Berkik gunung merah

Berkik gunung merah
Scolopax saturata Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Hampir terancam
IUCN22693060 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KelasAves
OrdoCharadriiformes
FamiliScolopacidae
GenusScolopax
SpesiesScolopax saturata Suntingan nilai di Wikidata
Horsf., 1821
Distribusi
EndemikSumatera Suntingan nilai di Wikidata

Berkik-gunung merah (Scolopax saturata) adalah spesies burung berkik-gunung dalam keluarga Scolopacidae.[1] Ia juga disebut sebagai berkik-gunung jawa (javan woodcock). Burung ini endemik di Jawa dan Sumatra, Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar pengamatan dilakukan di Jawa.[2] Burung ini masuk dalam kategori hewan yang dilindungi dan berstatus sebagai spesies mendekati terancam.[3][4]

Sistematika

Biasanya berkik-gunung merah diperlakukan sebagai spesies yang sama dengan S. rosenbergii. Ia bersifat monotipe, tidak ada subspesies yang dikenali.[5]

Deskripsi

Spesies burung ini bisa tumbuh hingga mencapai ukuran 29-31 cm, dengan bobot 189-220 gram. Ia merupakan berkik-gunung berukuran kecil, agak gelap, dengan paruh panjang; kepala berwarna cokelat kemerahan dengan garis-garis hitam di ubun-ubun belakang, lores, penutup telinga, dan garis pipi gelap, serta area tonjolan alis berwarna cokelat kemerahan, tubuh bagian atas kehitaman dengan garis-garis cokelat kemerahan gelap, bulu terbang berwarna cokelat tua, bulu ekor kehitaman, berujung abu-abu keperakan; dada dan sebagian besar perut berwarna cokelat, dagu berwarna krem; area pucat di perut bagian atas terpisah dari semua kerabatnya; bagian bawah sayap seluruhnya gelap; paruh berwarna cokelat tanduk gelap, berujung kehitaman atau cokelat batu tulis; mata berwarna cokelat tua; tungkai dan kaki berwarna abu-abu, biasanya bernuansa abu-abu atau kebiruan. Perbedaan jenis kelamin dan terkait musim, serta burung muda belum diketahui.[5]

Sebaran dan habitat

Burung ini ditemukan di pegunungan Sumatera bagian utara dan selatan, dan serta wilayah barat Jawa. Habitatnya adalah sisa-sisa hutan hujan primer pegunungan dengan tumbuhan bawah sedang atau lebat, tetapi tidak ditemukan di hutan sekunder. Ia seringkali berada di petak-petak kecil hutan di padang rumput alpen. Batas ketinggian yang tepat tidak diketahui meskipun tampaknya terbatas pada hutan di bawah 3000 meter, tetapi catatan terbaru di Jawa sebagian besar berasal dari pita ketinggian yang relatif sempit, antara 1350 meter dan 1800 meter.[5]

Perilaku

Pergerakan dan migrasi

Burung ini tampaknya tidak banyak bergerak atau berpindah wilayah.[5]

Makanan

Hampir tidak ada yang diketahui. Dua analisis lambung menunjukkan adanya ulat dan pupa ngengat. Burung ini biasanya mencari makan di lantai hutan pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, ia akan bersembunyi dan duduk diam di tanah atau pohon tumbang.[3][5]

Perkembangbiakan

Berkik-gunung merah berkembang biak selama musim hujan, Februari–April, di Jawa; anak burung terlihat pada pertengahan Mei di Sumatra. Ia melakukan pertunjukan terbang untuk menarik pasangan (roding) saat fajar dan senja, terutama di sekitar lahan terbuka. Sarangnya terdiri dari hamparan lumut di antara pakis, sedikit lebih tinggi dari lantai hutan. Kemungkinan bertelur dua butir. Tidak ada informasi lebih lanjut yang ditemukan.[5]

Status konservasi dan ancaman

IUCN telah mengkategorikan burung ini sebagai spesies mendekati terancam pada 2023. Tidak ada data tentang tren populasi, tetapi spesies ini diperkirakan mengalami penurunan karena degradasi habitat yang sedang berlangsung di Jawa dan terutama Sumatera.

Ancaman utama bagi spesies ini adalah hilangnya dan degradasi habitat hutan di wilayah jelajahnya akibat penebangan dan perluasan lahan pertanian. Namun, preferensinya terhadap hutan pegunungan melindungi spesies ini dari dampak terburuk berupa kepunahan di hutan Sunda. Sebagai spesies pegunungan, spesies ini mungkin terdampak oleh perubahan iklim, meskipun belum ada informasi (kuantitatif maupun anekdotal) yang tersedia untuk menunjukkan apakah hal ini merupakan ancaman nyata saat ini.[2]

Referensi

  1. ^ Oiseaux.net. "Bécasse de Java - Scolopax saturata - Javan Woodcock". www.oiseaux.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-14.
  2. ^ a b "Javan Woodcock Scolopax Saturata Species Factsheet". BirdLife DataZone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-14.
  3. ^ a b "Yuks Kenalan Lebih Dekat Dengan Berkik-gunung merah • Balai TN Gunung Ciremai". Balai TN Gunung Ciremai. 2024-11-03. Diakses tanggal 2025-11-14.
  4. ^ "Javan Woodcock". IUCN Red List. 2012-01-18. Diakses tanggal 2025-11-15.
  5. ^ a b c d e f van Gils, Jan; Wiersma, Popko; Kirwan, Guy M. (2020). "Javan Woodcock (Scolopax saturata), version 1.0". Birds of the World (dalam bahasa Inggris). doi:10.2173/bow.duswoo4.01. ISSN 2771-3105.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement