Elizabeth Lee Hazen
| Elizabeth Lee Hazen | |
|---|---|
| Meninggal | 24 Juni 1975 (umur 89) |
| Almamater | Mississippi University for Women Columbia University |
| Dikenal atas | Developing nystatin, the first anti-fungal drug |
| Penghargaan | The Squibb Award in Chemotherapy The Rhoda Benham Award of Medical Mycological Society of the Americas The Chemical Pioneer Award of the American Institute of Chemists National Inventors Hall of Fame |
Elizabeth Lee Hazen (24 Agustus 1885 di Mississippi - 24 Juni 1975) adalah seorang ahli mikrobiologi Amerika yang paling dikenal atas kontribusinya dalam pengembangan nystatin. Pendidikannya berfokus pada sains dan penelitian di mana dia mengembangkan kecintaannya pada mikrobiologi. Orang-orang di sekitarnya, termasuk guru dan teman-temannya, mengenal Hazen sebagai sosok yang cepat memahami pelajaran dan memiliki kecerdasan tinggi. Pada 1948, ia berkolaborasi dengan Rachel Fuller Brown dalam merumuskan nystatin, obat pertama yang aman digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada manusia. Hasil penelitiannya dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari penyelamatan pohon yang terserang jamur hingga perbaikan lukisan dan karya seni yang mengalami kerusakan akibat jamur.
Kehidupan Awal
Elizabeth Lee Hazen lahir pada tanggal 24 Agustus 1885, di Rich, Mississippi, dari pasangan William Edgar Hazen dan Maggie Harper Hazen. Dia adalah putri kedua mereka dan anak tengah dari tiga bersaudara.[1][2] Orang tuanya meninggal saat dia berusia empat tahun, dan ketiga anaknya diadopsi oleh bibi dan pamannya.[1][3]
Pendidikan
Hazen menempuh pendidikan di Mississippi University for Women, yang saat itu masih bernama Mississippi Industrial Institute and College, dan berhasil meraih gelar Sarjana Sains pada 1910. Ketika mengajar mata pelajaran biologi dan fisika di sekolah menengah di Jackson, Mississippi, ia juga memperdalam ilmunya dengan mengikuti program musim panas di University of Tennessee dan University of Virginia. Setelah menyelesaikan masa pengajarannya, Hazen mendaftar dan diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di Departemen Biologi Columbia University. Ia meraih gelar Magister Biologi di universitas tersebut pada 1917, lalu melanjutkan hingga meraih gelar Ph.D. di bidang mikrobiologi pada 1927, menjadikannya salah satu perempuan pertama yang menyelesaikan program doktoral di sana.[1][3] Dia bertugas sebagai teknisi laboratorium diagnostik Angkatan Darat selama Perang Dunia I.[4] Pada tahun 1920-an, saat belajar di Universitas Columbia, Hazen bekerja dengan risin dan efeknya pada toksin Clostridium botulinum .[5]
Daftar Referensi
- ^ a b c Laura Lynn Windsor, Women in Medicine: An Encyclopedia, ABC-CLIO, 2002, pp. 92–93.
- ^ Barbara Sicherman, Carol Hurd Green. Notable American women: the modern period: a biographical dictionary, Belknap Press of Harvard University Press, 1980, p. 76.
- ^ a b Benjamin F. Shearer, Barbara Smith Shearer, Notable women in the life sciences: a biographical dictionary, Greenwood Press, 1996, pp. 164–169.
- ^ "Rachel Brown and Elizabeth Hazen". Science History Institute. June 2016. Diakses tanggal 21 March 2018.
- ^ The Journal of Immunology, 1927, 13: 171–218 General and Local Immunity to Ricin. Accessed March 30, 2009
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


