Dendang Lebah

Makna

Dendang Lebah merupakan salah satu budaya Indonesia yang berasal dari masyarakat Aceh Tamiang, budaya ini mempraktikkan cara pengambilan madu yang dilakukan masyarakat dengan cara berdendang. Cara ini sudah dilakukan secara turun temurun dengan tujuan tidak menyakiti lebah. Diyakini setelah mendengarkan dendang yang dilantunkan si pengambil madu, lebah bersedia meninggalkan sarang dan kembali ketika proses pengambilan madu selesai. Seni mengambil madu ini dinyatakan sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbudristek sejak 2020.[1]

Sejarah

Dibalik budaya ini, tersimpan kisah adanya cinta terlarang dan mutilasi yang dialami Raja Muda. Dikisahkan dendang lebah berawal dari kisah cinta Raja Muda atau putra mahkota dengan seorang Dayang. Namun, hubungan ini tidak mendapat restu dari Raja. Raja Muda mengabaikan larangan itu, sehingga Raja marah dan mengutuk Dayang menjadi lebah.[1]

Pasca-pengutukan ini, Raja Muda dinikahkan dengan Putri Raja lain. Dalam sebuah momen dikisahkan Putri Raja tersebut ingin mengonsumsi madu. Kemudian Raja Muda bersama istrinya mengambil madu dari pohon di sekitar istana. Proses pengambilan ini dilakukan dengan berdendang dan merayu, karena lebah itu kutukan Dayang. Proses ini awalnya berjalan lancar karena lebah pergi meninggalkan sarang dan kembali setelah madu diambil. Namun belakangan berubah menjadi petaka ketika mahluk di pohon itu mengetahui Raja Muda membawa besi ketika naik ke pohon. Mahluk itu marah membunuh Raja Muda dan memutilasi bagian tubuhnya.[1]

Kabar kematian ini sontak menggegerkan Istana. Setelah melalui proses panjang, akhirnya disepakati untuk menghidupkan kembali Raja Muda. Muntasir kemudian menjelaskan kisah ini juga yang menambah gelar Raja Muda Sedia. Akhirnya, setelah dimutilasi, Raja dihidupkan kembali seperti sedia kala.[1]

Riwayat ini secara turun temurun masih dipelihara oleh masyarakat Aceh Tamiang, termasuk pantangan membawa senjata atau benda berbahaya ketika mengambil madu.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e "Dendang Lebah, Warisan Budaya tak Benda yang Mengisahkan Cinta Terlarang Raja Muda". Serambinews.com. Diakses tanggal 2025-06-01.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement