers

Seusai acara Malam Final GADIS Sampul 2005, empat pemenang GADIS Sampul 2005 langsung menuju Time Break Café, Plaza Semanggi, untuk mengikuti jumpa pers. Keempat pemenang didampingi oleh Pia Alisjahbana (pendiri majalah GADIS), Svida Alisjahbana (pemimpin umum majalah GADIS), dan Didin P. Ambardini (pemimpin redaksi majalah GADIS) untuk berbicara langsung di depan jurnalis.

Aktivitas Belanja

Banyak orang yang tahu bahwa masa-masa karantina GADIS Sampul sering disebut sebagai masa penggodokan calon model. Namun, bukan berarti hari-hari mereka hanya diisi oleh latihan jalan, pemotretan, atau syuting. Para finalis juga diberikan waktu untuk bersenang-senang bersama ke tempat yang mungkin belum pernah mereka datangi sebelumnya.[11]

The Face Shop

Ada yang tidak biasa dengan gerai The Face Shop di Plaza Indonesia. Ternyata ada 20 gadis remaja menyerbu gerai The Face Shop untuk melihat dan mencoba berbagai jenis produk kecantikan dari produk perawatan wajah hingga produk kosmetik berbahan alami asal Korea Selatan tersebut. Yang membuat para finalis lebih bahagia adalah mereka mendapatkan paket produk make-up dari The Face Shop di akhir kunjungan mereka.

BreadTalk

Para finalis juga sempat berkunjung ke gerai BreadTalk di Plaza Semanggi. Mereka diajak menengok dapur pembuatan roti-roti BreadTalk. Mereka juga diberi kesempatan untuk memegang adonan roti dan mencoba melapisi roti yang sudah jadi dengan abon untuk produk roti abon andalan BreadTalk. Setelah dari dapur, para finalis diberikan kesempatan memilih 8 roti dari BreadTalk yang boleh mereka bawa pulang. Wajah para finalis pun berseri-seri dan sangat bersemangat dalam memilih roti.

Happy Puppy

Di hari terakhir karantina, sebagai 'pesta perpisahan' dengan 20 finalis GADIS Sampul 2005 diadakanlah acara bernyanyi bersama atau karaoke di Happy Puppy KTV. Suasana semakin heboh karena acara karaoke ini diramaikan oleh Karen Pooroe (Karen) yang adalah jebolan Indonesian Idol dan Mickey Octapatika (Micky) yang adalah lulusan Akademi Fantasi Indosiar. Inilah keseruan para finalis dan chaperone beserta dua tamu saat karaoke bersama:

  • Karen dan Micky sempat berduet membawakan lagu andalan Alicia Keys, "If I Ain't Got You". Dua lagu tersebut dibawakan secara harmonis oleh Karen dan Micky. Keharmonisan mereka membuat para finalis bertepuk tangan.
  • Dua chaperone (Meninapoetry Wismurti (redaktur majalah GADIS) dan Jehan Medina (staff artistik majalah GADIS)) tidak ketingalan bergoyang bersama finalis saat beberapa finalis menyanyikan lagu yang membuat semua orang bergoyang.
  • Setelah puas berkaraoke, para finalis diberikan hadiah voucher karaoke selama dua jam di Happy Puppy.

Makan Siang dan Makan Malam Bersama Selebritis

Selama masa karantina GADIS Sampul 2005, para finalis tidak pernah merasa lapar karena mereka selalu diajak makan siang dan makan di restoran oleh panitia. Apalagi setiap acara makan siang dan makan malam selalu ada kejutan yang disiapkan untuk para finalis.[12]

Le Petite Paris Café and Boutique Patisserie

Sejak masuk Le Petite Paris Café and Boutique Patisserie, yang terletak di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, suasana dan aroma khas Paris yang muncul dari wallpaper dan puluhan pigura yang berisi foto-foto pemandangan Kota Paris, para finalis langsung betah berlama-lama di restoran ini. Ditambah mereka makan malam ditemani oleh:

Para finalis asyik mengobrol dengan para artis sambil menikmati menu yang dihidangkan antara lain:

  • Spaghetti Bolognese,
  • Tomato Soup,
  • Thai Spring Roll,
  • Beef Black Peper,
  • Steam Rice, dan
  • Hidangan pencuci mulut Strawberry, Chocolate, dan Vanilla Mousse.

Suasana semakin menyenangkan saat tiga finalis menyanyikan lagu hits Alicia Keys, "If I Ain't Got You" dan saat Lilin Rosasanti dari GADIS membagikan hadiah kepada finalis yang bisa menjawab pertanyaan seperti:

  • Nomor sepatu Nicky Tirta,
  • Ukuran kacamata Ramon Y. Tungka, dan
  • Nomor celana Daniel Mananta.

Fany, Via, dan Arini berhasil menebak jawaban dan berhasil mendapatkan hadiah tetapi Aisha sempat menangis saat melihat Daniel Mananta. Ternyata wajah Daniel Mananta mengingatkan Aisha dengan mantan kekasihnya. Di akhir acara, semua finalis dan bintang tamu mendapatkan merchandise dari Le petit Paris Café.

Cinoa Restaurant

Makan siang yang menyenangkan dengan menu unik memang salah satu daftar yang harus dihadapi oleh finalis. Karena itu, tempat makan siang yang menjadi pilihan adalah Cinoa Restaurant, salah satu restoran yang terletak di Ruko Dharmawangsa, Jalan Darmawangsa, Kebayoran Baru. Saat para finalis datang, mereka disambut oleh:

Acara makan siang di Cinoa ini penuh dengan makanan yang enak. Menu yang dihidangkan adalah nasi goreng bebek, peking duck, cheesecake, dan banyak menu lainnya. Ini membuat Via dan Sasha meminta tambah tetapi batal karena mereka malu. Alasan mereka adalah malu jika makan banyak di depan selebritis terkenal. Sementara itu, Balqis yang menaruh banyak makanan di piringnya 'terpaksa' tidak menghabiskan makanan karena ia duduk satu meja dengan Dwi Andhika. Selain momen tersebut ada momen menyenangkan lain yang berhasil tertangkap:

  • Tara langsung meminta Ayushita untuk berfoto bersama saat Ayushita duduk di sebelah Tara. Ayushita juga bercerita pengalaman saat karantina GADIS Sampul 2004 kepada para finalis. Finalis juga ada yang bertanya tentang penjurian.
  • Sebelum naik bus untuk kembali ke hotel, Tara dan Indah Indriana (Indah) menyempatkan diri mengambil kartu post lucu yang dibagikan gratis di Cinoa.

Lokananta Terrace Resto

Acara memanjakan perut para finalis memang adalah aktivitas wajib panitia selama karantina. Dan tempat makan siang yang dipilih adalah Lokananta Terrace Resto, yang terletak di Kebayoran Baru. Menu yang dihidangkan dibuka dengan Avocado Salad yang menjadi makanan pembuka. Sambil menunggu menu makanan lain dihidangkan, mereka mengobrol dengan selebritis yang hadir pada siang itu. Para finalis ada yang asik bertanya tentang pengalaman alumni GADIS Sampul, penasaran dengan kegiatan selebritis, atau senyum saat duduk di samping selebritis. Mereka makan siang ditemani oleh:

Acara makan siang diakhiri dengan foto bersama dengan pihak restoran dan pemberian kenang-kenangan oleh finalis GADIS Sampul kepada pihak restoran. Ternyata Lokananta Terrace Resto juga membagikan kenang-kenangan berisi mug dari Lokananta kepada 20 finalis.

Mezzo Bistro

Mezzo Bistro, salah satu restoran di Jalan Darmawangsa, Kebayoran Baru, terpilih sebagai tempat makan malam bagi 20 finalis GADIS Sampul 2005 pada hari kedua pada masa karantina. Ditambah makan malam kali ini ditemani oleh:

Setelah memesan makanan, para finalis langsung aktif mengobrol dengan bintang tamu dan bertanya banyak hal. Suasana kafe yang temaram membuat suasana makanan semakin nyaman ditambah dengan makanan yang lezat dan banyak variasi, dari hidangan pembuka hingga penutup. Ini membuat para finalis malas kembali ke hotel. Setelah selesai makan malam, para finalis berfoto bersama bingung tamu dan pemilik kafe. Para finalis juga mendapatkan hadiah mug dari Mezzo Bistro.

Cavana Resto

Cavana Resto, yang terletak di Plaza Semanggi, menjadi lokasi makan siang pilihan di hari ketiga karantina GADIS Sampul 2005. Para finalis sampai terlebih dahulu ke restoran lalu disusul oleh beberapa bintang tamu. Dimaz Andrean menjadi bintang tamu pertama yang datang dan membuat sedikit kehebohan di antara para finalis. Khususnya Indah, yang duduk di sebelah Dimaz Andrean, ternyata adalah fans Dimaz Andrean.

Beberapa menit kemudian, datanglah empat selebritis yang menyusul Dimaz Andrean, antara lain:

Ketika para finalis tahu Intan Nuraini datang, Balqis dan Sasha langsung menyisakan kursi agar Intan Nuraini duduk di antara mereka. Alasan mereka karena untuk bertanya pengalaman Intan saat mengikuti GADIS Sampul.

Di Cavana Resto, para finalis memesan berbagai hidangan makanan dari makanan pembuka hingga penutup. Misalnya corn soup, redroast chicken barbeque, opera cake, tiramisu, dan sebagainya. Setelah selesai makan siang, para finalis beserta selebritis dan beberapa karyawan Cavana Resto berfoto bersama di depan Cavana Resto.

Time Break Café

Makan malam 20 finalis GADIS Sampul 2005 di Time Break Café, Plaza Semanggi, terlalu menyenangkan untuk dilupakan. Pada makan malam kali ini, 20 finalis GADIS Sampul 2005 ditemani oleh beberapa nama yang sangat terkenal, yaitu:

Bahkan, Mario Ginanjar dan Pasha sempat membawakan lagu hits grup mereka malam itu. Mario Ginanjar menyanyikan lagu "Tentang Diriku" yang masuk dalam album musik kelima Kahitna, "Cinta Sudah Lewat" dan Pasha membawakan lagu "Melayang" dari album "Melayang".

Acara makan malam ini pun dimeriahkan oleh permainan yang seru. Para finalis diminta menebak lagu yang dibawakan oleh bintang tamu yang hanya didendangkan, bukan dinyanyikan. Balqis adalah salah satu finalis yang mendapatkan hadiah karena berhasil menebak lagu "Diobok-obok" yang dipopulerkan oleh Joshua Suherman, yang didendangkan oleh Aldi Taher. Aldi Taher menunjukan kebolehannya membawakan acara diselingi dengan lawakan segar.

Acara makan malam kali ini diakhiri dengan foto bersama oleh para finalis, bintang tamu, dan pihak Time Break Café. Para finalis pun menyerahkan piagam kepada pihak Time Break Café sebagai ucapan terima kasih atas dukungan dalam mensukseskan acara GADIS Sampul 2005.

Berikut ini adalah beberapa momen yang tidak bisa dilewatkan:

  • Saat berada di bus Big Bird (Bluebird), para finalis sempat berdandan.
  • Para finalis saling berebut menjawab pertanyaan tentang lagu yang didendangkan.
  • Para finalis, bintang tamu, dan kru Time Break berfoto di panggung live band yang berada di Time Break Café.

Avenue Pizza & Soho Music

Setelah latihan gabungan untuk malam final di Balai Sarbini, para finalis GADIS Sampul 2005 diajak ke Avenue Pizza & Soho Music, Plaza Semanggi, untuk makan malam. Saat menuju tempat makan malam, para finalis bertanya tentang selebritis yang akan makan malam bersama mereka. Saat mereka sampai di restoran tersebut, mereka disambut oleh:

20 finalis yang baru datang langsung heboh. Acara foto bersama dan mengobrol dengan bintang tamu pun tidak akan dilewati. Obrolan mulai terhenti saat para finalis disuguhkan sup kentang hangat yang menjadi makanan pembuka. Semua tampak senang. Khususnya, saat pizza ukuran besar dari Avenue Pizza datang.

Suasana semakin heboh karena adanya acara permainan. Bunga dan Esmeralda Rosita (Alda) beruntung mendapatkan hadiah. Bunga sempat malu saat diberi hadiah oleh Yogi Finanda, karena ia adalah fans Yogi Finanda. Sementara saat Alda mendapatkan hadiah, semua yang hadir menyanyikan lagu "Happy Birthday" untuk Alda yang hari itu berulang tahun.

Berikut adalah momen saat mereka mencicipi pizza:

  • Saat menunggu hidangan disajikan, para finalis mendengarkan Soraya Larasati bercerita tentang masa karantina saat ia ikut GADIS Sampul.
  • Para finalis dan bintang tamu membuat wajah jelek sebagai efek lapar saat pizza ukuran besar dihidangkan.
  • Para finalis dan bintang tamu berfoto bersama kru Avenue Pizza dan Soho Music dengn wajah yang puas karena kenyang dengan hidangan yang disajikan.

Hot Shots

Di hari terakhir karantina GADIS Sampul 2006, masih ada kegembiraan untuk para finalis. Kegembiraan itu adalah para finalis diajak makan siang di Hot Shots, restoran burger yang berada di La Piazza Mal Kelapa Gading. Makan siang terkahir saat karantina GADIS Sampul 2005 ini ditemani oleh:

Neshia sempat terpana melihat panitia GADIS Sampul bisa menyatukan selebritis dari dua ajang pencarian bakat berbeda bisa bersatu saat makan siang bersama mereka. Ia juga mendengarjan alasan Karen Pooroe mengikuti Indonesian Idol karena Karen Pooroe hobi menyanyi sejak kecil.

Di meja lain, Evan Sanders mengadakan beberapa permainan untuk para finalis GADIS Sampul 2005. Seperti permainan cara memindahkan batang korek api, tebak-tebakan dengan menggunakan handphone, dan pura-pura bermain sulap dengan uang kertas 50 ribu. Para finalis sempat penasaran dengan sulap Evan Sanders tetapi Evan Sanders lebih banyak bercanda dibandingkan melakukan trik sulap.

Setelah satu setengah jam berada di Hot Shots yang diiringi latar belakang musik dengan lagu-lagu lawas, akhirnya para finalis harus pergi meneruskan aktivitas lain. Namun, mereka masih menyempatkan diri berfoto di depan restoran Hot Shots sekaligus menyerahkan piagam kepada pihak Hot Shots.

Berikut ini sebagian kejadian terjadi saat makan siang di hari terakhir:

  • Icha berusaha membersihkan glitter di wajahnya saat menyantap makanan di Hot Shots.
  • Karen Pooroe dan Mickey Octapatika tetap akrab meskipun berasal dari ajang adu suara yang berbeda.

Logistik dan Fasilitas Karantina

Selama masa karantina GADIS Sampul 2005, penyelenggara bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung kelancaran operasional dan kebutuhan para finalis. Fasilitas akomodasi dan pemusatan latihan berlokasi di Hotel Sari Pacific Jakarta, sementara untuk mobilitas peserta selama kegiatan di luar hotel disediakan bus dari Big Bird (Bluebird Group). Selain itu, kebutuhan konsumsi para peserta dan kru selama jadwal latihan yang padat didukung oleh beberapa penyedia jasa boga, di antaranya adalah Popeyes, Buana Bakery, Yoghurt Nice, dan BreadTalk.[13][14]

Penjurian GADIS Sampul 2005

Saat yang menegangkan akhirnya tiba. Para finalis gelisah sejak pagi pada Senin, 11 Juli 2005. Hari itu adalah hari penjurian bagi 20 finalis GADIS Sampul 2005. Sejak pagi mereka siap dengan baju andalan masing-masing lalu sarapan di hotel dengan wajah yang masih mengantuk. Setelah selesai sarapan, 20 finalis GADIS Sampul 2005 langsung dibawa ke kantor redaksi GADIS di Gedung Femina, Kuningan untuk menghadapi penjurian GADIS Sampul 2005. Finalis yang mengantuk pun akhirnya terbangun.[15]

Sebelum Penjurian

Saat memasuki Ruang Serba Guna di Gedung Femina, semua finalis berdandan sebelum bersiap masuk ruang penjurian. Berbagai peralatan make-up pun ditempatkan di atas meja dan semua finalis langsung sibhng memoles wajah mereka. Shasa terlihat bingung dengan bajunya karena jasnya lebih baik dipakai atau tidak. Ia tidak percaya diri jika jasnya dilepas tetapi sepertinya jas itu menutupi gaunnya.

Di tengah-tengah persiapan para finalis, Didin P. Ambardini pun datang untuk memberikan briefing sekaligus menyemangati para finalis yang akan melakukan penjurian. Semua finalis tegang dan banyak bertanya tentang penjurian. Didin P. Ambardini pun memberikan pesan agar jangan terlalu tegang.

Pada hari penjurian itu ternyata ada finalis yang berulang tahun, yaitu Alda dari Yogyakarta yang hari itu bertambah usia menjadi 14 tahun.

Sambil menunggu giliran masuk ruang penjurian, para finalis bernyanyi bersama dengan iringan gitar yang dimainkan oleh Ferby. Ada juga yang berlatih menari untuk unjuk bakat di hadapan juri.

Penjurian GADIS Sampul memang sudah menjadi 'momok menakutkan' bagi para finalis. Meskipun sudah bernyanyi bersama, ketegangan masih terlihat di wajah 20 gadis remaja asal beberapa kota di Indonesia ini selama menunggu panggilan. Namun begitu duduk di depan dewan juri, suasanw berubah menjadi lebih santai dan penuh canda tawa. Berikut adalah juri yang akan menilai 20 finalis GADIS Sampul 2005:

Namun, bukan berarti sikap santai kelima juri di penjurian pada pagi hari itu membuat para finalis mudah lolos dari penilaian. Apalagi kriteria penilaian juri cukup berat, seperti fotogenik, keluwesan, keremajaan, proporsi badan dan wajah, kepribadian, dan bakat. Sepertinya para juri selalu menemukan 'poin' yang menarik untuk diuji dari 20 finalis GADIS Sampul 2005.

Setelah Penjurian

Setelah keluar dari ruang penjurian, para finalis bisa tersenyum dengan lepas dan mereka heran dengan pertanyaan juri yang lebih banyak membahas keseharian mereka. Ditambah mereka juga kagum dengan Dian Sastrowardoyo yang terlalu cantik di mata para finalis. Namun, sebagian finalis masih cemas. Mereka cemas karena mereka takut jika jawaban yang mereka berikan salah.

Setelah penjurian 20 finalis selesai, agenda dilanjutkan dengan makan siang bersama. Para finalis terlihat lebih tenang saat mengobrol dengan para dewan juri. Bahkan Laras, Shasa, Marwa, dan Neshia yang satu meja dengan Ari Tulang sangat bersemangat membicarakan bau jempolnya para finalis jika memakai sepatu kets tanpa kaos kaki.

Karena diburu waktu untuk latihan gabungan di Balai Sarbini, acara makan siang bersama dibuat menjadi singkat. Padahal para finalis sudah mempersiapkan lagu untuk bernyanyi bersama dewan juri. Sehingga setelah berfoto bersama dengan dewan juri, 20 finalis langsung berangkat menuju Balai Sarbini.

Berikut penggambaran suasana penjurian:

  • Tara sibuk memakai maskara sehingga ia tampak lebih cantik.
  • Via mempersiapkan jurus taekwondo untuk unjuk bakat di depan juri.
  • Icha, yang memainkan biola untuk uji bakat, membuat para juri teringat dengan Maylaffayza Wiguna.
  • Dewan juri terpana melihat akting Alda yang benar-benar menangis karena membayangkan sang ibu meninggal dunia.
  • Pinky Mirror penasaran dengan bakat Tari Zapin yang dimiliki Neshia kemudian ia meminta Neshia memperlihatkan gerakan tari dari suku Melayu itu.
  • Balqis dan Tika Panggabean terlihat asyik bertegur sapa dalam logat Batak. Ditambah Ari Tulang ikut meramaikan dialog antara Balqis dan Tika Panggabean. Svida Alisjahbana tertawa geli melihat akting Balqis yang berpura-pura mengomel kepada Tika Panggabean yang berperan sebagai customer service karena barang yang dibeli Balqis rusak.
  • Arini yang berpura-pura menjadi presenter acara remaja yang sedang meliput persiapan malam final GADIS Sampul 2005. Ari Tulang berakting sebagai salah satu finalis yang 'dimarahi' oleh Tika Panggabean, sang koreografer yang galak. Sementara itu, Svida Alisjahbana serius mengamati foto-foto para finalis.
  • Neno, yang pandai berbicara Bahasa Jepang, ternyata pintar membuat sketsa.
  • Setelah penjurian, para finalis dan dewan juri berfoto bersama dengan berbagai ekspresi, termasuk ekspresi jelek.

Acara Perpisahan

Rabu, 14 Juli 2005 adalah hari terberat untuk 20 finalis GADIS Sampul 2005. Hari itu adalah hari terakhir para finalis GADIS Sampul bersama karena mereka akan kembali ke rumah masing-masing. Saat-saat bersama menjalani karantina akan menjadi cerita dan kenangan yang tidak akan terlupa. Rasa sedih dan senang bercampur menjadi satu. Mereka berjanji akan saling memberi kabar. Selain itu, berjanji akan berkumpul bersama. Harapan itu terungkap di antara salam perpisahan antar finalis.[16]

Berikut ini adalah momen bahagia dan mengharukan saat perpisahan:

  • Para orang tua dan kerabat dekat para finalis dengan sabar menunggu kedatangan 20 finalis dari La Piazza Kelapa Gading.
  • Pia Alisjahbana dan Ireda Trisnowati hadir di acara perpisahan GADIS Sampul 2005. Pia Alisjahbana juga sempat memberikan wejangan kepada para anggota keluarga GADIS yang baru alias 20 finalis GADIS Sampul 2005.
  • Via kaget dan senang ketika ia menerima celana jeans dari Mobile Power, yang memajang bordir wajah manisnya di saku bawah. Semua finalis pun mendapatkan hadiah yang sama.
  • Para chaperone pun mengumumkan para finalis yang masuk ke dalam kategori "Fantastic Five" dan "Fantastic Four". "Fantastic Five" diberikan kepada para finalis yang sering membantu chaperone. Finalis-finalis tersebut adalah Sheila, Tara, Bunga, Neno, dan Ferby. Sementara "Fantastic Four" adalah para finalis yang sering dibantu oleh para chaperone. Finalis yang masuk ke dalam kategori "Fantastic Four" adalah Aisha, Fany, Silvira Cessa (Cessa), dan Sasha. Namun, semua finalis dapat hadiah dari chaperone.
  • Tara menjadi finalis yang mendapatkan hadiah utama dari para chaperone karena ia terpilih sebagai finalis favorit chaperone. Walaupun pada beberapa harus sebelumnya, ia disuruh pulang akibat teman-temannya susah diatur pada saat karantina berlangsung.
  • Para finalis saling berpelukan dengan sesama finalis dan berjabat tangan dengan panitia GADIS Sampul 2005 juga berfoto bersama yang memperlihatkan keakraban di antara mereka.

Malam Final

Selasa, 12 Juli 2005 sore, ada suasana yang berbeda terjadi di Plaza Semanggi. Di pusat perbelanjaan modern itu dipenuhi antrean panjang orang-orang yang berdandan dengan pakaian vintage. Mulai dari rambut yang disasak, aksesoris vintage seperti kalung mutiara, anting-anting, bandana ala 1980-an, kacamata ala Jackie O dari era 1960, sampai kemeja berlengan seperti lonceng yang populer di era 1970-an. Mereka adalah para penonton acara Malam Final GADIS Sampul 2005 yang mengambil tema "Viva Vintage". Dari Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, para penonton yang berdandan vintage siap menjadi saksi siapakah GADIS Sampul 2005. Malam Final GADIS Sampul 2005 disutradarai oleh Alam Zaenuri dan semua pengisi acara tampil menarik dengan tata rias rambut oleh Irwan Team Hair Design dan tata rias wajah oleh The Face Shop.[17]

Berikut adalah momen di area lobi Balai Sarbini sebelum acara malam final GADIS Sampul 2005 dimulai:

  • Para penonton yang masuk ke dalam hall utama Balai Sarbini disambut oleh permainan musik dari DJ Stan.
  • Para penonton yang datang berpenampilan mengikuti dress code yang diminta yaitu vintage style. Penonton yang berdandan dengan penampilan yang menarik diberikan hadiah oleh PIGEON. Penonton juga bisa melihat manekin yang memamerkan busana dari desainer yang memeriahkan acara malam final. Saat masuk lobi Balai Sarbini, para penonton diberikan hadiah berupa bedak dari PIGEON dan sebatang glow stick yang bisa menyala dalam gelap dan dapat dijadikan gelang.
  • Beberapa selebritis diundang menjadi tamu VIP menyempatkan diri berfoto di depan banner GADIS Sampul 2005. Seperti Adi Nugroho, Tommy Kurniawan, Cathy Sharon, dan Daniel Mananta.
  • Alumni GADIS Sampul pun turut menonton dan mengisi acara malam final GADIS Sampul 2005 yang akhirnya menjadi ajang reuni. Seperti Zatasha Aris (Finalis GADIS Sampul 2001), Sheila Schulze (GADIS Sampul Berbakat 2004), Adelya Catherine (Runner-up 2 GADIS Sampul 2004), Nadya Wulan (Finalis GADIS Sampul 2004), Amila Alistiawati (Finalis GADIS Sampul 2004), Giana Ricca (Finalis GADIS Sampul 2003), Anasthasia Sinia (Finalis GADIS Sampul 2004), dan Farah Debby (Runner-up 1 GADIS Sampul 2004).
  • Para pendukung finalis GADIS Sampul 2005 dengan semangat mendukung pada finalis dengan balon-balon, spanduk-spanduk, dan teriakan yang heboh yang membuat suasana Balai Sarbini yang dingin karena pendingin udara menjadi lebih 'panas'.

Viva Vintage Party

Lampu arena utama Balai Sarbini pun dimatikan dan acara Malam Final GADIS Sampul 2005 dimulai. Acara ini pun dibuka oleh penampilan dance dengan dandanan ala era 1980 yang dibawakan oleh Vandance yang membuka acara malam final yang bertema " Viva Vintage". Panggung pun dibuat seperti stage show ala Broadway dengan lampu neon sign warna warni.[17]

Dua pembawa acara yang menjadi pemandu acara pada malam itu, Indra Bekti dan Nirina Zubir, tampil dengan gaya yang sangat vintage. Mereka berdua tampil dengan gaya yang sporty seperti era 1980 dan kesan hippies dengan dandanan menyerupai awal era 1970. Penampilan mereka yang menarik dan kekonyolan mereka membuat malam final semakin segar.[17]

Tidak kalah dengan dua pembawa acara, 20 finalis GADIS Sampul 2005 muncul pertama kali di panggung malam final dengan penampilan ala era 1980 dengan busana rancangan Ari Yandhi dengan permainan warna. Penampilan mereka semakin menarik dengan aksesoris yaitu, tas dan clutch dari Bag Inc., aksesoris dari Amoeba, dan sepatu Gosh. Penampilan mereka pun tampak penuh dengan semangat masa muda dengan iringan lagu disko 1980, "Young Hearts Run Free" dari Candi Staton. Sebelum berparade di catwalk, para finalis bergaya ala robot patah-patah.[17]

Acara ini pun semakin ramai dengan penampilan Yovie & Nuno. Duo vokalis Yovie & Nuno, Gail Satiawaki dan Dudy Oris, membuka penampilan mereka di panggung Malam Final GADIS Sampul 2005 dengan lagu hits, "Indah Kulihat Dirimu". Penampilan band ini pun dilanjutkan dengan membawakan lagu "Kuingin" yang bernuansa sendu dan menyelipkan lirik dalam Bahasa Perancis lalu ditutup oleh lagu "Lebih Dekat Denganmu (Juwita)". Penampilan lagu terakhir Yovie & Nuno membuat penonton ramai bertepuk tangan dan bernyanyi bersama.[17]

Acara pun berlanjut ke "Talenta Show". Pada bagian ini semua finalis GADIS Sampul 2005 tampak imut dengan baju ala 1960 karya Ivan Gunawan dengan aksesori dari Rolla Design dan sepatu boots dari Rotteli. Ditambah gaya rambut dan tata rias dibuat seperti era 1960. Bagian ini dibuka oleh pembacaan puisi oleh Bunga Jelitha Ibrani, Silvira Cessa, dan Andi Mutiara Pertiwi Basro dilanjutkan dengan gesekan biola dari Meriza Febriani, dentingan piano yang dimainkan Neno Ayu Luthfia, dan Putu Febrika Mitamadela yang memetik gitar untuk mengiringi Arini Astari, Stephanie Sara Adriana Patty, Arvia Nabila, dan Esmeralda Rosita menyanyikan lagu "Do-Re-Mi" yang adalah lagu pengiring film "The Sound of Music". Kemudian suasana berubah dengan penampilan Fetty Marfiana Picsesti Aris dan Tsania Marwa yang tampil anggun memainkan tongkat mayoret dengan iringan lagu "Where Are U Baby" yang dipopulerkan Betty Boo. Lalu muncullah Martina Aisha Putri, Yunisha Widharna, Sheila Nuraisyah Tohir, Agneshia Meisha Putri, Indah Indriana, Larasati Dameria, Aulia Sarah, dan Inzalna Balqis yang melakukan gerakan modern dance.[17]

Penonton pun langsung dimanjakan dengan penampilan Glenn Fredly yang membawakan lima buah lagu. Lagu pertama yang dibawakan adalah "Kau" yang dinyanyikan bersama dua rapper yang memanaskan panggung Balai Sarbini. Kemudian, ia bernyanyi lagu "Kisah Romantis" yang adalah lagu tema dari "Cinta Silver" dengan gitar akustiknya yang ia beri nama "Sweety". Suasana yang sendu tetapi penuh teriakan para penonton ketika Glenn Fredly menyanyikan lagu hitsnya antara lain "Akhir Cerita Cinta", "Sedih Tak Berujung", dan "Sekali Ini Saja" secara medley.[17]

Selain penampilan finalis GADIS Sampul 2005 dan para musisi, acara malam ini dimeriahkan oleh para model yang terdiri dari alumni GADIS Sampul, Cowoknya GADIS, dan beberapa model pria yang membuat penonton berteriak histeris. Model yang berpartisipasi dalam acara malam final ini antara lain:

Para model ini memeragakan busana gaya era 1970 kreasi Novi;Tongga dengan iringan lagu "Sex Machine (Remix)" yang dipopulerkan oleh James Brown. Selain memeragakan busana gaya era 1970, para model ini juga memeragakan busana era 1920 karya duo desainer dari butik Ame No Machi dengan diiringi lagu instrumental "Cabaret Douvertune" yang adalah lagu tema dari film "De Belle le Ville". Hal ini membuat para penonton ramai mengeluarkan handphone berkamera untuk mengabadikan para model.

Acara malam final semakin panas dengan penampilan Agnes Monica yang berpenampilan kasual dengan para penari latarnya yang dikenal sebagai "Nezindahood". Para penonton langsung menyambut Agnes Monica dengan histeris saat ia membawakan lagu "Ku Telah Jatuh Cinta". Setelah penampilan enerjiknya, penonton dibuai dengan suara lembut Agnes Monica saat membawakan lagu-lagu yang lebih pelan seperti, "Cinta Mati", cover "If I Ain't Got You" yang dipopulerkan oleh Alicia Keys, dan "Jera". Setelah membawakan lagu-lagu yang lebih sendu, Agnes Monica menutup penampilannya dengan lagu "Bilang Saja" yang lebih enerjik dengan iringan penampilan menyerupai river dance.

Acara pun menuju puncaknya dengan kedua pembawa acara memanggil 20 gadis remaja yang terpilih dari 9.853 gadis remaja yang mendaftarkan diri mereka mengikuti pemilihan GADIS Sampul 2005. Dengan iringan lagu instrumental "Soul Bossanova (remix)" karya Quincy Jones, 20 finalis GADIS Sampul 2005 melangkah anggun menuju panggung utama dari balik tirai warna perak. Kedua puluh finalis meamakai baju penobatan serba pink dengan gaya vintage dengan inspirasi era 1950 rancangan Syahreza Muslim dan sepatu dari Athaya Creation.

Pada acara malam final GADIS Sampul 2005, diumumkan finalis yang terpilih masuk 10 besar (Top 10) di antara 20 finalis. Hanya finalis yang masuk 10 besarlah yang berhak meraih kesempatan terpilih sebagai para pemenang utama (kecuali GADIS Sampul Favorit). Secara acak Indra Bekti dan Nirina Zubir memanggil satu persatu peserta yang masuk 10 besar. Nama-nama yang terpilih adalah:

  1. Bunga Jelitha Ibrani (nomor urut 20),
  2. Sheila Nuraisyah Tohir (nomor urut 9),
  3. Andi Mutiara Pertiwi Basro (nomor urut 10),
  4. Neno Ayu Luthfia (nomor urut 16),
  5. Fetty Marfiana Picsesti Aris (nomor urut 2),
  6. Indah Indriana (nomor urut 8),
  7. Arvia Nabila (nomor urut 18),
  8. Tsania Marwa (nomor urut 15),
  9. Silvira Cessa (nomor urut 11), dan
  10. Esmeralda Rosita (nomor urut 4).

Pengumuman para pemenang pun dimulai. Dimulai dari GADIS Sampul Favorit 2005 yang diumumkan oleh Astrid Tiar (GADIS Sampul 2000), Intan Nuraini (Runner-up I GADIS Sampul 2001), dan Arya Mandala (Cowoknya GADIS 2005). Mereka pun memanggil finalis Agneshia Meisha Putri, finalis asal Pekanbaru, sebagai pemenang favorit yang berhasil terpilih dari 13 ribu pemilih melalui website, SMS, dan faksimili.

Setelah pengumuman pemenang favorit, kedua pembawa acara pun mengundang Ardina Rasti (Runner-up I GADIS Sampul 1999) dan Irwansyah untuk membacakan nama Runner-up II GADIS Sampul 2005. Mereka pun mengumumkan bahwa Esmeralda Rosita terpilih sebagai Runner-up II GADIS Sampul 2005.

Acara mendekati puncaknya dan kedua pembawa acara memanggil Sigi Wimala (GADIS Sampul 1999), Arifin Putra, dan Daniel Mananta untuk membacakan nama Runner-up I GADIS Sampul 2005. Mereka pun membuka amplop dan mengumumkan nama Tsania Marwa, finalis asal Jakarta. Sang pemenang runner-up I hanya bisa menutup mulutnya sebagai tanda bahwa ia tidak percaya dapat terpilih sebagai pemenang.

Puncak acara pun dimulai. Putrinda Damayanti, GADIS Sampul 2004, muncul dengan anggun memakai gaun rancangan Ivan Gunawan. Ia membawa delapan kotak kecil saat muncul di panggung. Salah satu dari delapan kotak itu terdapat satu tangkai bunga mawar. Bagi finalis yang mendapatkan kotak berisi bunga mawar berarti finalis tersebut adalah sang GADIS Sampul 2005. Putrinda Damayanti pun bejalan sambil membagikan kotak-kotak tersebut dengan diiringi lagu tema GADIS Sampul yang dinyanyikan oleh Krisdayanti.

Kotak pun dibuka dan finalis nomor 8 melihat kotaknya terdapat setangkai bunga mawar merah dari kotak yang ia buka. Finalis nomor 8 bernama Indah Indriana, berusia 16 tahun dan bersekolah di SMA Negeri 4 Jakarta pun terpilih sebagai GADIS Sampul 2005. Ia pun maju dan mendapatkan pelukan selamat dari Putrinda Damayanti sebelum Indah Indriana disematkan selempang dan menerima piala.

Di Belakang Panggung

Banyak aktivitas dan kehebohan di belakang panggung Malam Final GADIS Sampul 2005.[18] Berikut adalah beberapa kesibukan di belakang panggung:

  • Tim The Face Shop sibuk merias wajah pengisi acara agar tampil menawan di atas panggung.
  • Irwan Team sibuk mengubah gaya rambut finalis agar sesuai dengan tema baju yang dikenakan oleh para finalis.
  • Salah satu finalis ada yang mengintip acara di balik panggung saat menunggu giliran tampil.
  • Semua panitia dan kru saling membantu mengganti pakaian finalis GADIS Sampul 2005 dalam waktu yang sempit.
  • Ivan Gunawan pun turun tangan membantu finalis memasang aksesoris.
  • Para presenter yang membacakan nama pemenang GADIS Sampul 2005 mendapatkan bingkisan dari The Face Shop.
  • Saat gladi resik, para pengisi acara yang tidak muncul di panggung menghabiskan waktu dengan bermain kartu atau tidur.

Pembawa acara

Pengisi acara

Penyanyi

Bintang Tamu

Model

Alumni GADIS Sampul

Cowoknya GADIS

Model Pria

Hasil[19]

Utama
Gelar Kontestan
GADIS Sampul 2005 Jakarta - Indah Indriana
Runner Up I GADIS Sampul 2005 Jakarta - Tsania Marwa
Runner Up II GADIS Sampul 2005 Yogyakarta - Esmeralda Rosita
Penghargaan khusus
Gelar Kontestan
GADIS Sampul Favorit 2005 Pekanbaru - Agneshia Meisha Putri

Peserta

Finalis

20 peserta terpilih sebagai finalis yang mengikuti karantina dan malam final:[20][21]

No. Peserta Peserta Kota asal Usia Sekolah asal
7 Agneshia Meisha Putri Pekanbaru 15 SMP Cendana Pekanbaru
10 Andi Mutiara Pertiwi Basro[22] Makassar 15 SMPK Rajawali Makassar
12 Arini Astari Jakarta 13 SMP Putra 1 Jakarta
18 Arvia Nabila Jakarta 14 SMP Al-Ikhlas Jakarta
5 Aulia Sarah[23] Jakarta 14 SMP Negeri 111 Jakarta
20 Bunga Jelitha Ibrani[24] Jakarta 13 SMP Negeri 1 Jakarta
4 Esmeralda Rosita Yogyakarta 14 SMP Taman Dewasa Yogyakarta
2 Fetty Marfiana Picsesti Aris Pekanbaru 15 SMP Negeri 1 Pekanbaru
8 Indah Indriana[25] Jakarta 16 SMA Negeri 4 Jakarta
14 Inzalna Balqis Medan 14 SMP Harapan 1 Medan
1 Larasati Dameria Jakarta 16 SMA Negeri 8 Jakarta
17 Martina Aisha Putri Bandung 14 SMP Negeri 2 Bandung
3 Meriza Febriani Batubara Bandung 16 SMA Negeri 24 Bandung
16 Neno Ayu Luthfia Jakarta 16 SMA Labschool Cinere Jakarta
6 Putu Ferbika Mitamadela Surabaya 15 SMP Negeri 1 Surabaya
9 Sheila Nuraisya

h Tohir

Jakarta 15 SMP Negeri 11 Jakarta
11 Silvira Cessa Jakarta 14 SMP Negeri 117 Jakarta
19 Stephanie Sara Adriana Patty Salatiga 15 SMA Negeri 1 Salatiga
15 Tsania Marwa[26] Jakarta 14 SMP Negeri 75 Jakarta
13 Yunisha Widharna (almh.) Jakarta 15 SMA Sumbangsih Jakarta

Semi Finalis

40 nama semi finalis terpilih dari 125 unggulan. Mereka akan diseleksi kembali menjadi 20 finalis yang akan mengikuti karantina dan acara final GADIS Sampul 2005 di Jakarta. Berikut adalah nama yang lolos menjadi semifinalis:[27]

Nama Kota asal Usia Sekolah asal
Aghnesia Meisha Putri Pekanbaru 15 SMP Cendana Pekanbaru
Andi Mutiara Pertiwi Basro Makassar 15 SMPK Rajawali Makassar
Arini Astari Jakarta 13 SMP Putra 1 Jakarta
Arvia Nabila Jakarta 14 SMP Al-Ikhlas Jakarta
Aulia Sarah Jakarta 14 SMP Negeri 111 Jakarta
Bunga Jelitha Ibrani Jakarta 13 SMP Negeri 1 Jakarta
Clara Suzana Sharlin N. Balikpapan 15 SMP Nasional KPS Balikpapan
Esmeralda Rosita Yogyakarta 14 SMP Taman Dewasa Yogyakarta
Etteu Putri Pratiwi Kushendar Bandung 15 SMP Negeri 2 Bandung
Fairuz Baraba Tegal 15 SMP Al Irsyad Tegal
Farida Ayu Saraswati Surabaya 16 SMA Negeri 9 Surabaya
Fetty Marfiana Picesti Aris Pekanbaru 15 SMP Negeri 1 Pekanbaru
Fitria Zuraida Jakarta 16 SMA Negeri 4 Jakarta
Gracia Paramitha Surabaya 16 SMAK Petra 2 Surabaya
Gressa Ramadhanty Palembang 15 SMA Kusuma Bangsa Palembang
Ika Fiyonda Putri Jakarta 17 SMA Al Azhar Jakarta
Indah Indriana Jakarta 16 SMA Negeri 4 Jakarta
Ingrid Maria Pangalila Surabaya 16 SMAK St. Louis 1 Surabaya
Inzalna Balqis Medan 14 SMP Harapan 1 Medan
January Christy Santoso Madiun 17 SMA Negeri 3 Madiun
Larasati Dameria Jakarta 16 SMA Negeri 8 Jakarta
Martina Aisha Putri Bandung 14 SMP Negeri 1 Bandung
Meriza Febriani Batubara Bandung 16 SMA Negeri 24 Bandung
Miria Kardjundi Badung 15 SMPK Saverdi Tuban Bali
Nadia Sarah Cahyanda Jakarta 16 SMA Negeri 78 Jakarta
Neno Ayu Luthfia Jakarta 16 SMA Labschool Cinere Jakarta
Putri Intan Amalia Semarang 14 SMP Negeri 1 Ungaran
Putu Febrika Mitamadela Surabaya 15 SMP Negeri 1 Surabaya
Rivanti Adelia Rahmat Bandung 14 SMP Negeri 28 Bandung
RR. Marissa Dwi Sukmadewi Harsono Semarang 17 SMA Negeri 1 Semarang
Sarah Fricilia Nadira Jakarta 15 SMP Negeri 103 Jakarta
Shabina Catherine Pamela Jakarta 14 SMP Negeri 74 Jakarta
Sheila Nuraisyah Tohir Jakarta 15 SMP Negeri 11 Jakarta
Silvira Cessa Jakarta 14 SMP Negeri 117 Jakarta
Stephanie Sara Adriana Patty Salatiga 15 SMA Negeri 1 Salatiga
Tantry Namirah A. Palembang 14 SMP Negeri 1 Palembang
Tika Putri Astari Bekasi 15 SMA Negeri 71 Jakarta
Trisha Anisha Febrius Bogor 16 SMA Negeri 1 Bogor
Tsania Marwa Jakarta 14 SMP Negeri 75 Jakarta
Yunisha Widharna

(almh.)

Jakarta 15 SMA Sumbangsih Jakarta

Catatan: nama-nama yang ditebalkan lolos menjadi finalis dan akan mengikuti karantina di Jakarta.

Unggulan

Dari 9.853 formulir[28] yang masuk ke meja redaksi majalah GADIS, terpilihlah 350 lebih nama calon unggulan yang akan mengikuti penjurian calon unggulan yang diadakan di Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan Jakarta. Para calon unggulan akan disaring menjadi unggulan yang akan dipilih menjadi semi finalis.

Unggulan 1

37 peserta unggulan pertama GADIS Sampul 2005 diumumkan di majalah GADIS edisi 13 tahun 2005 yang terbit pada 9 Mei 2005. Unggulan yang diumumkan di edisi ini adalah unggulan yang terpilih setelah mengikuti penilaian calon unggulan di Yogyakarta dan Surabaya.[29]

Berikut adalah 15 nama yang terpilih sebagai unggulan dari peserta calon unggulan yang mengikuti penjurian unggulan GADIS Sampul 2005 di Yogyakarta:

Nama Kota asal Usia Sekolah asal
Annisa Rahma H. Yogyakarta 15 SMP Negeri 8 Yogyakarta
Astrid Wijaya Surakarta 16 SMA Negeri 3 Surakarta
Erika Kusuma D. Yogyakarta 17 SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
Esmeralda Rosita Yogyakarta 15 SMP Taman Dewasa Yogyakarta
Fairuz Baraba Tegal 15 SMP Al Irsyad Tegal
Gadis P. Rizky Salatiga 17 SMA Laboratorium Kristen Satyawacana Salatiga
Hesti Puspitasari Semarang 16 SMA Negeri 8 Semarang
Monica Angelina W. Semarang 15 SMA Karangturi Semarang
Prisca Femina K. Semarang 17 SMA Sedes Septiante Semarang
Putri Intan A. Semarang 14 SMP Negeri 1 Semarang
RR. Marissa Dwi Sukmadewi Harsono Semarang 17 SMA Negeri 1 Semarang
Stephanie Sara Adriana Patty Salatiga 15 SMA Negeri 1 Salatiga
Theresia Anggita O. Semarang 16 SMA Kolese Loyola Semarang
Tiara Arum S. Semarang 17 SMA Kesatrian Semarang
Vicentcia Putri A. Yogyakarta 14 SMP Negeri 8 Yogyakarta

Catatan: nama-nama yang ditebalkan adalah nama-nama peserta yang lolos ke tahap semi final.

Berikut adalah nama 22 peserta unggulan yang terpilih dari calon unggulan yang mengikuti penjurian di Surabaya:

Nama Kota asal Usia Sekolah asal
Adinda Kusuma W. Malang 16 SMA Negeri 5 Malang
Amelindha V. T. P. Sidoarjo 16 SMA Negeri 1 Sidoarjo
Andalia Risnova Sidoarjo 16 SMA Negeri 3 Sidoarjo
Anggita Iriani Malang 17 SMA Negeri 5 Malang
Anindita Wiranti Denpasar 14 SMP Santo Yoseph Denpasar Bali
Andi Mutiara Pertiwi Basro Makassar 15 SMPK Rajawali Makassar
Clara Suzana Sharlin N. Balikpapan 15 SMP Nasional KPS Balikpapan
Farida Ayu Saraswati Surabaya 16 SMA Negeri 9 Surabaya
Gracia Paramitha Surabaya 16 SMAK Petra 2 Surabaya
Humaira Yasmin Malang 16 Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang
Ingrid Maria Pangalila Surabaya 16 SMAK St. Louis 1 Surabaya
January Christy Santoso Madiun 17 SMA Negeri 3 Madiun
Mariska Yuliswan Surabaya 18 SMA Negeri 17 Surabaya
Miria Kardjundi Badung 15 SMPK Saverdi Tuban Bali
Natasha Karina A. Surabaya 15 SMA Negeri 5 Surabaya
Priska Thambunan Surabaya 16 Ciputra High School Surabaya
Putri Astuti H. Pontianak 15 SMP Negeri 3 Pontianak
Putu Febrika Mitamadela Surabaya 15 SMP Negeri 1 Surabaya
Rafika Anggraini P. Surabaya 13 SMPK Petra 5 Surabaya
Ria Febriana S. Denpasar 14 SMP Santo Yoseph Denpasar Bali
Sisy Anggraeni Surabaya 16 SMA Negeri 17 Surabaya
Vinna Natalie W. W. Sidoarjo 16 SMAK Petra 4 Sidoarjo

Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama-nama peserta yang lolos ke babak semi final.

Unggulan 2

Di majalah GADIS edisi 14 tahun 2005 (terbit 20 Mei 2005), diumumkan 35 nama yang terpilih sebagai unggulan kedua GADIS Sampul 2005. 35 orang unggulan ini berasal dari Sumatra bagian utara dan Jawa Barat yang telah melalui proses penjurian calon unggulan di Medan dan Bandung.[30]

Berikut adalah 15 nama peserta unggulan yang lolos ke babak unggulan setelah mengikuti penjurian calon unggulan di Medan:

Nama Kota asal Usia Sekolah asal
Agneshia Meisha Putri Pekanbaru 15 SMP Cendana Pekanbaru
Cinthya Putri Medan 17 SMA Dharmawangsa Medan
Cut Aigia Wulan Safitri Banda Aceh 17 SMA Negeri 3 Banda Aceh
Dara Permata Sari Medan 17 SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan
Dhea Myra Ratna Sari Medan 15 SMP Harapan 2 Medan
Dewi Muhardiah Pekanbaru 15 SMA Negeri 1 Pekanbaru
Fetty Marfiana Picsesti Aris Pekanbaru 15 SMP Negeri 1 Pekanbaru
Friza Kinanti Rambe Medan 17 SMA Negeri 1 Medan
Hailati Pertiwi Medan 14 SMP Al Ulum Medan
Hanan Permata Sari Medan 15 SMP Negeri 2 Medan
Inzalna Balqis Medan 14 SMP Harapan 1 Medan
Isabella Widuri Pekanbaru 16 SMA Swasta 5 Cendana Mandau Pekanbaru
Nancy Mayditha Pekanbaru 16 SMA Negeri 1 Pekanbaru
Susan Filani Sembiring Medan 17 SMA Sutomo 1 Medan
Tengku Nuranasmita N. Medan 15 SMP Harapan 2 Medan

Catatan: nama-nama yang ditebalkan adalah nama-nama yang terpilih sebagai semi finalis.

Berikut adalah nama 20 peserta unggulan yang terpilih dari calon unggulan yang mengikuti penjurian calon unggulan di Bandung:

Nama Kota asal Usia Sekolah asal
Annisa Pagih Bandung 17 SMA Negeri 5 Bandung
Carissa Charlene Bandung 17 SMA Advent Cimindi Bandung
Dewi Herna Samsihat Bandung 15 SMP Negeri 11 Bandung
Etteu Putri Pratiwi Kusnendar Bandung 15 SMP Negeri 2 Bandung
Indah Anggraini Bandung 13 SMP Negeri 13 Bandung
Klara Nitha Christie Bandung 14 SMP Aloysius Bandung
Leona Dwi Agustine Bandung 14 SMP Negeri 2 Bandung
Martina Aisha Putri Bandung 14 SMP Negeri 2 Bandung
Meriza Febriani Batubara Bandung 16 SMA Negeri 24 Bandung
Nidya Desianti Bandung 15 SMA Negeri 8 Bandung
Nuriati Kartika Bandung 14 SMP Negeri 2 Bandung
RD. Adelia Sekarningrum Bandung 16 SMA Negeri 5 Bandung
Ratu Vicka Dewi Asri Bandung 17 SMA Negeri 17 Bandung
Ria Rachmawaty Cimahi 15 SMP Negeri 6 Cimahi
Rivanti Adelia Rahmat Bandung 14 SMP Negeri 28 Bandung
Saran Sakina Bandung 13 SMP Negeri 13 Bandung
Thirsa Melisa Bandung 17 SMA BPI 2 Bandung
Tien Soesy Soesanty Bandung 15 SMA Negeri 17 Bandung
Trisa Anisha Febrius Bogor 16 SMA Negeri 1 Bogor
Yury Fatma Sarassita Bekasi 16 SMA Al Azhar 4 Bekasi

Catatan: nama-nama yang ditebalkan adalah nama-nama yang terpilih sebagai semi finalis.

Unggulan 3

Setelah pengumuman unggulan penjurian Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung, akhirnya majalah GADIS edisi 15 tahun 2005 (yang terbit pada 31 Mei 2005) mengumumkan unggulan ketiga. Unggulan ketiga ini adalah hasil dari penjurian peserta calon unggulan yang diadakan di Jakarta. Peserta calon unggulan yang mengikuti audisi di Jakarta datang dari wilayah Jabodetabek dan beberapa kota di Sumatra.[31]

Berikut adalah nama-nama 53 peserta yang terpilih sebagai unggulan GADIS Sampul 2005:

Nama Kota asal Usia Sekolah asal
Anastasia Larasati Jakarta 16 SMA Negeri 58 Jakarta
Anggaris Anggia C. P. Jakarta 15 SMA Pembangunan Jaya Jakarta
Anggie Jakarta 16 SMA Negeri 6 Jakarta
Arini Astari Jakarta 13 SMP Putra 1 Jakarta
Arvia Nabila Jakarta 14 SMP Al-Ikhlas Jakarta
Aubry Widdy Asteria Beer Jakarta 14 SMP St. Theresia Jakarta
Aulia Sarah Jakarta 14 SMP Negeri 111 Jakarta
Bunga Jelitha Ibrani Jakarta 13 SMP Negeri 1 Jakarta
Caroline Cassandra R. Bekasi 15 SMP St. Bellarminus II Bekasi
Cut Keumala Risky Amelia Depok 14 SMP Negeri 7 Depok
Cut Rizky Hazen Jakarta 16 SMA Negeri 21 Jakarta
Deta Marshavidia Jakarta 16 SMA Labschool Jakarta
Devi Iriyanti Jakarta 15 SMP Van Lith Jakarta
Dian Febrianti Pangkalpinang 17 SMA Negeri 3 Pangkalpinang
Drisha Wijayanka Idris Jakarta 16 SMA Yadika 1 Jakarta
Dwi Vinska Putri Bandar Lampung 13 SMP Negeri 9 Bandar Lampung
Fita Rachima Jakarta 16 SMA Labschool Jakarta
Fitria Zuraida Jakarta 16 SMA Negeri 4 Jakarta
Gressa Rahmadanty Palembang 15 SMA Kusuma Bangsa Palembang
Ika Fiyonda Putri Jakarta 17 SMA Al Azhar Jakarta
Inda Endaliani Jakarta 16 SMA Al Azhar Jakarta
Indah Indriana Jakarta 16 SMA Negeri 4 Jakarta
Indah Nursetyaningrum Tangerang 14 SMP Negeri 4 Tangerang
Intan Nuraini Jakarta 13 SMP Negeri 245 Jakarta
Jesica Isella Tangerang 15 SMP Strada Santa Maria 2 Tangerang
Jessica Soraya Bogor 15 SMP Mardi Waluya Bogor
Juwita Maritsa Jakarta 14 SMP Negeri 115 Jakarta
Larasati Dameria Jakarta 16 SMA Negeri 8 Jakarta
Leuvenia Vernanda Padang 14 SMP Adabiah Padang
Maryam Angela Jakarta 13 SMP Negeri 73 Jakarta
Meidy Safitri Suria Jakarta 16 SMA Bakti Mulya 400 Jakarta
Melia Andretti Jakarta 17 SMAK Notre Dame Jakarta
Mesya Sahada Bogor 13 SMP Madania Bogor
Milka Anisya Nurasiya Jakarta 13 SMP Labschool Jakarta
Mutiara Anissa Jakarta 13 SMP Al Azhar Jakarta
Nadia Sarah Cahyanda Jakarta 16 SMA Negeri 78 Jakarta
Neno Ayu Lutfia Jakarta 16 SMA Labschool Cinere
Rosa Serena Jakarta 15 SMP Pelita Harapan Jakarta
Rasha Sofyan Bekasi 14 SMPI Sullamul Istiqomah Bekasi
Ratih Kartika Putri Bekasi 15 SMP Negeri 3 Bekasi
Reisi Restroika Jakarta 14 SMP Negeri 216 Jakarta
Sarah Fricilia Nadira Jakarta 15 SMP Negeri 105 Jakarta
Sarah Sugandy Jakarta 16 Bina Nusantara High School Jakarta
Shabina Catherine Pamela Jakarta 14 SMP Negeri 74 Jakarta
Sheila Nuraisyah Tohir Jakarta 15 SMP Negeri 11 Jakarta
Sheila Sadiah Said Jakarta 15 SMIP Paramitha Jakarta
Silvira Cessa Jakarta 14 SMP Negeri 117 Jakarta
Tantry Namirah A. Palembang 14 SMP Negeri 1 Palembang
Tiara Octa R. Jakarta 14 SMP Negeri 216 Jakarta
Tika Putri Astari Jakarta 15 SMA Negeri 71 Jakarta
Tsania Marwa Jakarta 14 SMP Negeri 75 Jakarta
Wulan Lestari N. Pekanbaru 17 SMA Negeri 8 Pekanbaru
Yunisha Widharna

(almh.)

Jakarta 15 SMA Sumbangsih Jakarta

Catatan: nama yang ditebalkan terpilih menjadi semifinalis.

Trivia

  • Yunisha Widharna meninggal pada 15 April 2014 karena penyakit demam berdarah.
  • Fetty Marfiana Picsesti Aris adalah adik sepupu dari Zatasa Aris, finalis GADIS Sampul 2001.
  • Inzalna Balqis adalah adik kandung dari Giana Ricca, finalis GADIS Sampul 2003.
  • Pembukaan pendaftaran GADIS Sampul di undur ke Februari 2005 karena proses pemilihan Cowoknya GADIS (ajang pemilihan remaja pria inspiratif yang pesertanya adalah siswa SMA yang direkomendasikan oleh siswi SMA yang mendaftarkan teman sekolah mereka ke redaksi majalah GADIS) pertama pada awal 2005.
  • Beberapa nama terkenal sempat mengikuti pemilihan GADIS Sampul 2005 tetapi tidak lolos sampai babak finalis, berikut nama-nama mereka:
  • Selain beberapa nama terkenal, ada beberapa nama yang terpilih sebagai finalis di pemilihan GADIS Sampul tahun berikutnya tetapi tidak terpilih sebagai finalis pada tahun 2005, seperti:
    • Etteu Putri Pratiwi Kushendar, Farida Ayu Saraswati, dan Mutiara Annisa terpilih sebagai finalis di pemilihan GADIS Sampul 2006.
    • Aubry Beer (Aubry Widdy Asteria Beer) dan Leuvenia Vernanda terpilih sebagai finalis di pemilihan GADIS Sampul 2007.
  • Kerabat dekat artis pun ada yang mengikuti pemilihan ini tetapi tidak terpilih sebagai finalis:
    • Inggrid Maria Pangalila, kakak dari aktor Randy Pangalila, hanya berhasil sebagai semi finalis.[33]

Referensi

  1. ^ "Hari-hari GADIS Sampul 2005". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005). 2005-07-22.
  2. ^ "Teaser GADIS Sampul 2005". Majalah GADIS Edisi 19 Tahun 2005 (15 - 23 Juli 2005). 2005-05-12.
  3. ^ Susanti, Novi (2005-05-10). "Calon Unggulan Jogja, Lolos 60%". Majalah GADIS Edisi 13 Tahun 2005 (12 - 22 Mei 2005).
  4. ^ Hariana, Desiyanti (2005-05-10). "6 Jam Menunggu di Surabaya!". Majalah GADIS Edisi 13 Tahun 2005 (12 - 22 Mei 2005).
  5. ^ Lianingtyas, Yunita (2005-05-20). "Giliran Medan, Cantik Semua!". Majalah GADIS Edisi 14 Tahun 2005 (23 Mei - 1 Juni 2005).
  6. ^ Dharmasaputra, Mudhita (2005-05-20). "Bandung Dibikin Deg-degan!". Majalah GADIS Edisi 14 Tahun 2005 (23 Mei - 1 Juni 2006).
  7. ^ Probo, Vega (2005-05-31). "Jakarta Paling Banyak!". Majalah GADIS Edisi 15 Tahun 2005 (2 - 12 Juni 2005).
  8. ^ "Sibuk! Seru! Senyum!". Majalah GADIS Edisi 19 Tahun 2005 (15 - 23 Juli 2005). 2005-07-12.
  9. ^ Nursasongko, author (2005-07-22). "Hari Pertama, Nih...". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005).
  10. ^ Dewi, Tika (2005-07-22). "Belajar Jadi Model Profesional!". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005).
  11. ^ Dewi, Tika (2005-07-22). "Asyik Belanja...!". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005).
  12. ^ "Cip-icip... Asyik!". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005). 2005-07-22.
  13. ^ "Kenyaaaang...". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2000 (24 Juli - 4 Agustus 2005). 2005-07-22.
  14. ^ "Sahabat Setia Finalis". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005). 2005-07-22.
  15. ^ Hariana, Desiyanti (2005-07-22). "'Uji Nyali' di Depan Juri". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005).
  16. ^ Rosasanti, Lilin (2005-07-22). "Kini Tinggal Kenangan". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005).
  17. ^ a b c d e f g Nursasongko, author (2005-07-22). "Full Surprise! Viva Vintage Party!!". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005).
  18. ^ Hera, author (2005-07-22). "Sebelum Naik Panggung". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005).
  19. ^ "Ini Dia Pemenangnya!". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005). 2005-07-22.
  20. ^ "20 Finalis GADIS Sampul 2005". Majalah GADIS Edisi 17 Tahun 2005 (24 Juni - 2 Juli 2005). 2005-06-21.
  21. ^ "20 Teman Baru GADIS!". Majalah GADIS Edisi 18 Tahun 2005 (3 - 13 Juli 2005). 2005-07-01.
  22. ^ Hida, Taufik el (2022-08-21). "Inilah Profil Tara Basro, Trending di Twitter Disebut Aktris dengan Akting Terbagus! - Klik Anggaran". Inilah Profil Tara Basro, Trending di Twitter Disebut Aktris dengan Akting Terbagus! - Klik Anggaran. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-27. Diakses tanggal 2022-09-09.
  23. ^ Karasuma, Yumi. "Profil Aulia Sarah, Pemeran Badarawuhi di KKN Desa Penari yang Berprofesi jadi Presenter, Model dan Akting - Portal Purwokerto". portalpurwokerto.pikiran-rakyat.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-27. Diakses tanggal 2022-09-09.
  24. ^ P, Chellyn Indra (2017-04-01WIB20:15:58+00:00). "Profil Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani Lulusan SMA yang Punya Segudang Prestasi". Solopos.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-01. Diakses tanggal 2022-09-09. ;
  25. ^ Gani, Muliadi (2022-02-09). "Indah Indriana, Aktris Spesialis Pemeran Pelakor". Prohaba.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-27. Diakses tanggal 2022-09-09.
  26. ^ Afidah, Siti Nurul. "Profil Tsania Marwa Pemeran Rina di Sinetron Cinta Setelah Cinta SCTV, Lengkap Umur, Nama Asli, Mantan Suami - Kabar Lumajang". kabarlumajang.pikiran-rakyat.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-27. Diakses tanggal 2022-09-09.
  27. ^ "40 Semifinalis GADIS Sampul 2005". Majalah GADIS Edisi 16 Tahun 2005 (13 - 23 Juni 2005). 2005-06-10.
  28. ^ Ambardini, Didin P. (2005-07-22). "Dari Redaksi". Majalah GADIS Edisi 20 Tahun 2005 (24 Juli - 4 Agustus 2005).
  29. ^ "Unggulan I GADIS Sampul 2005". Majalah GADIS Edisi 13 Tahun 2005 (12 - 22 Mei 2005). 2005-05-09.
  30. ^ "Unggulan II GADIS Sampul 2005". Majalah GADIS Edisi 14 Tahun 2005 (23 Mei - 1 Juni 2005). 2005-05-20.
  31. ^ a b "Unggulan III GADIS Sampul 2005". Majalah GADIS Edisi 15 tahun 2005 (2 - 12 Juni 2005). 2005-05-31.
  32. ^ Aziz, Margie (2006-01-27). "Satu Kamar Berdua!". Majalah GADIS Edisi 03 Tahun 2006 (31 Januari - 9 Februari 2006).
  33. ^ Tracy, Mariska (2011-04-15). "Cewek Inspiratif di Sekeliling Randy Pangalila". Majalah GADIS Edisi 11 Tahun 2011 (19 - 28 April 2011).

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement