Engku Puteri Raja Hamidah

Makam Engku Puteri Raja Hamidah di Pulau Penyengat.
Kompleks pemakaman raja di Pulau Penyengat

Engku Puteri Raja Hamidah (1774-1844) adalah tokoh dalam sejarah Kesultanan Johor-Riau-Lingga pada akhir abad ke-18. Ia dikenal sebagai permaisuri Sultan Mahmud Syah III. Engku Puteri merupakan putri sulung dari pernikahan Raja Haji Fisabilillah dengan Ratu Emas.[1]

Salah satu peran pentingnya terlihat setelah wafatnya Sultan Mahmud Syah III. Terjadi perselisihan mengenai pengangkatan sultan berikutnya, yang melibatkan campur tangan pihak luar, termasuk Belanda dan Inggris. Engku Putri yang kala itu akrab disapa Engku Hamidah memegang regalia kerajaan—alat kebesaran seperti mahkota dan cap kerajaan—yang menjadi simbol sahnya kekuasaan seorang sultan. Tanpa regalia tersebut, pelantikan sultan dianggap tidak sah menurut adat, yang kini regalia tersebut disimpan di Museum Nasional Indonesia. Dalam catatan sejarah, Engku Hamidah merupakan satu-satunya perempuan yang berani berperang mengikuti jejak sang ayah dan suami di Perairan Pulau Penyengat. Engku Hamidah yang dimakamkan di kompleks pemakaman Pulau Penyengat ini dipandang sebagai tokoh perempuan yang memegang teguh adat istiadat kerajaan.[1]

Sikapnya yang teguh menolak menyerahkan regalia kepada pihak yang tidak sesuai dengan ketentuan adat menunjukkan keberanian dan kecintaannya terhadap tradisi Melayu. Ia berusaha mempertahankan kedaulatan kerajaan dari tekanan politik asing. Peran Engku Putri Raja Hamidah menjadi bukti bahwa perempuan dalam sejarah Melayu juga memiliki posisi strategis dan berpengaruh. Namanya dikenang sebagai simbol keteguhan, kebijaksanaan, dan kehormatan dalam sejarah Kepulauan Riau yang kini namanya dipakai sebagai nama jalan di pusat kota Batam.[2]

Referensi

  1. ^ a b "Kisah Engku Puteri Raja Hamidah, Penjaga Regalia Kerajaan Melayu". daerah.sindonews.com. Diakses tanggal 2 Maret 2026.
  2. ^ "Komplek Makam Engku Putri Raja Hamidah dan Raja Ali H". disbudpar.tanjungpinangkota.go.id. Diakses tanggal 27 Jan. 2026.

Lihat juga

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement