Caroline de Barrau
Caroline de Barrau (nama lahir Caroline-Françoise Coulomb, 1828–1888) adalah seorang pendidik, feminis, penulis, dan dermawan asal Prancis. Ia dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan tinggi serta sebagai pelopor dalam pendirian lembaga sosial yang membantu perempuan dan anak-anak terlantar. Melalui gagasan dan tindakannya, Caroline menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan pendidikan dan feminisme Prancis abad ke-19.[1]
Kehidupan
Caroline-Françoise Coulomb lahir di Paris pada tahun 1828 dari keluarga Protestan kaya yang memiliki tanah luas. Ia menerima pendidikan yang baik sejak kecil, meliputi bahasa Yunani dan Latin, bahasa-bahasa modern, serta musik. Pada tahun 1848, ia menikah dengan M. de Barrau de Muratel, seorang pegawai kedutaan besar, dan tinggal di château keluarganya di Montagne-Noire du Tarn, dekat Sorèze. Dalam kehidupannya, Caroline dikenal sebagai sosok yang berpikiran terbuka, kosmopolitan, sekaligus patriotik.
Ketika terjadi Perang Prancis–Prusia (1870–1871), ia mengubah kediamannya menjadi rumah sakit lapangan untuk merawat tentara yang terluka. Dari empat puluh orang yang dirawat, tiga puluh sembilan berhasil diselamatkan. Di luar kegiatan sosialnya, Caroline juga menunjukkan ketertarikan pada kajian spiritual dan fenomena psikis, serta bergaul dengan tokoh-tokoh seperti Dr. Charles Richet dan Dr. Paul Gibier.[2]
Caroline de Barrau meninggal dunia di Paris pada tahun 1888. Ia dikenang sebagai salah satu pelopor pendidikan perempuan di Prancis sekaligus tokoh penting dalam gerakan feminis Eropa. Pemikirannya mengenai kesetaraan akses pendidikan dan tanggung jawab sosial perempuan berpengaruh besar terhadap perkembangan pemikiran pendidikan modern dan gerakan perempuan pada akhir abad ke-19.[2]
Peran dalam Dunia Pendidikan
Ketertarikan Caroline terhadap pendidikan muncul ketika ia mendidik anak-anaknya sendiri. Ia berpendapat bahwa larangan bagi perempuan untuk berkuliah di Prancis bukan disebabkan oleh hukum, melainkan oleh kebiasaan sosial. Untuk membuktikan pandangannya, ia mendirikan sekolah kecil di rumahnya di Paris, di mana anak-anak laki-laki dan perempuan belajar bersama di bawah bimbingan guru-guru pilihan. Sekolah ini berkembang pesat dan dikenal karena pendekatannya yang progresif terhadap pendidikan perempuan.[2]
Caroline kemudian mempersiapkan sejumlah siswi, termasuk putrinya sendiri, Émilie de Barrau, untuk menempuh pendidikan di Universitas Paris. Upayanya berhasil, dan mereka menjadi perempuan pertama yang diterima di fakultas kedokteran universitas tersebut. Langkah ini menandai tonggak sejarah penting bagi pendidikan tinggi perempuan di Prancis.
Pada tahun 1884, Caroline menentang kebijakan pemerintah yang berupaya menghapus jabatan inspektur perempuan di taman kanak-kanak. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan gagasan awal kaum perempuan yang kemudian diadopsi oleh negara. Bersama sahabatnya Pauline Kergomard, ia mendirikan Union Française pour le Sauvetage de l’Enfance pada tahun 1886–1887, sebuah lembaga sosial yang membantu anak-anak terlantar dan yatim piatu.[3]
Aliran Paham
Caroline de Barrau merupakan salah satu tokoh aktif dalam Société pour la Revendication du Droit des Femmes (Perhimpunan untuk Penegasan Hak-Hak Perempuan) yang dibentuk pada tahun 1866. Ia bekerja bersama tokoh-tokoh seperti Louise Michel, Maria Deraismes, Paule Minck, Éliska Vincent, dan Élisa Lemonnier. Organisasi ini memusatkan perhatian pada perjuangan untuk memperbaiki sistem pendidikan bagi anak perempuan.[4]
Caroline juga menjadi anggota Association internationale des femmes (AIF), dan pada tahun 1872 ia turut menandatangani deklarasi pendirian organisasi Solidarité: Association pour la Défense des Droits de la Femme (Solidaritas: Asosiasi untuk Pembelaan Hak-Hak Perempuan) di Bern, Swiss. Ia bekerja bersama aktivis internasional seperti Josephine Butler dan Marie Goegg dalam memperjuangkan kesetaraan sosial bagi perempuan.[5]
Pada tahun 1877, Caroline menghadiri Kongres Internasional di Jenewa yang membahas penghapusan prostitusi resmi. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan kondisi buruk pekerja perempuan di Paris yang hanya memperoleh upah dua franc per hari. Ia kemudian menjadi salah satu pendiri Association pour l’Abolition de la Prostitution Réglementée di Prancis bersama Victor Schœlcher dan Maria Deraismes. Selain itu, ia memimpin lembaga sosial Les Libérées de Saint-Lazare, yang membantu mantan narapidana perempuan untuk kembali berbaur dalam masyarakat.[6]
Karya
Sebagai penulis, Caroline de Barrau menghasilkan sejumlah karya penting yang berfokus pada pendidikan, moralitas, dan hak-hak perempuan. Di antara karyanya yang paling dikenal adalah:
- La Femme et l’Éducation (1870), membahas hak perempuan dalam bidang pendidikan.
- Étude sur le Salaire du Travail Féminin à Paris (1878), analisis sosial tentang upah kerja perempuan di kota Paris.
- Les Femmes de la Campagne à Paris (1884), kajian tentang kehidupan perempuan desa di ibu kota.
- La Mission de la Femme et son Rôle dans l’Éducation Religieuse de l’Enfance (1870), tentang peran perempuan dalam pendidikan moral dan keagamaan anak-anak.[7]
Referensi
- ^ DuBois, E. C. (1999). Harriot Stanton Blatch and the Winning of Woman Suffrage. Yale University Press.
- ^ a b c Kergomard, P. (2014). Barrau (Madame de). Institut Français de l’Éducation.
- ^ Clark, L. L. (2000). The Rise of Professional Women in France: Gender and Public Administration since 1830. Cambridge University Press.
- ^ McMillan, J. F. (2002). France and Women, 1789–1914: Gender, Society and Politics. Routledge.
- ^ Offen, K. M. (2000). European Feminisms, 1700–1950: A Political History. Stanford University Press.
- ^ Corbin, A. (1996). Women for Hire: Prostitution and Sexuality in France After 1850. Harvard University Press.
- ^ Barrau, C. de. (1870–1884). Various works on education and women’s rights. Paris: J. Cherbuliez.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


