Bondres

Bondres
Bebondresan
JenisOpera Bebanyolan
Budaya awalBali
Awal berkembangabad ke 20

Bondres atau Bebondresan merupakan salah satu pertunjukan drama tradisional Bali. Pertunjukan para Bondres tidak hanya mementaskan drama tradisional, tetapi juga mengangkat isu-isu masyarakat masa kini. Sebagai ciri khasnya, dalam lakon ini banyak terdapat guyonan dan disisipkan nasihat atau kritikan,[1] pertunjukan para Bondres bisanya menggunakan Dramatari Gambuh dan tari topeng, tujuannya adalah untuk menambah bebanyolan khas pada penonton.[2] Group Bondres yang terkenal di kalangan masyarakatnya adalah Sekdur, Lolak mtt, Rare Kual, Dwi Mekar dan Clekontong Mas.[3]

Sejarah

Perkembangan Bondres

Pada awal perkembangannya, Bondres menjadi selingan dalam drama tari topeng Bali klasik seperti Dramatari Gambuh, Arja, dan lain sebagainya yang merupakan pertunjukan tradisional yang mengikuti kaidah-kaidah tertentu. Bondres menjadi bagian yang tidak mengikuti aturan ini.[1]

Pertujukan opera Arja yang mirip dengan Bondres

Perkembangan akhir daramatari topeng ini adalah topeng Bondres atau Bebondresan dengan menekankan lelucon antara aktor aslinya, dan tidak mengikuti aturan yang sudah ada. Topeng ini lazim pada tahun 1980-an. Tokohnya adalah Penasar, Kartala dan topeng Bondres yang lucu.[2]

Bondres menjadi terkenal sebagai seni solo pada tahun 1990-an, pertama kali dibawakan oleh Ngurah Suparta saat diundang ke Berlin. Waktu itu dia diminta mementaskan sebuah drama, mungkin waktunya sudah sempit. Dengan demikian, lakon yang panjang itu dipotong-potong kecil, hanya diambil sebagian guyonannya saja, bagian-bagian lain yang tadinya merupakan bagian utama dihilangkan.[4]

Bondres masa kini

Kini Bondres sudah menjadi kesenian yang digemari masyarakat Bali. Di masa lalu, seni tradisional menjadi dasar untuk mempelajari atau mengembangkan seni baru. Sekarang setelah banyak orang kembali, Bondrés menjadi pintu gerbang bagi kaum muda untuk mempelajari pertunjukan dan drama tradisional.[4]

Referensi

  1. ^ a b Asmarandani, Diah (2013), "Topeng Bondres, Continuity and Development", Proceedings The 5th International Konferensi Studi Indonesia: "Etnisitas dan Globalisasi"
  2. ^ a b Parmajaya, I Putu Gedé, "Drama Tari Topeng Bondres Sebagai Media Informasi Hindu", Maha Widya Duta, 1 ;
  3. ^ Dari Lawak Hingga Mistis, 7 Seni Panggung Khas Bali ini Perlu Ditonton, IDN Times, diakses tanggal 15 Oktober 2020
  4. ^ a b Bondres, Berkesenian Tak Kenal Pakem yang Kini jadi Bintang Utama, Bali Express, 22 April 2018, diarsipkan dari asli tanggal 17 October 2020, diakses tanggal 15 Oktober 2020

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement