Enny Sudarmonowati
| Enny Sudarmonowati | |
|---|---|
| Lahir | 12 September 1962 Jember, Jawa Timur |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Institut Pertanian Bogor, University of Bath |
| Pekerjaan | Peneliti |
| Dikenal atas | Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2014–2019 |
Enny Sudarmonowati (lahir 12 September 1962) adalah ilmuwan Indonesia dan peneliti pada Pusat Riset Rekayasa Genetika, Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan kepakaran Kultur Jaringan Tanaman (Bioteknologi).
Pendidikan
Enny Sudarmonowati menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Agronomi Institut Pertanian Bogor di tahun 1985 dan memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang plant biology dari University of Bath pada tahun 1990. Genetika molekuler dan rekayasa genetika untuk perbaikan sifat dan konservasi merupakan bidang kajian utama yang ditekuninya.[1] Profesor riset diraih tahun 2010 melalui orasi berjudul Pendekatan Genetika Molekuler untuk Mengatasi Masalah Pertanian dan Kehutanan yang memuat keanekaragaman hayati Indonesia berpotensi besar pemuliaan lewat rekayasa genetika.[2]
Karier
Enny Sudarmonowati menjadi peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tahun 1986 dan telah melakukan berbagai penelitian dasar serta aplikasi di lapang mencakup konservasi ex situ berbagai jenis tanaman hutan dan tanaman pertanian untuk pelestarian plasma nutfah, baik di lapang maupun di laboratorium mengombinasikan teknik konvensional dan bioteknologi. Selain konservasi, ia juga melakukan penelitian dan kegiatan pemanfaatan berkelanjutan untuk transfer teknologi ke masyarakat di beberapa daerah di Indonesia.
Selain sebagai peneliti, setelah memperoleh gelar Ph.D dari University of Bath-Inggris awal 1991, ia juga aktif sebagai aktivis lingkungan, terutama pada periode 1996 sampai dengan 2011, dengan organisasi internasional dan membentuk LSM lokal dengan program konservasi dan monitoring wildlife, monitoring kualitas air, pendidikan lingkungan, pendampingan masyarakat, dan pengelolaan sampah, serta pemanfaatan berkelanjutan biodiversitas.
Ia juga aktif di Komite Nasional MAB Indonesia dimulai sebagai Sekretaris Komite Nasional pada periode 2002–2004 dan tim Ad Hoc revitalisasi Program MAB Indonesia tahun 2003, lalu menjadi Ketua Komite Nasional MAB Indonesia semasa menjadi Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI, sekarang BRIN) pada tahun 2014–2019.[3] Pada masa ini, ia sebagai pendorong adanya logo di masing-masing cagar biosfer yang menjadikan CB Cibodas merupakan pionir yang mempunyai logo CB di Indonesia sehingga juga menjadi pionir “branding” produk unggulan yang ramah lingkungan yang disertifikasi lingkup tertentu dengan logo tersebut.
Selama menjabat sebagai President ICC MAB (International Coordinating Council Man and Biosphere) UNESCO pada periode 2018–2020,[4][5] ia sangat aktif mendorong nominasi cagar biosfer baru di Indonesia dan negara lain serta meningkatkan kualitas cagar biosfer yang sudah ada. Selain itu juga menjadi koordinator dan giat melakukan penelitian bekerja sama dengan lembaga dan perguruan tinggi nasional dan internasional, termasuk pendanaan dari UNESCO, UNDP, CIFOR, Bioversity International terkait tanaman hutan terancam punah atau yang bernilai ekonomi tinggi dengan berbagai teknik termasuk menjadi koordinator penelitian menghimpun baseline data berbagai aspek di wilayah calon cagar biosfer, seperti di Giam Siak Kecil-Bukit Batu. Hingga saat ini, ia tetap aktif berperan untuk meningkatkan kemanfaatan cagar biosfer di dalam maupun luar negeri.[6]
Penghargaan
Beberapa penghargaan tingkat internasional dan nasional, antara lain
- Inventor Award tahun 2008[7]
- 113 Inovasi Terbaik Indonesia tahun 2021[8]
- Program Fulbright Visiting Scholar tahun 2022[9]
Referensi
- ^ "BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional". BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional. Diakses tanggal 2025-06-20.
- ^ antaranews.com (2010-05-21). "LIPI Kukuhkan Tiga Profesor Riset". Antara News. Diakses tanggal 2025-06-20.
- ^ developer, mediaindonesia com. "Indonesia Incar Posisi Presiden MAB-UNESCO". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-06-20.
- ^ "Prof Dr Enny Sudarmonowati, Ketua Komite Nasional Man and Biosphere/MABUnesco untuk Indonesia "Indonesia Belum Manfaatkan Kekayaan CagarBiosfer"". INDONESIA MANDIRI | Berita Indonesia Mandiri. Diakses tanggal 2025-06-20.
- ^ "Enny Sudarmonowati: Indonesia Harus Punya Lima Puluh Cagar Biosfer". Tempo. 29 Juni 2019 | 00.00 WIB. Diakses tanggal 2025-06-20.
- ^ Enny Sudarmonowati; Kuswata Kartawinata (2022-10-07). Keragaman Vegetasi Alami Cagar Biosfer Cibodas (dalam bahasa Inggris). Penerbit BRIN. doi:10.55981/brin.471. ISBN 978-623-8052-12-7.
- ^ antaranews.com (2008-08-23). "Sunartoto dan Enny Sudarmonowati Raih Inventor Award". Antara News. Diakses tanggal 2025-06-20.
- ^ "113 Inovasi Indonesia 2021". bic.web.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-20.
- ^ Bardono, Setiyo (2022-07-25). "Peneliti BRIN Enny Sudarmonowati Sabet Fulbright Visiting Scholar Program 2022". Technology Indonesia. Diakses tanggal 2025-06-20.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


