Derajat desimal
Derajat desimal (decimal degrees) untuk garis bujur (longitude) dan garis lintang (latitude) berfungsi sebagai alternatif terhadap penggunaan menit dan detik busur dalam mendeskripsikan lokasi suatu titik. Notasi derajat desimal menggunakan beberapa angka di belakang koma, sehingga memungkinkan tingkat presisi yang lebih tinggi dalam penentuan lokasi.
Selain itu, sistem komputer seperti GPS, GIS, dan Google Earth memproses angka desimal secara lebih efisien dibandingkan dengan sistem derajat, menit, dan detik. Beberapa sistem bahkan mensyaratkan penggunaan koordinat desimal. Banyak sistem komputer juga menggunakan derajat desimal tanpa penambahan huruf N, S, E, atau W (U, S, T, B) untuk menunjukkan arah mata angin.
Beberapa referensi menunjukkan bahwa konversi koordinat antara format yang berbeda (misalnya DMS ke decimal degrees, atau penggunaan beberapa proyeksi peta) adalah penting untuk integritas data geospasial, sehingga praktik umum adalah menyimpan koordinat dalam decimal degrees secara konsisten dalam basis data GIS dan menyiapkannya untuk proses lebih lanjut[1]
Aturan Penulisan Koordinat Desimal:
- Lintang (Latitude): Wilayah Utara ditetapkan sebagai angka positif, dan wilayah Selatan sebagai angka negatif (dengan tanda minus).
- Bujur (Longitude): Wilayah Timur adalah positif, dan wilayah Barat adalah negatif.
Contoh dan Format
Sebagai contoh, Patung Liberty di New York terletak pada koordinat 40.6894, -74.0447. Garis lintang selalu dicantumkan terlebih dahulu, dan simbol derajat (°) umumnya tidak diperlukan.
Grid Geografis (The Geographic Grid)
Setiap lokasi di Bumi dapat ditentukan posisinya berdasarkan garis lintang (latitude) di utara atau selatan khatulistiwa, serta garis bujur (longitude) di timur atau barat meridian utama (prime meridian).
Sistem referensi lokasi kita adalah grid geografis, yaitu sekumpulan garis khayal yang membentang ke timur dan barat mengelilingi bola dunia untuk menandai garis lintang, serta garis-garis yang membentang ke utara dan selatan dari kutub ke kutub untuk menunjukkan garis bujur.
Komponen Utama Grid Geografis:
- Garis Lintang (Latitude): Garis horizontal yang sejajar dengan Khatulistiwa (Equator). Digunakan untuk mengukur jarak sejauh mana suatu titik berada di sebelah Utara atau Selatan.
- Garis Bujur (Longitude): Garis vertikal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Digunakan untuk mengukur posisi di sebelah Timur atau Barat dari Prime Meridian (Greenwich).
- Titik Temu: Pertemuan antara garis lintang dan garis bujur inilah yang menghasilkan koordinat spesifik untuk memetakan lokasi mana pun di permukaan bumi secara akurat.
Referensi
2. Petersen, James F., Dorothy Sack, and Robert E. Gabler. Fundamentals of Physical Geography. Belmont, CA: Brooks/Cole, Cengage Learning, 2011.
- ^ Fatih, Evrendilek, (2007-12). "Integrating Map Algebra and Statistical Modeling for Spatio- Temporal Analysis of Monthly Mean Daily Incident Photosynthetically Active Radiation (PAR) over a Complex Terrain". Sensors (dalam bahasa Inggris). 7 (12). doi:10.3390/. ISSN 1424-8220. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


