Cacing tambang
| Necator americanus dan Ancylostoma duodenale | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies | |
|
N. americanus | |
Cacing tambang adalah cacing parasit (nematoda) yang hidup pada usus kecil inangnya, manusia. Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus.[1] Necator americanus banyak ditemukan di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, Tiongkok, dan Indonesia, sementara A. duodenale lebih banyak di Timur Tengah, Afrika Utara, India, dan Eropa bagian selatan. Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembap, dengan tingkat kebersihan yang buruk. bentuk infektif dari cacing tersebut adalah bentuk filariform. Setelah cacing tersebut menetas dari telurnya, muncullah larva rhabditiform yang kemudian akan berkembang menjadi larva filarifor.
Cacing tambang N. americanus dewasa memiliki ukuran yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan A. duodenale. Individu jantan umumnya berukuran sekitar 7-9 mm, sedangkan betina berkisar antara 9-11 mm. Parasit ini melekat pada mukosa dan submukosa usus halus menggunakan lempeng pemotong, dan mampu bertahan hidup di dalam tubuh inang selama kurang lebih 3-5 tahun.[2]
Morfologi
Sistem reproduksi betina bersifat didelphic, sementara individu jantan hanya memiliki satu testis. Pada bagian posterior tubuh jantan terdapat bursa kopulasi berbentuk seperti payung dengan struktur menyerupai tulang rusuk, yang berfungsi untuk mencengkeram tubuh betina selama proses kopulasi. Posisi vulva berbeda pada kedua spesies, dimana pada A. duodenale terletak di bagian posterior, sedangkan pada N. americanus berada di bagian anterior.[3]
Kedua spesies menunjukkan adanya struktur kitin khusus pada kapsul bukal. N. americanus memiliki sepasang lempeng pemotong berbentuk setengah bulan pada dinding dorsal, gigi cekung pada bagian medial dorsal, serta sepasang lanset segitiga yang lebih dalam pada dinding ventral kapsul bukalnya. Sebaliknya, A. duodenale memiliki dua pasang gigi yang terletak pada dinding ventral kapsul bukal.[3]
Referensi
- ^ Hotez, PJ; Bethony, J; Bottazzi, ME; Brooker, S; Buss, P (March 2005). "Hookworm: "the great infection of mankind"". PLOS Medicine. 2 (3): e67. doi:10.1371/journal.pmed.0020067. PMC 1069663. PMID 15783256. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ Guerrant, Richard L.; Walker, David H.; Weller, Peter F., ed. (2011). Tropical infectious diseases: principles, pathogens and practice (Edisi Third edition). Edinburgh: Saunders/Elsevier. ISBN 978-0-7020-3935-5.
- ^ a b Bogitsh, Burton J.; Carter, Clint E. (2013). Human parasitology (Edisi 4th ed). Amsterdam ; Boston: Academic Press. ISBN 978-0-12-415915-0.
Pranala luar
- (Indonesia) Infeksi Cacing Tambang
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


