Dlanggu, Deket, Lamongan
Dlanggu
ꦣ꧀ꦭꦁꦒꦸ | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Lamongan | ||||
| Kecamatan | Deket | ||||
| Kode pos | 62291 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.24.25.2002 | ||||
| Luas | 326,330 ha/m2 | ||||
| Jumlah penduduk | 4.058 jiwa (2023)[1] | ||||
| Kepadatan | - | ||||
| |||||

Desa Dlanggu (Aksara Jawa: ꦣꦺꦱꦣ꧀ꦭꦁꦒꦸ꧉) adalah desa di kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia.
Sejarah
Kepala Desa yang pertama bernama H. Jaelan, beliau menjadi Kepala Desa selama 40 tahun atau Kepala Desa terlama sepanjang sejarah Kepala Desa Dlanggu sekitar tahun 1916 – 1954. Periode
Kepala Desa seumur hidup kedua adalah H. Said, beliau memimpin Desa ini tidak terlalu lama sekitar sepuluh tahun, ( 1954 – 1964 ) karena terkena penyakit stroke akhirya beliau wafat.
Kemudian diganti oleh H. Marzuki sekitar tahun 1964 – 1991, pada masa periode ini Desa Dlanggu mulai berkembang hal ini ditandai dengan banyak berdirinya lembaga-lembaga pendidikan di Desa Dlanggu khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), juga pembangunan infrastruktur lain sebagai saran penunjang di Desa Dlanggu.[2]
Geografi
Secara administratif Desa Dlanggu berbatasan dengan:
| Utara | Desa Laladan |
| Timur | Desa Dinoyo |
| Selatan | Kecamatan Lamongan |
| Barat | Kecamatan Turi |
Pemerintahan
Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut:
- Suud Musta’in (tahun 1991 s.d 1999),
- H. Khudlori, LLB, LLM (tahun 1999 s.d 2007),
- Zuli Istianah, SE, M.Pd (tahun 2007 s.d 2013),
- Akhmad Fadhelan (tahun 2013 s.d 2019).
- H. Afandi (tahun 2019 s.d sekarang).[2]
Galeri


Referensi
- ^ "Dlanggu - Kampung Keluarga Berencana". BKKBN Kampung KB. Diakses tanggal 2024-12-01.
- ^ a b Unknown (Kamis, 22 Desember 2016). "SISTEM INFORMASI MONOGRAFI DESA DLANGGU KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN: SEJARAH DESA". SISTEM INFORMASI MONOGRAFI DESA DLANGGU KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN. Diakses tanggal 2024-12-02.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



