Flatpak

Flatpak
PengembangKomunitas; awalnya dikembangkan oleh Alexander Larsson (Red Hat)
Rilis awal21 Juni 2016
Templat:Kotak info perangkat lunak/simple
Sistem operasiLinux
PlatformBerbagai distribusi Linux
JenisPenyebaran aplikasi; sandboxing
LisensiLGPL 2.1 atau yang lebih baru
Situs webflatpak.org
Repositori

Flatpak adalah perangkat lunak dan sistem manajemen aplikasi desktop untuk Linux. Flatpak menggunakan metode "kotak pasir" yang memungkinkan aplikasinya dalam lingkungan tertutup dari sistem operasi.[1][2] Flatpak sebeulnya dikenal seabgai xdg-app hingga 2016.[3]

Flatpak dirilis di bawah lisensi LGPL-2.1-or-later.[4][5] Pertama kali dirilis pada 21 Juni 2016, Flatpak mencapai versi 1.0 pada 20 Agustus 2018.[6][7] Proyek ini dimulai oleh pengembang Red Hat Alexander Larsson.[8]

Flatpak memanfaatkan fitur kernel Linux seperti cgroups, namespaces, bind mounts, dan seccomp, serta teknologi seperti OSTree dan format OCI untuk menyediakan lingkungan tertutup aplikasi dan model lintas-distribusi.[9]

Penyimpanan dan pengelolaan aplikasi Flatpak dilakukan di Flathub. [10]

Sejarah

Salah satu masalah distribus Linux adalah upaya menyediakan cara distribusi aplikasi yang terstandar di ekosistem desktop Linux, yang berceceran di berbagai sistem menurut manajer paket setiap distro.[11] Gagasan untuk menyediakan lingkungan tertutup untuk aplikasi di GNOME pertama kali diusulkan oleh Lennart Poettering pada 2013.[12]

Fitur

  • Sandboxing aplikasi untuk membatasi akses ke sistem inti.
  • Runtimes dan portals guna mengelola dependensi dan izin.
  • Distribusi lintas-distro, sehingga pengembang merilis satu paket untuk banyak distro.[9]

Ekosistem

Sejumlah distribusi Linux menyediakan integrasi Flatpak melalui pusat aplikasi grafis (mis. GNOME Software/Discover) dan repositori pihak ketiga seperti Flathub.[13]

Perbandingan

Artikel dan ulasan sering membandingkan Flatpak dengan Snap dan AppImage. Fokusnya mencakup model sandbox, ukuran paket, serta dukungan ekosistem.[13][14]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Flatpak Frequently Asked Questions". Flatpak. Diakses tanggal 2025-10-16. It can be, but it doesn't have to be. Since a desktop application would require quite extensive changes in order to be usable when run inside a container you will likely see Flatpak mostly deployed as a convenient library bundling technology early on...
  2. ^ Willis, Nathan (2015-01-21). "GNOME and application sandboxing revisited". LWN.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-25. Diakses tanggal 2025-10-16.
  3. ^ Larsson, Alexander (2016-05-09). "Renamed to flatpak in git". Freedesktop.org. Diakses tanggal 2025-10-16.
  4. ^ "Debian copyright for flatpak". Debian (dalam bahasa Inggris).
  5. ^ "flatpak-docs (Arch Linux ARM)". Arch Linux ARM (dalam bahasa Inggris). 23 Juni 2025.
  6. ^ "Flatpak Released". Flatpak.org (dalam bahasa Inggris). 21 Juni 2016.
  7. ^ "Flatpak 1.0 Released, Ready for Prime Time". Flatpak.org (dalam bahasa Inggris). 20 Agustus 2018.
  8. ^ "Alexander Larsson". Red Hat (dalam bahasa Inggris).
  9. ^ a b "Frequently Asked Questions". Flatpak.org (dalam bahasa Inggris).
  10. ^ "Why Flathub?". Flathub Documentation (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-16.
  11. ^ "Flatpak – a history". GNOME Blogs (dalam bahasa Inggris). 20 Juni 2018.
  12. ^ Poettering, Lennart. "Sandboxed applications for GNOME". GUADEC 2013. Diakses tanggal 2025-10-16.
  13. ^ a b "Snappy versus Flatpak: Which is the best for desktop Linux?". Ars Technica (dalam bahasa Inggris). 2 September 2019.
  14. ^ "Distributing free software on Linux with Flatpak". LWN.net (dalam bahasa Inggris). 2 Maret 2016.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement