Candi Watugenuk

Candi Watu Genuk adalah situs candi Hindu yang terletak di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Situs ini diperkirakan berasal dari abad ke-8 hingga ke-10 Masehi dan merupakan peninggalan agama Hindu, khususnya pemujaan terhadap Dewa Siwa (Mahadewa).[1]

Candi Watu Genuk pertama kali teridentifikasi sekitar satu dekade lalu, dengan serangkaian ekskavasi sistematis yang dilakukan sejak tahun 2016 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali. Hasil penelitian mengungkap kompleks candi yang terdiri dari satu candi induk dengan yoni dan tiga candi perwara, menunjukkan tata letak yang terencana.[2]

Ekskavasi tahap ketiga pada Desember 2022 berhasil menemukan prasasti batu berukuran 33 x 60 cm dengan ketebalan 14–18 cm yang terintegrasi dengan salah satu candi perwara. Prasasti beraksara Jawa Kuno dan berbahasa Sansekerta ini memuat teks terkait pemujaan Mahadewa Siwa.[3]

Ekskavasi terkini pada 2023 berhasil mengungkap puncak candi yang dihiasi relief dan memiliki kesamaan dengan Candi Kedulan di Sleman. Material batu candi yang ditemukan dalam keadaan tidak lengkap, diduga akibat bekas lahan perkebunan serta kemungkinan adanya aktivitas penghancuran di masa lalu. Saat ini, situs tersebut dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah bagi pelajar dan warga setempat.[4]

Prasasti Candi Watu Genuk dan Hubungannya dengan Pemujaan Siwa

Prasasti yang ditemukan di Candi Watu Genuk mengandung makna simbolis terkait pemujaan terhadap Mahadewa (Siwa), salah satu dewa utama dalam agama Hindu. Secara umum, prasasti tersebut memuat pesan-pesan ritual dan keagamaan yang mempertegas fungsi candi sebagai tempat pemujaan Siwa. Diduga, isinya mencakup catatan tentang pendirian candi, doa-doa pemujaan, atau penghormatan kepada Mahadewa, serta kemungkinan menyebutkan tokoh atau pihak yang terlibat dalam pembangunan dan perawatan candi. Meskipun belum sepenuhnya terbaca, prasasti ini memiliki nilai penting karena tidak semua candi dilengkapi dengan prasasti sebagai sumber sejarah yang jelas.[5]

Sebagai bagian dari struktur candi perwara, prasasti ini menjadi kunci dalam merekonstruksi sejarah dan konteks pendirian Candi Watu Genuk. Keberadaannya juga menunjukkan keberlanjutan tradisi Hindu yang kuat di wilayah Boyolali pada masa klasik, sekaligus memberikan peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai aspek sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat saat itu.[5]

Referensi

  1. ^ Jarmaji. "Mengenal Situs Watu Genuk, Candi Hindu Peninggalan Abad 8 di Boyolali". detikjateng. Diakses tanggal 2025-06-19.
  2. ^ "Langka, Prasasti di Situs Candi Watu Genuk Boyolali Berhuruf Jawa Kuno Berbahasa Sansekerta". Tempo. 14 Januari 2023 | 14.43 WIB. Diakses tanggal 2025-06-19.
  3. ^ Redaksi (2023-01-11). "Ekskavasi Situs Candi Watugenuk Kragilan Boyolali Berlanjut: Tim Temukan Prasasti Huruf Jawa Kuno » JOGLOSEMAR NEWS". JOGLOSEMAR NEWS. Diakses tanggal 2025-06-19.
  4. ^ Faizah, Nimatul (31 Oktober 2023). "Ekskavasi Situs Watu Genuk Boyolali Dilanjutkan, Puncak Candi Ditemukan". Solopos. Diakses tanggal 20 Juni 2025.
  5. ^ a b Yulianto (2023-02-03). "Misteri Prasasti Watu Genuk Mulai Terungkap". Fokus Jateng. Diakses tanggal 2025-06-19.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement