Dampak lingkungan mata uang kripto
Dampak lingkungan mata uang kripto adalah adanya perdebatan dan kritik mengenai besarnya energi listrik yang diperlukan untuk penambangan mata uang kripto, terutama Bitcoin dan Ethereum. Perdebatan ini mendorong besarnya minat untuk menggunakan bukti kepemilikan dalam pengembangan mata uang kripto.[1][2][3]
Konsumsi energi Bitcoin
Menurut data dari Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF), konsumsi listrik global untuk penambangan Bitcoin pada tahun 2021 dan 2022 melebihi 100 TWh per tahun. Jika dibandingkan dengan negara, konsumsi energi ini setara dengan peringkat ke-27 dunia, melampaui negara seperti Pakistan yang memiliki populasi lebih dari 230 juta jiwa .[4][5]
Emisi karbon yang dihasilkan dari penambangan Bitcoin selama periode 2020–2021 diperkirakan mencapai 86 juta ton CO₂ ekuivalen. Untuk mengimbangi emisi ini, diperlukan penanaman sekitar 3,9 miliar pohon, yang mencakup area seluas negara seperti Belanda, Swiss, atau Denmark.[6]
Dampak terhadap Air dan Lahan
Studi dari United Nations University mengungkapkan bahwa penambangan Bitcoin juga memiliki dampak signifikan terhadap penggunaan air dan lahan. Selama tahun 2020–2021, jejak air global dari penambangan Bitcoin mencapai sekitar 1,65 km³, setara dengan penggunaan air domestik oleh 300 juta orang di pedesaan Sub-Sahara Afrika. Selain itu, jejak lahan dari jaringan penambangan Bitcoin global selama periode yang sama lebih dari 1.870 km², 1,4 kali luas kota Los Angeles.[7]
Upaya Mitigasi dan Transisi Energi
Beberapa mata uang kripto telah mengambil langkah untuk mengurangi dampak lingkungan. Ethereum, misalnya, telah beralih dari mekanisme PoW ke Proof-of-Stake (PoS) melalui pembaruan yang dikenal sebagai "The Merge," yang mengurangi konsumsi energinya hingga 99,9% .
Sementara itu, komunitas Bitcoin masih mempertahankan mekanisme PoW, meskipun ada upaya untuk meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan sumber energi terbarukan. Inisiatif seperti Sustainable Bitcoin Protocol (SBP) bertujuan untuk mendorong penggunaan energi terbarukan dalam penambangan Bitcoin dengan memberikan insentif kepada penambang yang menggunakan sumber energi bersih .
Dampak lingkungan dari mata uang kripto, terutama yang menggunakan mekanisme PoW, merupakan isu yang kompleks dan memerlukan perhatian serius. Konsumsi energi yang tinggi, emisi karbon, serta dampak terhadap air dan lahan menunjukkan perlunya inovasi dan regulasi yang mendorong praktik penambangan yang lebih berkelanjutan. Transisi ke mekanisme yang lebih efisien seperti PoS dan penggunaan energi terbarukan merupakan langkah penting menuju masa depan kripto yang ramah lingkungan.[8]
Referensi
- ^ "The Hidden Environmental Cost of Cryptocurrency: How Bitcoin Mining Impacts Climate, Water and Land". United Nations University (dalam bahasa Inggris). 2025-04-17. Diakses tanggal 2025-04-17.
- ^ Chamanara, Sanaz; Ghaffarizadeh, S. Arman; Madani, Kaveh (2023). "The Environmental Footprint of Bitcoin Mining Across the Globe: Call for Urgent Action". Earth's Future (dalam bahasa Inggris). 11 (10): e2023EF003871. doi:10.1029/2023EF003871. ISSN 2328-4277.
- ^ "The hidden and destructive environmental impact of Bitcoin mining". Earth.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-04-17.
- ^ "Bitcoin mining has "very worrying" impacts on land and water, not only carbon". AGU Newsroom (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-17.
- ^ Messina, Irene (2023-08-31). "Bitcoin electricity consumption: an improved assessment - News & insight". Cambridge Judge Business School (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-04-17.
- ^ Lawrence, Kristen (2025-04-05). "Experts raise alarm over staggering side effect of cryptocurrency mining: 'Not a good idea'". The Cool Down (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-17.
- ^ Paez, Margot (2024-02-09). "Mining Misinformation: How The United Nations University Misrepresents Bitcoin's Energy Use". bitcoinmagazine.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-17.
- ^ "Weather forecast and conditions for Irving, TX, United States - The Weather Channel | weather.com". The Weather Channel (dalam bahasa Indian English). Diakses tanggal 2025-04-17.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


