Diskografi Cokelat
| Diskografi Cokelat | |
|---|---|
| Album studio | 6 |
| Album kompilasi | 2 |
| Album video | 18 |
| Video musik | 31 |
| Singel | 29 |
| Album special edition | 1 |
Grup musik rock Indonesia Cokelat telah merilis 6 album studio, 2 album kompilasi, 1 album special edition, 18 album video, 31 video musik, dan 29 singel. Cokelat dinaungi di bawah label mayor Sony Music Indonesia sejak awal mereka berkarier sebelum akhirnya berganti label pada 2013.
Cokelat dibentuk di Bandung pada tahun 1996 oleh Kikan (vokalis), Ronny (bas), Robert (gitar), Bernard (gitar), dan Deden (drum) pada saat itu bingung mencari nama yang cocok untuk mereka karena mereka pada saat itu gak lama lagi bakal manggung di sebuah acara di kampus STISI (Sekolah Tinggi Seni Rupa & Desain Indonesia) Telkom Bandung. Kata "Cokelat" memang terucap dari sebuah spontanitas tetapi tanpa menghilangkan maknanya yaitu sebuah makanan gula-gula yang rasanya manis agak pahit atau sebaliknya dan disuka oleh banyak orang serta kata Cokelat inipun mudah untuk diingat. Cokelat telah mengalami beberapa kali perubahan personel. Semula ada Kikan, Ronny, Robert, Bernard, dan Deden. Setelah rilis album kompilasi Indie Ten (1998) Ervin masuk menggantikan Deden. Lalu Edwin masuk menggantikan Bernard pada era pembuatan album pertama di tahun 1999, album Untuk Bintang (2000), saat keluarnya Robert menjelang album Rasa Baru (2001) dan Ernest masuk sebagai personil tetap yang sebelumnya jadi additional player sebelum rekaman album Segitiga (2003).
Setelah 14 tahun berkarya mereka harus rela melepas Kikan dan Ervin yang memutuskan keluar dari band pada tahun 2010, dan mereka saat itu merilis album studio kelima terakhir mereka, Panca Indera yang dirilis pada tahun 2008. Kemudian mereka kembali lagi pada tahun 2022 setelah 12 tahun berpisah.
Album
Album studio
| Judul | Rincian | Estimasi penjualan |
|---|---|---|
| Untuk Bintang |
|
|
| Rasa Baru |
|
1.000.000[1] |
| Segitiga |
|
|
| Dari Hati |
|
|
| Panca Indera |
|
|
| #Like! |
|
Album kompilasi
| Judul | Rincian |
|---|---|
| Tak Pernah Padam |
|
| Untukmu Indonesiaku |
|
Album special edition
| Judul | Rincian |
|---|---|
| Rasa Baru (Repackage) |
|
Singel
Sebagai artis utama
| Judul | Tahun | Album |
|---|---|---|
| "Pergi" | 2000 | Untuk Bintang |
| "Dendam" | ||
| "Karma" | 2001 | Rasa Baru |
| "Jauh" | ||
| "Luka Lama" | ||
| "Bendera" | 2002 | |
| "Segitiga" | 2003 | Segitiga |
| "Kupilih Dia" | ||
| "Demi Masa" | 2004 | Dari Hati |
| "Saat Jarak Memisahkan" | ||
| "Terlalu Indah" | 2006 | Tak Pernah Padam |
| "Satu Nusa Satu Bangsa" | Untukmu Indonesiaku | |
| "Ikrar Kami" | ||
| "Salah" | 2008 | Panca Indera |
| "Bukan Hari Ini" | ||
| "Pinjam Hatimu" | ||
| "5 Menit Untuk 5 Tahun" | 2009 | Singel non-album |
| "Tanpa Rasa" | 2010 | Singel non-album |
| "Drama" | 2011 | Singel non-album |
| "Hidup Ini Cinta" | 2013 | Singel non-album |
| "#Like!" | 2014 | #Like! |
| "Karena Kau Indah" | 2016 | |
| "Dikhianati" | 2017 | Singel non-album |
| "Cinta Matiku" | Singel non-album | |
| "Garuda" | Singel non-album | |
| "Peralihan Hati" | 2018 | Singel non-album |
| "Anak Garuda" | 2019 | Singel non-album |
| "Agresi" | 2020 | Singel non-album |
| "Wajar" | 2021 | Singel non-album |
Sebagai penampil dari artis lain
| Judul | Tahun | Album |
|---|---|---|
| "Rumah Kita" (sebagai bagian dari All Artists) | 2004 | Tribute to Ian Antono |
| "Kita Untuk Mereka" (sebagai bagian dari All Artists) | 2005 | Kita Untuk Mereka |
Video
Video Musik
Daftar video musik, dan beserta tahun rilis
| Judul | Tahun Rilis | Sutradara | Model |
|---|---|---|---|
| "Pergi" | 2000 | ||
| "Dendam" | |||
| "Karma" | 2002 | Eko Kristianto | |
| "Jauh" | Oleg Sanchabakhtiar | ||
| "Bendera" | |||
| "Luka Lama" | Dinna Olivia Vino G. Bastian | ||
| "Segitiga" | 2003 | Dimas Djayadiningrat | |
| "Kupilih Dia" | Rizal Mantovani | Revalina S. Temat | |
| "Dilema" | 2004 | Eugene Panji | |
| "Demi Masa" | Hedy Suryawan | ||
| "Saat Jarak Memisahkan" | 2005 | Glen Kainama | |
| "Terlalu Indah" | 2006 | ||
| "Ikrar Kami" | |||
| "Satu Nusa Satu Bangsa" | |||
| "Bendera (New Version)" | 2007 | Oleg Sanchabakhtiar | |
| "Salah" | 2008 | Patrick Effendy | |
| "Bukan Hari Ini" | |||
| "Pinjam Hatimu" | |||
| "Akhiri" | 2009 | ||
| "5 Menit untuk 5 Tahun" | |||
| "Tanpa Rasa" | 2010 | ||
| "Drama" | 2011 | ||
| "Hidup Ini Cinta" | 2013 | ||
| "#Like!" | 2014 | Ronny Febry Nugroho | |
| "Karena Kau Indah" | 2016 | ||
| "Cinta Matiku" | 2017 | Tepan Kobain | |
| "Garuda" | Daniel Lim | ||
| "Peralihan Hati" | 2018 | Ardybros | |
| "Anak Garuda" | 2019 | ||
| "Agresi" | 2020 | ||
| "Wajar" | 2021 | Miura Films |
Penampilan lainnya
| Album | Tahun | Lagu | Catatan |
|---|---|---|---|
| Indie Ten | 1998 | "Bunga Tidur" |
|
| Dasarese' Hits | 2003 | "Sial" |
|
| #1 Radio Hits | 2004 | "Jauh" |
|
| Tribute to Ian Antono | 2004 | "Rumah Kita" (sebagai bagian dari All Artists) |
|
| "Uang" |
| ||
| Kita Untuk Mereka | 2005 | "Pasrahkan PadaNya" |
|
| "Kita Untuk Mereka" (sebagai bagian dari All Artists) |
|
Referensi
- ^ Rasa Baru by Cokelat (dalam bahasa American English), 2001-01-01, diakses tanggal 2023-12-05
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


