Ereksi kematian

Ereksi kematian (rigor erectus), yang juga dikenal dengan sebutan nafsu malaikat atau kekakuan terakhir,[1] adalah kondisi di mana penis mengalami ereksi setelah kematian. Keadaan ini secara medis tergolong sebagai priapisme yang muncul pada jasad laki-laki, terutama mereka yang meninggal karena hukuman gantung. Fenomena ini diyakini terjadi akibat adanya tekanan pada otak kecil yang ditimbulkan oleh jeratan tali gantung. Cedera pada sumsum tulang belakang juga diketahui dapat memicu priapisme, baik pada orang hidup maupun setelah kematian.

Kematian akibat gantung diri atau hukuman gantung terbukti memengaruhi organ kelamin, baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, bibir kemaluan dan klitoris dapat membengkak, bahkan kadang muncul keluarnya darah dari vagina. Sementara pada pria, kondisi ini sering ditandai dengan ereksi penis yang hampir sempurna, disertai keluarnya air seni, lendir, atau cairan prostat. Fenomena tersebut tercatat terjadi pada sekitar sepertiga kasus.

Selain penggantungan, penyebab kematian lain juga bisa menimbulkan reaksi serupa, misalnya luka tembak fatal di kepala, kerusakan pembuluh darah besar, atau kematian mendadak akibat racun. Priapisme setelah kematian biasanya menjadi penanda bahwa seseorang meninggal secara cepat dan penuh kekerasan.

Referensi

  1. ^ Helen Singer Kaplan; Melvin Horwith (1983). The Evaluation of Sexual Disorders: Psychological and Medical Aspects. United Kingdom: Brunner Routledge. ISBN 9780876303290. Diakses tanggal 2007-01-26.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement