Cur Deus homo
Bagian awal prolog dari Cur Deus Homo, dari manuskrip abad ke-12 yang disimpan di Istana Lambeth | |
| Pengarang | Anselmus dari Canterbury |
|---|---|
| Genre | Esai |
| Diterbitkan | 1098 |
Cur Deus homo ("Mengapa Allah [menjadi] manusia") adalah judul dari karya teologi yang ditulis oleh biarawan dan filsuf Kristen, Anselmus dari Canterbury, pada tahun 1098. Karya ini, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai karya terbesar Anselmus,[1] menjelaskan bagaimana, sebagai akibat dari kesalahan yang dilakukan oleh manusia terhadap Allah dalam peristiwa dosa asal, Allah mendamaikan diri dengan manusia melalui perantaraan Yesus, yang memiliki natur manusia dan ilahi secara bersamaan. Konsep mengenai dua natur dalam perantaraan keselamatan universal sudah ada dalam pengajaran Athanasius dari Aleksandria. Anselmus menambahkan bahwa kematian di salib dan kebangkitan dibutuhkan agar karya penyelamatan ini dapat diselesaikan.
Argumen utama Anselmus adalah bahwa hanya seorang Allah-manusia yang dapat menyelesaikan penebusan ini, karena manusia tidak bisa memenuhi tuntutan keadilan ilahi, sementara Allah tidak dapat berdosa dan karena itu tidak bisa menyerahkan diri-Nya sebagai kurban.
Latar belakang
Anselmus memulai penulisan karya yang kemudian menjadi Cur Deus Homo pada waktu ia berada di Inggris, tempat ia menjabat sebagai Uskup Agung Canterbury di bawah pemerintahan Raja William II. Namun, akibat ketegangan dengan kekuasaan politik, Anselmus diasingkan pada tahun 1097 dan tidak dapat menyelesaikan tulisannya sampai musim panas tahun 1098, saat ia tinggal bersama Abbas Giovanni dari Telese di Italia.[2]
Karya ini sangat kental dengan corak teologis dan membahas isu-isu yang bersifat dogmatis dan doktrinal. Karena itu, karya ini berbeda dengan beberapa tulisan Anselmus sebelumnya—seperti Monologion dan Proslogion—yang lebih bersifat filosofis.[3] Meskipun demikian, secara metodologis, Anselmus tetap mempertahankan pandangannya (diringkas dalam ungkapan fides quaerens intellectum, "iman yang mencari pemahaman") bahwa selain iman, rasio juga memegang peranan penting, baik untuk menjernihkan isi kepercayaan maupun untuk menunjukkan mengapa hal-hal itu layak dipercaya.[3][4]
Isi
Cur Deus homo ditulis dalam bentuk dialog antara Anselmus dan muridnya Boso. Di dalamnya, Anselmus mengungkapkan bagaimana, karena manusia tidak mampu menebus dosa Adam dan Hawa terhadap Allah, Allah mendamaikan umat manusia dengan cara menjelma menjadi manusia.[5] Karya ini juga memuat sebuah pembelaan terhadap dogma Kristen mengenai inkarnasi Allah (yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus) terhadap kritik dari orang Yahudi dan Muslim. Gagasan tentang Allah yang menjelma menjadi manusia dan merendahkan diri hingga mati di salib memang dianggap tidak masuk akal oleh banyak orang yang tidak menganut agama Kristen.[3] Masalah dan cara penyelesaiannya dirangkum oleh Anselmus melalui dialog tanya jawab berikut:
(Bahasa Latin) |
(Bahasa Indonesia) |
Referensi
- ^ "ANSELMO d'Aosta, santo - Enciclopedia". Treccani (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 2025-12-04.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamatreccani - ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaiep - ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamacolombo_81-82 - ^
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


