Dendang Kencana

Dendang Kencana
StatusDihentikan
JenisLagu anak-anak
Frekuensi
  • Dwitahunan (1990–1996)
  • Tahunan (2017–2020)
Acara pertama1990; 36 tahun lalu (1990)
PendiriA. T. Mahmud
Acara sebelumnya23 Juli 2020; 5 tahun lalu (2020-07-23)
PenyelenggaraKompas Gramedia
Sponsor
Acara 1994
[1][2][3]

Dendang Kencana adalah program kepedulian terhadap lagu anak-anak yang ditujukan untuk anak prasekolah hingga sekolah dasar serta pendidik, didirikan pada tahun 1990 oleh pencipta lagu A. T. Mahmud. Program tersebut diselenggarakan sebagai alternatif tren lagu anak yang komersial pada saat itu.[3]

Acara

2017

Pada tahun 2017, Kompas Gramedia menghidupkan kembali Dendang Kencana sebagai program kepedulian yang lebih utuh, termasuk lokakarya cipta lagu anak dan lokakarya vokal dan gerak.[4]

2018

Pada 2 Mei 2018, Dendang Kencana dan Kemendikbud (sekarang Kemendikdasmen) meluncurkan album 20 Lagu Anak Pilihan Dendang Kencana di Gedung Kemendikbud RI, sebagai pembuka rangkaian program tersebut yang berjudul Dendang Sejuta Anak. Penampil yang terlibat dalam acara ini adalah BYU Singers dari Amerika Serikat dan gabungan pemenang lomba paduan suara Dendang Kencana kategori sekolah dasar yaitu SD Al-Izhar, Candle Tree dan Sekolah Santa Laurensia; ditambah Vanessa Christy, Juan Romanes, Bahana Wibowo dan Elaine Dorothy.[5][6][7]

Nama

Nama "Dendang Kencana" diambil dari dua kata yaitu "Dendang" yang berarti nyanyian riang, sedangkan kata "Kencana" berarti emas. A. T. Mahmud menegaskan bahwa nama tersebut bermaksud untuk menyampaikan pesan bahwa ungkapan perasaan jujur, menyenangkan, dan gembira dimiliki oleh anak-anak bersuara emas lewat nyanyiannya.[8][9]

Lagu tema

Lagu tema Dendang Kencana diciptakan oleh A. T. Mahmud.[4]

Pemenang

Tahun Pemenang Tempat kedua Ref.
1996
  • Kategori prasekolah: TK Santo Yakobus, Jakarta Utara
  • Kategori sekolah dasar: SD Charitas, Jakarta Selatan
  • Kategori prasekolah: TK Strada Bhakti Wiyata, Bekasi Barat
  • Kategori sekolah dasar: SD Mater Dei, Tangerang, Banten
[10]
2017
  • Kategori prasekolah: TK Al-Izhar, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan
  • Kategori sekolah dasar: SD Al-Izhar, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan
  • Kategori prasekolah: Lollypop Preschool, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara
  • Kategori sekolah dasar: SD Candle Tree, Tangerang Selatan, Banten
[11]

Referensi

  1. ^ "Gramedia Selenggarakan Lomba Paduan Suara TK, SD". Berita Yudha. 15 September 1994. Diakses tanggal 19 Maret 2025 – via Monumen Pers Nasional.
  2. ^ "Mengenang AT Mahmud, Pencipta Lagu Anak Indonesia, dari Cicak di Dinding hingga Ambilkan Bulan Bu". Kompas. 2021-07-06. Diakses tanggal 2025-03-15.
  3. ^ a b "Children Choir Competition Planned" [Rencana Lomba Paduan Suara Anak]. The Jakarta Post. 16 September 1994. Diakses tanggal 17 Agustus 2025 – via Jawawa.
  4. ^ a b "Hadirkan Keceriaan Anak, BBJ dan UMN Gelar "Serial Cerita Dendang Kencana"". Kompas. 26 Juli 2019. Diakses tanggal 4 April 2026.
  5. ^ Harususilo, Yohanes Enggar (2 Mei 2018). "Dendang Kencana 2018: 'Senandung Rindu' Lagu Anak Indonesia". Kompas.com. Diakses tanggal 7 April 2026.
  6. ^ "Biarkan Anak-Anak Riang". Kompas. Kompas Gramedia. 3 Mei 2018. Diakses tanggal 7 April 2026.
  7. ^ Ifa (Mei 2018). "Album Lagu Dendang Kencana". Bobo. Kompas Gramedia.
  8. ^ "Berdendang bersama Dendang Kencana". Bobo. November 2017.
  9. ^ "Hari Anak Nasional, Kompas Gramedia Gelar Konser Virtual "Dendang Sejuta Anak"". Kompas. 23 Juli 2020. Diakses tanggal 4 April 2026.
  10. ^ "Paduan Suara SD Se-Jabotabek, Dilarang Minum Es Saat Lomba". Berita Yudha. 26 November 1996. Diakses tanggal 22 Maret 2025 – via Monumen Pers Nasional.
  11. ^ Keteng Pangerang, Andi Muttya (28 Oktober 2017). "Inilah Para Pemenang Lomba Paduan Suara Anak Dendang Kencana 2017". Kompas. Diakses tanggal 22 Maret 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement