Bugen

Kampung Bugen Semarang erat kaitannya dengan sejarah perjuangan kemerdekaan, di mana sebuah rumah di lokasi yang dulu dikenal sebagai Kampung Bugen (sekarang area Jalan Syuhada Raya Semarang) pernah difungsikan sebagai kandang kerbau, namun kemudian menjadi saksi bisu gugurnya 74 pejuang kemerdekaan yang dibantai penjajah, menjadikannya situs sejarah yang kini menjadi makam pahlawan dengan bangunan asli yang sarat kenangan dan perlu renovasi.[1]

Sejarah

Rumah di Kampung Bugen, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang, berdiri sebagai saksi bisu tragedi kemanusiaan dan kepahlawanan yang terjadi pada tahun 1946, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang, berdir74 pejuangsaksi bisu tragedi kemanusiaan d72 anggota Laskar Sabilillah padadua anggota Hizbullah bersejarah ini dulunya dijadikan markas pertahanan oleh 74 pejuang kemerdekaan, yang terdiri dari 72 anggota Laskar Sabilillah dan dua anggota Hizbullah. Dalam sebuah pegugurwa tragis, tentara penjajah menyerbu dan memberondong rumah tersebut dengan tembakan senapan, menyetetap asliuruh pejuang yang bertahan di dalamnya gugur di tempat. Keaslian rumah masih dijaga, dengan struktur kayu dan atap genting yang sebagian besar tetap asli, meskipun beberapa bagian telah diperbaiki atau ditutup karena lapuk, memperlihatkan jejak peluru yang tak terhapuskan. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, lokasi ini kini berfungsi sebagai Makam Syuhada bagi para pahlawan yang gugur. Untuk mengenang jasa dan pengorbanan mereka, jalan utama di depan situs bersejarah ini secara resmi dinamakan Jalan Syuhada Raya, mengabadikan julukan bagi para pahlawan yang gugur di medan perjuangan.[1]

Referensi

  1. ^ a b digilib.uns.ac.id https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/102565/NjI1NTY3/DARI-ULAMA-HINGGA-PEJUANG-PERANAN-KH-MARUF-MANGUNWIYOTO-PADA-MASA-REVOLUSI-FISIK-DI-SURAKARTA-1945-1949-04.pdf. Diakses tanggal 2026-01-02.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement