Ekonomi kreator

Ekonomi kreator adalah ekosistem ekonomi yang terbentuk dari aktivitas individu yang memproduksi serta mendistribusikan konten secara daring, kemudian memperoleh pendapatan melalui audiens, merek, maupun monetisasi platform.[1][2] Pertumbuhan ekosistem ini didorong oleh meningkatnya konsumsi media digital dan berkembangnya platform berbasis konten, seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. [2][3]

Istilah dan latar belakang

Istilah kreator mulai dipopulerkan YouTube pada awal 2010-an sebagai alternatif dari istilah “YouTube star,” yang dianggap membatasi siapa saja yang bisa sukses di platform.[3] Seiring meluasnya penggunaan media sosial, istilah “pemengaruh” bergeser menjadi “kreator” untuk menekankan aktivitas produksi konten, bukan hanya kemampuan memengaruhi audiens.[3] Istilah ini kemudian digunakan secara luas untuk merujuk pada individu di berbagai platform seperti TikTok, Clubhouse, OnlyFans, Patreon, dan Substack[3]. Pergeseran ini terjadi karena semakin banyak platform yang menyediakan fitur monetisasi langsung dan ruang bagi kreator membangun komunitas.[3]

Referensi

  1. ^ Contributor, Lowe's Creator. "How The Creator Economy Is Reshaping Modern Marketing – And Why Brands Are Paying Attention". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-22.
  2. ^ a b "The creator economy could approach half-a-trillion dollars by 2027". www.goldmansachs.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-22.
  3. ^ a b c d e Chayka, Kyle (2021-07-17). "What the "Creator Economy" Promises—and What It Actually Does". The New Yorker (dalam bahasa American English). ISSN 0028-792X. Diakses tanggal 2025-11-22.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement