Fragmen litik (geologi)

Lithic fragments, atau litik, adalah fragmen batuan asal yang telah mengalami proses pelapukan dan erosi hingga terdegradasi menjadi ukuran pasir, sehingga hadir sebagai butiran dalam batuan sedimen. Dalam pengertian modernnya, istilah ini pertama kali diperkenalkan dan didefinisikan secara sistematis oleh Bill Dickinson pada tahun 1970 sebagai bagian dari kerangka analitis untuk mengklasifikasikan komponen penyusun batuan sedimen klastik.[1] Litik dapat berasal dari berbagai jenis batuan sumber, termasuk batuan sedimen, beku, maupun metamorf, sehingga keberadaannya dalam suatu endapan mencerminkan keragaman geologi daerah asal serta tingkat energi dan jarak transportasi sedimen.

Secara khusus, sebuah lithic fragment ditentukan melalui metode penghitungan titik Gazzi–Dickinson, yakni suatu pendekatan petrografi yang menekankan penghitungan butiran individual pada skala mineralogi, bukan pada skala fragmen batuan yang lebih besar. Dengan demikian, litik didefinisikan sebagai fragmen batuan yang berada dalam fraksi berukuran pasir menurut kriteria metode tersebut. Butiran pasir dalam batuan sedimen yang merupakan fragmen batuan lebih besar tetapi tidak diidentifikasi menggunakan metode Gazzi–Dickinson biasanya disebut sebagai rock fragments, bukan lithic fragments, untuk membedakannya secara terminologis maupun metodologis dalam analisis petrografi.

Batuan pasir yang mengandung proporsi tinggi litik dikenal sebagai lithic sandstones atau batu pasir litik, dan keberadaannya sering dikaitkan dengan lingkungan tektonik aktif, seperti busur magmatik atau zona orogenik, di mana proses erosi cepat menghasilkan pasokan material litik yang melimpah. Kehadiran litik dalam batuan pasir tidak hanya berperan dalam klasifikasi batuan, tetapi juga menjadi indikator penting dalam rekonstruksi sejarah tektonik, evolusi cekungan sedimentasi, serta pola transportasi dan deposisi sedimen.

Tipe

Igneous (Lv)

Fragmen litik yang berasal dari batuan beku umumnya mencakup berbagai tipe tekstural, seperti tekstur granular yang lazim ditemukan pada material vulkanik bersifat lebih felsik (misalnya yang berkaitan dengan komposisi rhyolitik), tekstur mikrolitik yang khas pada batuan berkomposisi menengah seperti andesitik, tekstur lathwork yang sering muncul pada batuan mafik seperti basaltik, serta tekstur vitric atau gelas vulkanik yang menunjukkan pendinginan magma secara sangat cepat. Klasifikasi tersebut hanya memberikan korelasi komposisi yang bersifat aproksimatif, sebab variabilitas proses vulkanik dan kondisi erupsi dapat menghasilkan karakter tekstural yang saling tumpang tindih.[2][3]

Dalam konteks definisi formal, fragmen batuan beku intrusif tidak dapat digolongkan sebagai fragmen litik. Hal ini disebabkan oleh syarat bahwa fragmen litik harus mewakili komponen batuan vulkanik atau permukaan yang mengalami disintegrasi mekanis atau erosi, bukan fragmen plutonik yang terbentuk jauh di bawah permukaan bumi.

Sedimentary (Ls)

Fragmen litik yang berasal dari batuan sedimen dapat mencakup berbagai tipe, seperti fragmen batulumpur (shale), batulanau (siltstone), maupun fragmen kerts (chert). Fragmen ini sering terbentuk melalui proses pelapukan dan erosi yang menghasilkan pecahan batuan sedimen berukuran pasir. Keberadaan fragmen litik sedimen dalam batuan pasir memberikan informasi penting mengenai lingkungan sumber (provenance), intensitas transportasi, serta stabilitas mineral dan batuan yang mengalami daur ulang dalam sistem sedimen.

Metamorphic (Lm)

Fragmen litik metamorf dapat mencakup berbagai jenis, antara lain fragmen sekis berbutir halus, filit, serta jenis metamorf lain yang menunjukkan foliasi halus dan komposisi mineral stabil pada kondisi tekanan dan temperatur menengah. Fragmen seperti ini biasanya dihasilkan dari erosi pada kompleks metamorf yang terangkat, dan keberadaannya membantu peneliti menentukan tingkat metamorfisme, sejarah tektonik, serta pola pengangkutan sedimen dari daerah sumber menuju cekungan pengendapan.

Referensi

  1. ^ William R. Dickinson (1970). "Interpreting Detrital Modes of Graywacke and Arkose". SEPM Journal of Sedimentary Research. Vol. 40. doi:10.1306/74d72018-2b21-11d7-8648000102c1865d. ISSN 1527-1404.
  2. ^ Scroggs, Andrea; Klemetti, Erik; Mcleod, Jennifer; Kent, Adam (2021). "EXPLORING CORRELATIONS BETWEEN TUMALO VOLCANIC CENTER DEPOSITS WITH QUARTZ AND PLAGIOCLASE CATHODOLUMINESCENCE ZONING PATTERNS". Geological Society of America Abstracts with Programs. Geological Society of America. doi:10.1130/abs/2021am-366883.
  3. ^ Affolter, Mathew D.; Ingersoll, Raymond V. (2019-06-03). "Quantitative Analysis of Volcanic Lithic Fragments". Journal of Sedimentary Research (dalam bahasa Inggris). 89 (6): 479–486. doi:10.2110/jsr.2019.30. ISSN 1527-1404.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement