Bontobangun, Bontoharu, Kepulauan Selayar
Bontobangun | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kabupaten | Kepulauan Selayar | ||||
| Kecamatan | Bontoharu | ||||
| Kodepos | 92811 | ||||
| Kode Kemendagri | 73.01.02.1002 | ||||
| Kode BPS | 7301040004 | ||||
| Luas | 51,91 km2 | ||||
| Jumlah penduduk | 3.103 (2010)[1] | ||||
| Kepadatan | 60 jiwa/km2 | ||||
| |||||
Bontobangun adalah kelurahan yang berada di kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Bontobangun merupakan ibu kota kecamatan Bontoharu.
SEJARAH
Pada zaman dahulu wilayah Bontobangung merupakan pusat dari Kerajaan Bontobangung dengan Raja pertama bernama Lantinging Lase sekitar abad ke 13. Sebelum kedatangan Belanda Raja Bontobangung bergelar Lalaki .
Pada masa pendudukan pemerintah kolonial Belanda wilayah Bontobangung di tetapkan sebagai Regenschappen ( Kabupaten ) bagian dari Residen Selayar dengan Raja atau Opu Bontobangung sebagai Regen yang berada dibawah pengawasan Residen atau Controller Belanda di Benteng. [2]
Pada tahun 1869 wilayah Regenschappen (Opu) Gantarang di hapus oleh pemerintah Kolonial Belanda dan wilayahnya di lebur kedalam wilayah Regenschappen (Opu) Bonea dan Regenschappen (Opu) Bontobangung . Kemudian pada tahun 1871 Regenschappen (Opu) Putabangung juga di hapuskan dan wilayahnya di gabungkan kedalam wilayah Regenschappen (Opu) Bontobangung, penyerahan kedaulatan tersebut di tandai dengan penyerahan Gaukang kerajaan Putabangung yakni Gong Nekara oleh Sumahe Daeng Mappasang Opu/Regen Putabangung kepada Umara Daeng Macora Opu/Regen Bontobangung. Gong Nekara tersebut kemudian di jadikan Gaukang oleh Bontobangung.
Berikut daftar Opu / Regen Bontobangung
- Bongko Laloasa Daeng Sugina ( perempuan) 1844-1847
- Doraheman Daeng Sirua 1847-1859
- Sijali Daeng Pasau 1859-1866
- Umara Daeng Macora 1866-1894/95
- Massaerang Karaeng Mangatta 1895-1936 ( Opu Lolo Sejak 1884 )
- Muhammad Opu Patta Bundu' 1936-1950
Saat kedatangan pemerintah Da'ai Nippon Jepang untuk pertama kalinya seluruh wilayah Kepulauan Selayar di pimpin oleh pribumi pasca masuknya penjajah ke Selayar , saat itu yang di tunjuk menjadi Bun Kariken ( Bupati )Selayar ialah Opu Bontobangung terakhir yakni Muhammad Opu Patta Bundu'.
Kemudian saat proklamasi kemerdekaan di Jakarta yang membawa berita tersebut ke Selayar ialah Opu Bontobangung Muhammad Opu Patta Bundu' dan Putranya Aroeppala Karaeng Opu ( yang kelak menjadi Walikota Makassar ) , serta Mappatoba Karaeng Batara .
Sejarah ini di tulis oleh Muhammad Idris Karaeng Palili Alang
Tempat menarik
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



