Detasemen Kavaleri 3
| Detasemen Kavaleri 3/Serigala Ceta | |
|---|---|
Lambang Denkav 3/SC | |
| Dibentuk | 6 September 1997 |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | Kavaleri |
| Tipe unit | Satuan Bantuan Tempur |
| Bagian dari | Kodam XVII/Cendrawasih |
| Markas | Kota Timika, Papua Tengah |
| Moto | Keras Bagai Baja, Lincah Bagai Srigala, Putih bagai Salju |
| Baret | Hitam |
| Maskot | Serigala Putih |
| Ulang tahun | 21 Agustus |
| Peralatan | Tank dan Panser |
| Tokoh | |
| Komandan | Mayor Kav Wahyu Yossa Aditya, S.S.T.Han, S.I.P. (2025 - Sekarang) |
Detasemen Kavaleri 3/Serigala Ceta merupakan satuan militer dari kecabangan kavaleri organik Kodam XVII/Cenderawasih. Satuan ini dinamakan Serigala Ceta, mempunyai moto "Keras bagaikan baja, lincah bagaikan serigala, putih bagaikan salju" satuan ini bermarkas di Kota Timika, Papua Tengah.
Sejarah
- Berdasarkan Surat Perintah Kasad Nomor Sprin / 1472 / VIII / 1997 tanggal 21 Agustus 1997 tentang pembentukan 1 Tonkavser sebagai embrio Detasemen Kavaleri – 3 Kodam VIII/Trikora, Maka dibawah pembinaan Pussenkav sehingga terorganisasi 1 Ton Kavser dengan jumlah personel 32 orang yang diambil dari beberapa satuan Kavaleri sebagai embrio Denkav – 3 Kodam VIII/Trikora, beserta 6 unit Ranpur Panser Commando V – 150 yang disiapkan dari Yonkav 7 Kodam Jaya di bawah pimpinan Letda Kav Sugi Mulyanto berangkat menuju Timika Irian Jaya di bawah Komando Kodam VIII/Trikora yang selanjutnya merupakan Dantonkavser pertama.
- Pada tanggal 6 September 1997 penyerahan 1 Tonkavser sebagai embrio Denkav – 3 Kodam VIII/Trikora dan 6 unit Ranpur Panser Commando V – 150 dari Danpussenkav TNI AD kepada Pangdam VIII/Trikora dengan dislokasi pasukan beserta materiil di daerah Timika.
- Pada tanggal 1 April 1999 Tonkavser embrio Denkav – 3 Kodam XVII/ Trikora di bawah pimpinan Letda Kav Afkar Mulya ( Dantonkavser Kedua ) dengan jumlah personel 39 orang.
- Pada tanggal 6 Januari 2001 Tonkavser embrio Denkav – 3 Kodam XVII/Trikora di bawah pimpinan Letda Kav Harry Mulyanto ( Dantonkavser Ketiga ) dengan jumlah personel 120 orang.
- Pada tanggal 1 september 2003 di bentuk kompi Panser sebagai embrio Denkav – 3 Kodam XVII/Trikora di bawah pimpinan Kapten Kav Andor Hutapea ( Dankikavser Pertama ) dengan jumlah personel 158 orang.
- Berdasarakan Surat Keputusan Kepala Staf TNI AD Nomor Kep / 9 / II / 2005 tanggal 7 Februari 2005 tentang pengembangan Tonkavser menjadi Denkav – 3 Kodam XVII/Trikora maka terbentuknya Denkav – 3 secara utuh yang di dahulukan dari embrio Tonkavser dan Kikavser.
- Pada tanggal 27 Oktober 2005 Denkav – 3 Kodam XVII/Trikora diresmikan secara langsung oleh Pangdam XVII/Trikora dan pelantikan Dandenkav – 3.
- Pada tanggal 20 Februari 2006 penambahan 11 unit Ranpur Panser V – 150 dari Pussenkav Ke Timika.
- Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam XVII/Trikora Nomor Skep / 172 / IV / 2006 tanggal 12 April 2006 tentang Hari Jadi Detasemen Kavaleri - 3
Pengalaman operasi
- Pada tahun 1997 : - Perintah Operasi Rajawali–09 Koops ABRI Malirja - Perintah Operasi Rajawali Sakti – 09 Sektor E
- Pada tahun 1998 : - Perintah Operasi Rajawali 10-A Koops daerah rawan Malirja - Perintah Operasi Rajawali Sakti-10 Sektor E - Perintah Operasi Rajawali Tama-10 Korem 171/PVT
- Pada tahun 1999 : - Perintah Operasi Rajawali - 11 Koops TNI Irja - Perintah Operasi Rajawali 11-A Kodam XVII/Trikora - Perintah Operasi Rajawali Tama-11 Koops Sektor C – 4
- Pada tahun 2000 : - Perintah Operasi Tembaga – 12 Koops TNI Irja.
- Pada tahun 2001 : - Perintah Operasi Tembaga – 13 Koops TNI Irja.
- Pada tahun 2002 : - Perintah Operasi Tembaga – 14 Koops TNI Papua.
- Pada tahun 2003 : - Perintah Operasi Tembaga – 15 Koops TNI Papua.
- Pada tahun 2004 : - Perintah Operasi Tembaga - 16 Koops TNI Papua.
- Pada tahun 2005 : - Perintah Operasi Tembaga – 17 Koops TNI Papua.
- Pada tahun 2006 : - Perintah Operasi Tembaga – 18 Koops TNI Papua. - Perintah Operasi Tembaga Amole - 1 BKO Polri.
- Pada tahun 2007: - Perintah operasi Tembaga Amole – 2 BKO Polri. - Perintah operasi Tembaga Amole – 3 BKO Polri.
- Pada tahun 2008: - Perintah operasi Tembaga Amole – 4 BKO Polri. - Perintah operasi Tembaga Amole - 5 BKO Polri.
- Pada tahun 2009: - Perintah operasi Tembaga Amole - 6 BKO Polri.
Komandan
- Mayor Kav. Raden Herdianto Nuringtyas, S.Sos., M.I.P. (2005—2007 )⭐
- Mayor Kav. Joko Setiawan Sejati (2007—2009)
- Mayor Kav. Topri Daeng Balaw, S.I.P. (2009—2010) ⭐
- Mayor kav. Pemuda Leonardi Ginting, S.I.P. (2010—2011)
- Mayor Kav. Vilian Wicaksono Magdi, S.Sos. (2011—2012)⭐
- Mayor Kav. Solikhin, S.Sos., M.M. (2012—2014)
- Mayor Kav. Makhdum Habiburrahman, S.Sos. (2014—2016)
- Mayor Kav. Muslim Rahim Tompo, S.H., M.Si. (2016—2017)
- Mayor Kav. Delvy Marico, S.E., M.I.P. (2017—2018)
- Mayor Kav. Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P. (2018—2020)
- Mayor Kav. M. Eka Perwira Chandra, S.H., M.I.P. (2020—2022)
- Mayor Kav. Adzan Marjohan Nasution, S.H., M.M. (2022—2023)
- Mayor Kav. Dedy Soeharto David, S.S.T.Han, S.I.P. (2023—2025)
- Mayor Kav. Wahyu Yossa Aditya, S.S.T.Han, S.I.P. (2025—sekarang)
Lihat pula
Pranala luar
- (Indonesia) Situs Resmi TNI AD Diarsipkan 2021-01-14 di Wayback Machine.
- (Indonesia) Sejarah Denkav 3/Srigala Ceta[pranala nonaktif permanen]
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


