Deep Impact (film)
| Deep Impact | |
|---|---|
| Sutradara | Mimi Leder |
| Produser | David Brown Richard D. Zanuck |
| Ditulis oleh | Bruce Joel Rubin Michael Tolkin |
| Pemeran | Elijah Wood Leelee Sobieski Morgan Freeman Robert Duvall Téa Leoni James Cromwell |
| Penata musik | James Horner |
| Sinematografer | Dietrich Lohmann |
| Penyunting | Paul Cichocki David Rosenbloom |
| Distributor | - AS - Paramount Pictures - non-AS - DreamWorks |
Tanggal rilis | 8 Mei, 1998 |
| Durasi | 121 menit |
| Negara | |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $75 juta |
Deep Impact merupakan sebuah film yang dirilis pada tahun 1998 dirilis oleh Paramount Pictures dan DreamWorks. Film ini disutradarai oleh Mimi Leder dan pemain utamanya ialah Elijah Wood, Téa Leoni, Morgan Freeman, Leelee Sobieski, Vanessa Redgrave dan Robert Duvall. Film ini menceritakan tentang perjuangan umat manusia menghentikan komet besar yang akan menghantam Bumi.
Deep Impact dirilis di musim panas yang sama dengan film bertema serupa Armageddon, yang bernasib lebih baik di box office, sementara para astronom menggambarkan Deep Impact lebih akurat. Kedua film tersebut mendapat sambutan serupa dari para kritikus, dengan Armageddon mendapat skor 43% dan Deep Impact mendapat skor 45% di Rotten Tomatoes. Deep Impact meraup lebih dari $349,5 juta di seluruh dunia dengan anggaran produksi $80 juta, menjadi film terlaris keenam di tahun 1998.
Itu adalah film terakhir karya sinematografer Dietrich Lohmann, yang meninggal sebelum film tersebut dirilis.
Plot
Pada bulan Mei 1998 di Richmod Virginia, sebuah klub astronomi dari sekolah menengah sedang melakukan pratek mengamati bintang-bintang di langit malam menggunakan teleskop. Gurunya meminta salah satu siswa bernama Leo Biederman menyebutkan tiga bintang yang sedang bersinar di langit. Leo mengetahui nama dua bintang itu, tapi ada satu bintang yang dia tidak tahu namanya, dan dia sempat beradu mulut dengan sahabatnya Sarah Hotchner. Gurunya yang melihatnya meminta Leo mengambil foto tiga bintang itu dan mengirimnya ke Dr. Marcus Wolf. Di Obsevatorium wilayah Arizona, Dr. Marcus Wolf telah menerima foto itu dan segera mencari tahu lebih jauh menggunakan komputernya. Setelah dicari ternyata bintang itu adalah Komet besar yang sedang melaju kearah Bumi. Marcus segera mengirim data penemuannya itu ke pihak yang lebih tinggi. Tapi karena jaringan komunikasi bermasalah. Marcus segera memindahkan data itu ke disket dan segera membawa disket itu kantor menggunakan mobilnya. Dijalan, dia terus berusaha menelfon kantor. Karena kurang fokus, mobilnya menabrak truk hingga terjatuh, terbakar dan ia pun tewas.
Setahun kemudian di kantor berita CNBC Washington D.C., para wartawan sedang membahas tentang isu alasan mundurnya menteri keuangan Alan Rittenhouse, mulai dari merawat istrinya yang sakit, hingga berselingkuh dengan sekretaris nya. Disitu Reporter bernama Jenny Lerner diminta untuk mencari tahu hal itu. Sebelum bertugas, Jenny terlebih dahulu menemui ibunya Robin Lerner yang memberi tahu bahwa ia dan suaminya Jason Lerner (ayahnya Jenny) sudah lama berpisah, dan Jason kini sudah menikah lagi dengan wanita muda bernama Chloe. Setelah itu Jenny melanjutkan tugas, dengan menemui mantan sekretaris nya Alan. Menurutnya Alan memang berselingkuh dengan seorang wanita bernama Ele, dan dia yakin Presiden Amerika juga mengetahui hal ini dari sekretaris lain. Setelah mendapat info itu Jenny dan krunya segera menemui Alan yang tengah mempersiapkan perahunya. Disitu ia ingin Alan memberikan klarifikasi yang sebenarnya tentang informasi-informasi tersebut. Alan pun menolak dan tidak terlalu memperdulikan tentang isu-isu tersebut. Dia mundur hanya karena ingin merawat istrinya yang sakit dan berkumpul dengan keluarganya. Dia juga yakin Jenny tidak akan memberitakan apa yang tidak bisa dipastika kepastiannya.
Setelah mengemui Alan, Jenny masih punya niat menelusuri tentang penunduran Alan dan keterlibatkannya dengan Presiden. Saat dijalan tiba-tiba mobil Jenny dihentikan oleh kelompok FBI. Jenny kemudian dibawa oleh FBI ke sebuah bangunan. Sesampainya disana, ia dibawa bertemu dengan Presiden Amerika Tom Beck. Jenny kemudian menanyakan tentang Ele dan menteri keuangan. Presiden Beck yang mendengarnya merasa pertanyaan Jenny agak konyol. Presiden Beck berjanji akan memberi tahu tentang Ele yang sebenarnya ke Jenny, dengan mengundang ia sebagai tamu di Konferensi Pers di Gedung Putih pada hari Selasa nanti. Sekembalinya Jenny ke kantor, Ia segera mencari tahu tentang Ele melalui internet. Ternyata Ele yang dimaksud presiden adalah E.L.E. singkatan dari Extinction Level Event, yaitu sebuah peristiwa yang menimbulkan kepunahan karena adanya komet besar yang pernah jatuh ke bumi. Artinya Presiden Beck sudah tahu hal itu, tapi dia tidak mengasih tahu guna mencegah kepanikan warga. Tapi karena penelusuran Jenny yang hampir membongkar semuanya, ia pun melakukan konferensi pers lebih awal. Malamnya Jenny bertemu dengan ayahnya dan istri barunya. Jenny agak kecewa ayahnya karena sebelumnya keluarganya hidup sendiri-sendir sembari mencari cara untuk mempersatukan kembali keluarga mereka.
Hari Selasa nya di gedung putih, Jenny dan beberapa wartawan datang sebagai tamu undangan di konferensi pers Presiden Beck. Presiden Beck kemudian masuk dan menyampaikan bahwa setahun yang lalu, dua astronomi Leo Biederman dan Marcus Wolf yang melakukan penelitian, menemukan sebuah benda di langit malam, yang ternyata benda itu adalah Komet bersar yang ukurannya sama dengan ukuran kota New York, kini komet tersebut sedang melaju ke arah Bumi, dan berpotensi akan berbenturan dengan planet bumi. Mendengar semua orang jadi kaget. Bahkan kantor CNBC juga kacau, semuanya mencari info kesana-sini mengenai komet itu. Presiden Beck kembali memberi tahu bahwa selama delapan bulan terakhir, Amerika Serikat dan Rusia bekerjasama membangun pesawat antariksa terbesar di pangkalan di Orbit Bumi. Pesawat itu bernama Mesias, yang akan digunakan untuk mehancurkan komet. Mesias akan dibawa oleh 5 astronot Amerika dan 1 astronot Rusia. Yang terdiri dari Komandan tim bernama Oren Monash; Pilot Andrea "Andy" Baker; Petugas medis Dr. Gus Partenza, Spesialis Nuklir dari Rusia Colonel Mikhai Tulchinsky; Navigator Mark Simon; dan kapten yang berpengalam dalam penerbangan antariksa yaitu Spurgeon "Fish" Tanner. Presiden Beck menamakan komet tersebut Wolf-Biederman. Marcus Wolf sudah meninggal, sedangkan Leo Biederman masih hidup. Sejak saat itu Leo jadi terkenal di sekolah dan juga lingkungan rumahnya. Disisi lain kelompok Mesias mengadakan pesta kecil bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya, tak lupa mereka juga bersantai sejenak disebuah bar.
Beberapa hari kemudian, misi Mesias dimulai. Mereka menggunakan roket untuk menuju ke pangkalan Mesias yang ada di orbit bumi sambil terhubung dengan Mitch di Houston (kantor pusat) dan disaksikan oleh keluarga. Sesampai disana, mereka segera memasuki Mesias yang didalamnya sudah ada 8 bom nuklir yang akan digunakan untuk mehancurkan komet. Mesias didukung oleh sistem "Propolsi Nuklir Eksperimental" yang disebut Orion. Begitu mereka masuk ke Mesias, mereka segera membawa Mesias meluncur ke komet tersebut.
Lima bulan kemudian, seluruh stasiun berita mulai menyiarkan berita mengenai Mesias, termasuk CNBC dengan Jenny menjadi reporternya. Sementara di luar angkasa, Mesias akhirnya menemukan komet tersebut. Mereka segera menyiapkan empat bom nuklir yang terpasang dengan mesin bor bernama "Mole", dan menuju ke komet. Sebelum kesana, terlebih dahulu Mesias harus melepas sistem Orion. Begitu sistem Orion terlepas, Mesias segera menuju ke komet yang tidak mudah, karena harus melewati badai berbatuan yang disebut "Coma". Mesias akhirnya berhasil mendarat di komet dengan selamat. Begitu mendarat Oren, Mark, Gus, Mikhail (yang sudah memakai pakaian astronot) keluar membawa empat Mole bom nuklir tersebut. Mereka segera menanamkan Mole Bom tersebut ke kedalaman 100 meter, dan harus dilakukan dalam waktu 7 jam. Jika waktu sudah habis, matahari akan menyinari komet, membuat suhu di komet meningkat, dan akan muncul semburan gas dari dalam komet. Ketika waktu tersisa 25 menit, satu Mole tersangkut di kedalaman 75 meter. Oren segera masuk ke lubang itu untuk memperbaikinya. Ternyata Mole itu menembus ke gua bawah tanah, dan Mole itu tersangkut disana. Oren segera memperbaikinya hingga berfungsi kembali. Karena waktunya sudah mau habis, Andy dan Fish segera membawa Mesias ke lokasi peneboran. Ketika Oren kembali ke permukaan, waktu peneboran sudah habis, sinar matahari muncul dengan cepat menerangi komet, disertai semburan gas. Gus, Mark, dan Mikhai segera memasang perisai UV untuk melindungi muka mereka. Oren yang sudah kembali terpental dan mukanya terkena sinar matahari karena tidak memasang perisai UV. Untungnya Oren yang memakai tali pengaman berhasil di tolong oleh rekannya. Ketika mereka akan kembali ke Mesias, Gus terkena semburan gas yang membuat dirinya terpental jauh ke luar angkasa. Oren, Mark, dan Mikhai berhasil kembali ke Mesias, dan mereka segera pergi darisana.
Di perjalanan, Mikhal minta Fish dan Andy pergi mencari Gus, tapi mereka menolak dengan alasan bahan bakar tidak cukup dan mereka bisa mati jika mereka pergi mencari Gus. Fish segera menghubungi Houston bahwa mereka kehilangan Gus akibat semburan gas, Oren mengalami luka bakar di mukanya, dan Mark hanya mengalami luka ringan di lengan kanannya. Setelah Mesias berhasil merapat dengan Orion dan menjauh dari komet, Fish dan Mikhail segera meledakan bom yang ada di komet itu. Ledakannya mengenai Mesias, membuat alat komunikasi antara Mesias dan Houston jadi rusak, sehingga harus diperbaiki dalam waktu yang lama. Tak hanya itu saja, ledakkan tersebut tidak sepenuhnya mehancurkan komet.
Di gedung putih, Presiden Beck yang sudah mendengar hal itu segera menyampaikan bahwa Mesias gagal. Dimana ledakan bom itu membuat komet pecah menjadi dua bagian, satu berukuran 1,5 mil, dan satu lagi berukuran 6 mil. Keduanya masih mengarah ke bumi. Sejak komet pertama kali ditemukan, pemerintah juga telah menyiapkan dua hal untuk mengatasi kegagalan Mesias. Pertama komandan rudal Amerika bekerja sama dengan Rusia menggunakan rudal terbesar bernama "Titan" yang ledakannya bisa membelokkan arah komet agar tidak mengenai bumi, dan Titan baru bisa diluncurkan saat jarak komet sudah cukup dekat dengan bumi. Kedua pemerintah juga mengambil langkah untuk memastikan kelangsungan hidup manusia dan menjamin masih ada yang tersisa untuk memulai kehidupan baru. Pemerintah membangun bunker bawah tanah raksaksa di lembah kapur Missouri yang dapat menampung 1 juta, tumbuhan, dan hewan. Pada 10 Agustus pemerintah akan memilih 800 ribu masyarakat biasa secara acak yang akan bergabung bersama 200 ribu ilmuwan, guru, tentara, dokter, insinyur, dan seniman. Masyarakat yang terpilih akan dijemput menggunakan bus atau kereta khusus dengan pengawasan militer. Setelah pidato tersebut Jenny segera menyampaikan berita mengenai penempatan bunker itu. Di rumah Leo, keluarga Leo yang sedang berkumpul bersama keluarga Sarah mendapat telfon bahwa keluarga Leo terpilih menempati bunker. Ayahnya Sarah yang mendengarnya segera kembali ke rumah, memastikan keluarganya juga mendapat telfon. Di luar angkasa dan setelah ledakan itu berakhir, mereka masih berusaha memperbaiki alat komunikasinya. Karena tidak punya rencana lain, Oren (yang matanya diperban) memerintahkan agar mereka pulang ke bumi. Dengan segera Mesias akhirnya meluncur kembali ke bumi.
Pemeran Film
- Robert Duvall sebagai Captain Spurgeon "Fish" Tanner, USN
- Téa Leoni sebagai Jenny Lerner
- Elijah Wood sebagai Leo Biederman
- Vanessa Redgrave sebagai Robin Lerner
- Maximilian Schell sebagai Jason Lerner
- Morgan Freeman sebagai President Tom Beck
- Leelee Sobieski sebagai Sarah Hotchner
- James Cromwell sebagai Al Rittenhouse
- Ron Eldard sebagai Oren Monash
- Jon Favreau sebagai Dr. Gus Partenza
- Mary McCormack sebagai Andrea "Andy" Baker
- Blair Underwood sebagai Mark Simon
- Richard Schiff sebagai Don Biederman
- Laura Innes sebagai Beth Stanley
- Kurtwood Smith sebagai Otis Hefner
- Dougray Scott sebagai Eric Vennekor
- Denise Crosby sebagai Vicky Hotchner
- Charles Martin Smith sebagai Dr. Marcus Wolf
- Rya Kihlstedt sebagai Chloe Lerner
- Aleksandr Baluyev sebagai Colonel Mikhail Tulchinsky, VVS
Produksi
Asal-usul Deep Impact dimulai di akhir tahun 1970-an ketika produser Richard Zanuck dan David Brown mendekati Paramount Pictures untuk mengusulkan pembuatan ulang film tahun 1951 When Worlds Collide. Meskipun beberapa rancangan skenario telah diselesaikan, para produser tidak sepenuhnya senang dengan satupun rancangan tersebut dan proyek tersebut tetap berada dalam "neraka pembangunan" selama bertahun-tahun. Di pertengahan 1990-an, mereka mendekati sutradara Steven Spielberg, yang pernah bekerja sama dengan mereka dalam film blockbuster tahun 1975, Jaws, untuk mendiskusikan proyek yang telah lama mereka rencanakan. Namun, Spielberg telah membeli hak film atas novel tahun 1993 The Hammer of God karya Arthur C. Clarke, yang membahas tema serupa tentang asteroid yang akan bertabrakan dengan Bumi dan upaya umat manusia untuk mencegah kepunahannya sendiri. Spielberg berencana memproduseri dan menyutradarai The Hammer of God sendiri untuk studio DreamWorks miliknya yang masih baru, tetapi memilih untuk menggabungkan kedua proyek tersebut dengan Zanuck dan Brown, dan mereka menugaskan skenario untuk apa yang kemudian menjadi Deep Impact.
Di tahun 1995, film yang akan datang diumumkan dalam publikasi industri sebagai "Skenario oleh Bruce Joel Rubin, berdasarkan film When Worlds Collide dan The Hammer of God oleh Arthur C Clarke" meskipun pada akhirnya, setelah penyusunan ulang selanjutnya oleh Michael Tolkin, tidak ada karya sumber yang akan dikreditkan dalam film terakhir. Spielberg masih berencana untuk mengarahkan Deep Impact sendiri, tetapi komitmen terhadap filmnya tahun 1997 Amistad menghalanginya untuk melakukannya tepat waktu, terutama karena Touchstone Pictures baru saja mengumumkan film mereka yang bertema serupa Armageddon, yang juga akan dirilis di musim panas 1998. Tak mau menunggu, produser memilih mempekerjakan Mimi Leder untuk menyutradarai Deep Impact, dengan Spielberg bertindak sebagai produser eksekutif. Leder tidak mengetahui film lain yang sedang dibuat. “Saya tidak dapat memercayainya. Dan pers berusaha mengadu domba kami. Rasanya tidak enak. Kedua film tersebut memiliki nilai yang besar dan, untungnya, keduanya meraih kejayaan yang luar biasa." Novel Clarke digunakan sebagai bagian dari kampanye publisitas film tersebut sebelum dan sesudah film tersebut dirilis dan dia kesal karena tidak dikreditkan dalam film tersebut.
Jenny Lerner, karakter yang diperankan oleh Téa Leoni, awalnya dimaksudkan untuk bekerja di CNN. CNN menolaknya karena dianggap "tidak pantas". MSNBC setuju untuk ditampilkan dalam film tersebut, melihatnya sebagai cara untuk mendapatkan eksposur untuk jaringan yang baru dibuat.
Sutradara Mimi Leder kemudian menjelaskan bahwa dia ingin melakukan perjalanan ke negara lain untuk mendapatkan perspektif tambahan, namun karena jadwal syuting yang ketat dan anggaran yang relatif rendah, ide tersebut dibatalkan. Pengawas efek visual Scott Farrar merasa bahwa liputan peristiwa di seluruh dunia akan mengalihkan perhatian dari cerita karakter utama.
Sejumlah ilmuwan bekerja sebagai konsultan sains untuk film tersebut termasuk astronom Gene Shoemaker, Carolyn Shoemaker, Josh Colwell dan Chris Luchini, mantan astronot David Walker, dan mantan direktur Pusat Luar Angkasa Lyndon B. Johnson NASA Gerry Griffin.
Soundtrack
Musik untuk film ini disusun dan dipimpin oleh James Horner.
Perilisan
Teatrikal
Film ini dirilis oleh Paramount Pictures di tanggal 8 Mei 1998.
Media rumah
Deep Impact dirilis dalam bentuk VHS di tanggal 20 Oktober 1998, LaserDisc di tanggal 3 November dan DVD di tanggal 15 Desember.
Penerimaan
Film Laris
Deep Impact memulai debutnya di box office Amerika Utara dengan penjualan tiket $41 juta. Ia berjaya melewati Twister, mencetak pembukaan akhir pekan tertinggi kesepuluh sepanjang masa. Selama 1 dekade, film ini memegang rekor pembukaan akhir pekan terbesar untuk film yang disutradarai wanita hingga diambil alih oleh Twilight di tahun 2008. Film ini meraup $140 juta di Amerika Utara dan tambahan $209 juta di seluruh dunia dengan total pendapatan kotor $349 juta. Meskipun ada persaingan di musim panas 1998 dari film serupa Armageddon, kedua film tersebut berjaya secara luas, dengan Deep Impact menjadi film pembuka tertinggi di antara keduanya, sementara Armageddon adalah film yang paling menguntungkan secara keseluruhan.
Penerimaan Kritis
Deep Impact mendapat sambutan kritis yang beragam. Berdasarkan 94 ulasan yang dikumpulkan oleh Rotten Tomatoes, 45% kritikus menyukai film tersebut, dengan rata-rata rating 5,8/10. Para kritikus situs tersebut membaca konsensus, "Gelombang pasang melodrama menenggelamkan peluang Deep Impact untuk menjadi film bencana yang mengesankan seperti yang dicita-citakan." Metacritic memberikan skor 40 dari 100 berdasarkan 20 ulasan, yang menunjukkan "campuran atau rata-rata ulasan". Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberi film tersebut nilai rata-rata "B" pada skala A+ hingga F.
Elvis Mitchell dari The New York Times mengatakan bahwa film tersebut "memiliki nada yang lebih merenung dan bijaksana daripada yang biasanya dibutuhkan oleh genre ini", sementara Rita Kempley dan Michael O'Sullivan dari The Washington Post mengkritik apa yang mereka anggap sebagai pertunjukan yang tidak emosional dan kurangnya ketegangan.
Penghargaan
Di Stinkers Bad Movie Awards tahun 1998, film ini dinominasikan untuk Aktris Pendukung Terburuk untuk Leoni ( kalah dari Lacey Chabert untuk Lost in Space ) dan Skenario Terburuk Untuk Film dengan Pendapatan Lebih dari $100 Juta ( Menggunakan Matematika Hollywood ) ( kalah dari Godzilla ).
Pranala luar
- Deep Impact di IMDb (dalam bahasa Inggris)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


