Cagar Alam Pulau Taliabu
Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. |
Cagar Alam Pulau Taliabu adalah cagar alam yang terletak di Pulau Taliabu, Maluku Utara. Cagar alam ini didirikan pada tahun 1985 dan memiliki luas sekitar 9,720.40 Ha. Lokasi cagar alam ini berada di pusat Pulau Talibu yang ketinggiannya antara 500 m – 1250 m di atas permukaan laut. Pada umumnya, area cagar alam ini memiliki kelerengan yang sangat curam dan vegetasi hutan dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan ini terkenal karena keberadaan satwa endemiknya yang berada di zona Wallacea.[1]
Sejarah
Pada mulanya Cagar Alam Pulau Taliabu didirikan sebagai Kelompok Hutan Pulau Taliabu pada 11 September 1985 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 249/Kpts-II/1985. Keputusan dasar tersebut kemudian diperkuat kembali pada tahun 1995 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Kehutanan yang terbaru No. 684/Kpts-II/1995. Kemudian Cagar Alam Pulau Taliabu telah resmi ditetapkan batasnya melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 16/Kpts/VIII-3/1999 tanggal 10 Februari 1999, dengan luas 9.743 hektar. Tiga belas tahun kemudian, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 490/Menhut-II/2012 dan data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Maluku Utara, luas kawasan Cagar Alam Pulau Taliabu ditata ulang menjadi seluas 9.720,40 hektar. Berdasarkan surat keputusan pula luas Hutan Suaka Alam (HSA) di Kabupaten Pulau Taliabu mencapai 11.034,60 hektar (3,70%) dengan mendefinisikan ulang batas Cagar Alam Pulau Seho menjadi seluas 1.314,20 hektar.[1]
Keanekaragaman hayati
Flora
Vegetasi hutan di cagar alam ini didominasi oleh meranti (Shorea spp), palapi (Heritiera sp), kayu besi (Intsia bijuga), samama (Anthocephalus macrophyllus), pala hutan (Myristica fatua), durian hutan (Durio sp), dan kenari hutan (Canarium sp).[1]
Fauna
Satwa yang dapat ditemukan di Cagar Alam Pulau Taliabu meliputi Babirusa (Babyrousa babyroussa), burung gosong (Megapodius bernsteinii), Pergam putih (Ducula luctuosa), Serindit Maluku (Loriculus amabilis), rusa timor (Cervus timorensis), Kepudang-sungu Sula (Coracina sula), Sikatan-rimba sula (Rhynomyias colonus), Raja-perling sula (Basilomis galeatus), Anis punggung-merah (Zoothera erythronota), Serak taliabu (Tyto nigrobrunnea), Kipasan sulawesi (Rhipidura teysmanni), dan Perkici kuning-hijau (Trichoglassus flavoviridis Wallace). Kawasan cagar alam ini terkenal sebagai tempat konservasi babirusa.[1]
Referensi
- ^ a b c d Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku (Desember 2013). Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Cagar Alam Pulau Taliabu Periode Tahun 2013 – 2022 Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara (PDF). Ambon: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku. hlm. 3–4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


