Bukit Uluwatu Villa
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
|---|---|
| Kode emiten | BEI: BUVA |
| Industri | Pariwisata |
| Didirikan | 15 Desember 2000 |
| Kantor pusat | Badung, Bali |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Satrio Tjai[1] (Direktur Utama) Astini Bernawati Oudang[1] (Komisaris Utama) |
| Produk | Hotel |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | PT Nusantara Utama Investama (61,07%) PT Asia Leisure Network (8,27%) Tri Ramadi (5,86%) |
Karyawan | |
| Anak usaha | PT Bukit Lagoi Villa PT Mandra Alila PT Dialog Mitra Sukses PT Culina Global Utama PT Sitaro Mitra Abadi PT Bukit Bali Permai |
| Situs web | buvagroup |
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk adalah sebuah perusahaan perhotelan yang berkantor pusat di Badung. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini memiliki satu unit vila di Uluwatu dan dua unit hotel, yakni di Ubud dan Manggis.[2][3] Pemegang saham utama BUVA, PT Nusantara Utama Investama dimiliki oleh PT Basis Utama Prima. PT Basis Utama Prima sendiri dimiliki oleh Happy Hapsoro, seorang pengusaha Indonesia yang merupakan suami dari Ketua DPR RI, Puan Maharani.[4]
Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada bulan Desember 2000 untuk membangun vila di Uluwatu. Enam tahun kemudian, perusahaan ini pun mulai membangun Alila Villas Uluwatu. Pada tahun 2008, perusahaan ini mengakuisisi The Chedi Ubud, yang kemudian diubah namanya menjadi Alila Ubud. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai mengoperasikan Alila Villas Uluwatu.[5]
Pada tahun 2010, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini lalu mengakuisisi PT Bukit Lagoi Villa untuk mengembangkan Alila Villas Bintan. Setahun kemudian, perusahaan ini juga mendirikan PT Bukit Lentera Sejahtera untuk mengembangkan Alila SCBD Jakarta. Pada tahun 2013, melalui PT Culina Global Utama, perusahaan ini mulai mengoperasikan Liberte French Brasserie di Pacific Place. Dua tahun kemudian, perusahaan ini mengakuisisi The Serai Manggis, yang kemudian diubah namanya menjadi Alila Manggis.[6]
Pada tahun 2018, perusahaan ini mulai mengoperasikan Alila SCBD Jakarta dan mendivestasi kepemilikan atas merek Alila. Pada bulan Juni 2023, PT Nusantara Utama Investama resmi menguasai 64,86% saham perusahaan ini.[7] Pada bulan Desember 2023, perusahaan ini tidak lagi mengelola Alila SCBD Jakarta.[2][3] Pada bulan Februari 2024, perusahaan ini resmi menguasai 50% saham PT Bukit Savana Raya yang sedang membangun sebuah hotel di Labuan Bajo.[8]
Referensi
- ^ a b "Komisaris & Direksi". PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. Diakses tanggal 25 Februari 2025.
- ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2023" (PDF). PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
- ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. Diakses tanggal 25 Februari 2025.
- ^ "Happy Hapsoro Bakal Jadi Pemegang Saham Mayoritas Pengelola Alila Hotel (BUVA)". kumparan. Diakses tanggal 2026-02-23.
- ^ "Alila Villas Uluwatu / WOHA". Arch Daily. 12 Mei 2010. Diakses tanggal 7 September 2024.
- ^ "Bukit Uluwatu (BUVA) Akuisisi Mandra Alila di Bali". Market. 6 Oktober 2015. Diakses tanggal 4 Agustus 2024.
- ^ Sugianto, Danang (29 Juni 2023). "Perusahaan Suami Puan Caplok 65% Saham Pengelola Hotel Alila". Detikcom. Diakses tanggal 25 Februari 2025.
- ^ Nityakanti, Pulina (2 Februari 2024). "BUVA Ambil Alih Saham Bukit Savana Raya, Potensi Sumbang 29,01% ke Pendapatan". Kontan. Diakses tanggal 25 Februari 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


