G. R. Pantouw

G. R. Pantouw
Pantouw, 1947
Menteri Urusan Sosial Negara Indonesia Timur ke-2
Masa jabatan
2 Juni 1947 – 11 Oktober 1947
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
Perdana MenteriNadjamuddin Daeng Malewa
Sebelum
Pendahulu
Julius Tahija
Pengganti
Abdoellah Daeng Mappoedji
Sebelum
Menteri Kesehatan Negara Indonesia Timur ke-1
Masa jabatan
13 Januari 1947 – 2 Juni 1947
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
Perdana MenteriNadjamuddin Daeng Malewa
Sebelum
Pendahulu
Tidak ada, jabatan baru
Pengganti
Julius Tahija
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1910-10-30)30 Oktober 1910[1]
Manado, Hindia Belanda
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Godlief Rudolf Pantouw (lahir 30 Oktober 1910) [a] adalah seorang politikus dan pengusaha Indonesia keturunan Minahasa . Ia menjabat dalam kabinet Negara Indonesia Timur sebagai menteri sosial dan menteri penerangan pada tahun 1947. Ia juga aktif dalam gerakan nasionalis Indonesia, menjadi anggota berbagai organisasi pemuda. Ia kemudian menjadi dosen di Universitas Hasanuddin .

Godlief Rudolf Pantouw lahir di Manado, sebuah kota di Sulawesi Utara saat ini, pada tanggal 30 Oktober 1910. Ia aktif dalam organisasi pemuda Jong Minahasa dan menjadi salah satu wakilnya pada Kongres Pemuda kedua yang diadakan pada tanggal 27–28 Oktober 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Pantouw juga aktif di perhimpunan Indonesia Moeda. Selama tahun 1930-an, ia bekerja sebagai guru di Sekolah Rakjat Pergoeroean di Makassar . Namun, ia diskors dan kemudian dilarang mengajar oleh pemerintah Hindia Belanda karena dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban. Pada tahun 1938, ia mencalonkan diri untuk menduduki kursi di Gemeenteraad (dewan kota) Manado.

Perjuangan kemerdekaan

Pada masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda, Pantouw bergabung dengan organisasi Syukai Gi In di Makassar. Setelah menyerahnya Jepang pada Sekutu dan proklamasi kemerdekaan Indonesia , organisasi ini mengubah namanya menjadi Sumburan Darah Rakyat (Sudara). Meskipun aktif di organisasi-organisasi seperti Sudara dan Partai Kedaulatan Rakyat, Pantouw memutuskan untuk bekerja sama dengan Belanda setelah menyadari ketidakmampuannya untuk mencapai banyak hal dengan organisasi-organisasi tersebut. Ia bergabung dengan kabinet pertama Negara Indonesia Timur ( NIT) yang didukung Belanda pada tahun 1947 sebagai menteri kesehatan di bawah Perdana Menteri Nadjamuddin Daeng Malewa yang juga seorang nasionalis. [3]

Sebagai seorang menteri, Pantouw menaruh perhatian pada penanggulangan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh rakyat Indonesia Timur. [3] Ia menyadari citra NIT sebagai sebuah negara boneka Belanda, tetapi bertekad untuk menggunakan NIT sebagai alat untuk mendorong Belanda meninggalkan kolonialisme. Ia berpendapat bahwa "tidak mungkin bagi Republik Indonesia yang baru diproklamasikan— yang tidak memiliki kekuatan, tentara, dan senjata di wilayah ini—untuk melawan Belanda secara efektif." Oleh karena itu, bergabung dengan NIT sangat penting untuk memajukan perjuangan kemerdekaan Indonesia mengingat kondisi politik saat itu. [3]Revolusi akhirnya berakhir pada tahun 1949, namun kaum nasionalis tetap melanjutkan tujuan mereka untuk membubarkan NIT dan mendirikan kembali negara kesatuan. [3] Peristiwa Andi Azis mempercepat perundingan dan NIT dibubarkan pada tahun 1950. [3]

Karier selanjutnya

Pantouw menjadi dosen di Akademi Jurnalis Djakarta pada tahun 1950-an, bersama Parada Harahap dan Sitor Situmorang . Selama tahun 1960-an, ia mengajar di Sekolah Tinggi Pers dan Penerbitan yang baru didirikan, sebuah perguruan tinggi swasta untuk pendidikan jurnalistik, yang kemudian digabung menjadi Universitas Hasanuddin . Setelah itu, ia menjabat sebagai kepala program studi jurnalistik di universitas tersebut.

  1. ^ Tanggal dan tempat kematiannya tidak diketahui. [2]
  1. ^ Nancy, Yonada (26 October 2023). "Sejarah Jong Minahasa dan Perannya dalam Sumpah Pemuda" [History of Jong Minahasa and its Role in the Youth Pledge]. tirto.id. Diakses tanggal 28 August 2024.
  2. ^ Sunjayadi, Ahmad. "G. R. Pantouw". Encyclopedia of Indonesian History. Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. Diakses tanggal 28 August 2024.
  3. ^ a b c d e Husain, Sarkawi B. (2023). "From the Parliament to the Streets: The State of East Indonesia, 1946–1950". Dalam Purwanto, Bambang; Frakking, Roel; Wahid, Abdul; van Klinken, Gerry; Eickhoff, Martijn; Yulianti; Hoogenboom, Ireen (ed.). Revolutionary Worlds: Local Perspectives and Dynamics during the Indonesian Independence War, 1945–1949. Diterjemahkan oleh Hanafi, Taufiq. Amsterdam University Press. hlm. 201–15. doi:10.2307/jj.399493.12. ISBN 978-90-485-5686-1. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "RW" didefinisikan berulang dengan isi berbeda

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement