Bepupur Tidung
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Desember 2025) |
Bepupur adalah salah satu prosesi dalam rangkaian acara pernikahan adat Suku Tidung yang berasal dari Kalimantan Utara. Bepupur biasanya dilakukan oleh calon pengantin pria dan juga wanita pada malam hari menjelang hari pernikahan baik dirumah pengantin wanita maupun dirumah pengantin pria. Bepupur memiliki arti mengoleskan pupur atau bedak ke tubuh.[1]
Pelaksanaan Bepupur
Dalam tradisi Bepupur, Pupur yang telah dibuat ini dioleskan ke wajah dan sekujur tubuh calon pengantin oleh orang tua, tetua, atau orang yang dituakan baik sepuh pria maupun sepuh wanita. Pupur yang dioleskan kepada calon pengantin dibuat sendiri oleh keluarga atau kerabat calon pengantin menggunakan tepung beras, daun pandan, dan santan. Tepung beras melambangkan energi yang didapat dari tumbuhan, pandan memberi keharuman, dan santan menjadi penyatu dan pelengkap. Bepupur mengandung makna membersihkan diri sebelum membangun bahtera rumah tangga dengan harapan untuk kedepannya dijauhkan dari segala hal negatif yang dapat mengganggu ketentraman rumah tangga dan juga diharapkan agar rumah tangga pasangan selalu diberi berkah dan nikmat kasih sayang. Bepupur juga merupakan gambaran dari kebersihan jiwa dan berpikir positif.[1]
Prosesi Bepupur dilaksanakan secara bertahap. Melumuri bagian wajah, dilanjutkan bagian badan dan anggota tubuh mempelai. Dalam ritual Bepupur, jenis bedak dingin dibagi dua, yakni pupur khusus wajah dan pupur untuk badan serta anggota tubuh lainnya. Bahan dasar untuk dua jenis bedak tersebut diracik dari beras yang digiling halus, kunyit, pucuk pandan dan sejumlah ramuan lain. Biasanya Tetua atau sesepuh dan kerabat tertua mengitari mempelai dan bertugas melumuri bedak dengan jumlah ganjil, mulai 5, 7 atau 9 orang.[2]
Prosesi bepupur biasanya diiringi dengan kesenian hadrah dan japing. Kesenian hadrah adalah kesenian musik yang menggunakan alat musik rebana. Kesenian japing adalah kesenian tari yang menggunakan alat musik gong dan gendang, kedua kesenian ini juga cukup melekat pada budaya suku Tidung. Prosesi bepupur biasanya dilakukan pada malam hari di rumah calon pengantin. Prosesi ini diawali dengan pembacaan doa oleh para tetua. Kemudian, para tetua atau orang tua yang dituakan akan mengoleskan bedak dingin ke tubuh calon pengantin. Bedak dingin dioleskan secara perlahan dari kepala hingga kaki. Proses bepupur biasanya berlangsung selama beberapa jam. Selama proses bepupur, calon pengantin akan diiringi dengan kesenian musik tradisional suku Tidung.[3]
Fungsi Bebupur
Tradisi bepupur memiliki beberapa fungsi di antara yaitu untuk menyambut pernikahan, Tradisi bepupur merupakan salah satu rangkaian acara dalam prosesi pernikahan suku Tidung. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut pernikahan dan memberikan doa restu bagi calon pengantin serta membersihkan jiwa dan pikiran. Bepupur melambangkan kebersihan jiwa dan pikiran calon pengantin. Calon pengantin yang telah dipupur dianggap suci dan siap untuk memulai kehidupan rumah tangga. Tradisi bepupur diharapkan dapat memberikan keberkahan bagi calon pengantin dalam menjalani kehidupan rumah tangga.[3]
Refrensi
- ^ a b foto, dukun edit (2 februari 2025). "mengenal tradisi berpupur menjelang pernikahan". def. Diakses tanggal 18 november 2025.
- ^ "Mengenal Prosesi Bepupur, Rangkaian Pernikahan Khas Suku Adat Tidung Malinau, Pernah Raih Rekor MURI". Tribunkaltara.com. Diakses tanggal 2025-11-18.
- ^ a b basrahil, rahel (3 november 2023). "bepupur tradisi unuk suku tidung dalam menyambut pernikahan". good news from indonesia. Diakses tanggal 18 november 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


