Bendera Pemberontakan Arab


Pemberontakan Arab
Nama Bendera Hijaz
Perbandingan 2:3
Dipakai 10 Juni 1916
Rancangan Trijalur hitam hijau putih, dengan chevron merah pada kerekan)
Perancang Mark Sykes
Bendera pemberontakan Arab – Aqabah, 2006

Bendera Pemberontakan Arab (bahasa Arab: علم الثورة العربية, translit. ‘alam aṡ-ṡaurah al-‘arabiyyah), juga disebut sebagai bendera Hijaz (bahasa Arab: علم مملكة الحجاز, translit. ‘alam mamlakah al-Ḥijāz), adalah bendera yang digunakan oleh Syarif Husain bin Ali dan sekutunya, kaum nasionalis Arab, selama Pemberontakan Arab melawan Kesultanan Utsmaniyah selama Perang Dunia I, dan sebagai bendera pertama Kerajaan Hijaz. Meski bendera ini dirancang oleh Mark Sykes, desain tersebut terilhami bendera Arab sebelumnya, seperti bendera al-Muntada al-Adabi, al-ʽAhd dan al-Fatat.

Bendera ini berupa trijalur horizontal (hitam, putih, dan hijau) dan segitiga merah di sisi kerekan, berasal dari tradisi Islam, setiap warna memiliki makna simbolis: hitam melambangkan dinasti Abbasiyah atau Khulafaurrasyidin, putih melambangkan dinasti Umayyah, dan hijau melambangkan Islam (atau mungkin, tetapi tidak pasti, dinasti Fathimiyah). Segitiga merah melambangkan Dinasti Hasyimiyah, tempat Syarif Husain bin Ali berasal.

Bendera ini menjadi simbol nasionalisme dan persatuan Arab dan warna-warna yang berasal darinya masih digunakan hingga sekarang pada bendera-bendera berikut: Yordania, Kuwait, Sudan, Suriah, Uni Emirat Arab, Palestina, Republik Demokratik Arab Sahrawi, dan Libya.

Bendera pemberontakan Arab memengaruhi Bendera Pembebasan Arab, yang diadopsi sebagai hasil revolusi Mesir tahun 1952. Bendera tiga warna terdiri dari garis-garis horizontal merah, putih, dan hitam. Varian bendera tersebut saat ini digunakan sebagai bendera nasional Mesir, Irak, Sudan, dan Yaman.

Simbolisme

Warna horizontal melambangkan Kekhalifahan Abbasiyah (hitam), Kekhalifahan Umayyah (putih) dan Kekhalifahan Rasyidin (hijau).[1][2] Segitiga merah merujuk pada Bani Hasyim[2][3] atau Syarif Makkah.[1]

Menurut Tim Marshall, warna putih melambangkan Dinasti Umayyah, untuk mengenang kemenangan militer pertama Nabi Muhammad, hitam adalah warna Abbasiyah untuk menandai zaman baru dan untuk berkabung bagi mereka yang gugur dalam Pertempuran Karbala, dan hijau adalah warna jubah Nabi dan para pengikutnya saat mereka menaklukkan Makkah.[2] Alternatifnya, simbolisme warna tersebut telah dijelaskan sebagai berikut: putih untuk Kekhalifahan Umayyah Damaskus, hijau untuk Ali, merah untuk Khawarij, dan hitam untuk Muhammad, menunjukkan "penggunaan agama untuk kepentingan politik" dalam menentang kekuasaan Turki yang semakin sekuler.[4]

Marshall juga memandang penggunaan bendera trijalur Eropa sebagai perpisahan dengan Utsmaniyah yang telah lampau, padahal warna-warna tersebut sangat Islami tanpa menggunakan bintang dan bulan sabit seperti Utsmaniyah.[2] Dalam catatan resmi upacara peringatan satu tahun Pemberontakan Arab, dijelaskan bahwa hitam melambangkan Panji Hitam Muhammad (al-ʿuqāb "elang"), para sahabatnya, dan Kekhalifahan Abbasiyah, hijau melambangkan Ahlulbait atau Keluarga Nabi, putih melambangkan berbagai penguasa Arab, dan merah melambangkan Bani Hasyim.[3]

Sejarah

Para prajurit Arab selama Pemberontakan Arab tahun 1916–1918. Mereka membawa bendera Pemberontakan Arab dan dipotret di Gurun Arab.

Ada pendapat bahwa bendera ini dirancang oleh diplomat Inggris Mark Sykes, dalam upaya untuk menciptakan nuansa "ke-Araban" untuk memicu pemberontakan.[5] Menurut sejarawan Universitas Stanford Joshua Teitelbaum, klaim ini dibuat oleh penulis biografi Sykes tahun 1923 dan juga oleh Syarif Husain bin 'Ali al-Hasyimi, yang pada tahun 1918 mengatakan kepada Woodrow Wilson bahwa klaim ini melambangkan kekuasaan Hasyimiyah atas dunia Arab.[1] Menurut salah satu versi, Sykes, yang ingin melawan bendera Prancis yang dikibarkan di wilayah Arab yang diduduki Prancis, menawarkan beberapa desain kepada Husain, yang akhirnya memilih salah satu bentuk.[3]

Meski Pemberontakan Arab terbatas dalam lingkupnya dan didukung Inggris, bendera tersebut memengaruhi bendera nasional sejumlah negara Arab yang lahir setelah Perang Dunia I. Bendera yang terinspirasi oleh pemberontakan Arab termasuk bendera Palestina, Yordania, Kuwait, Sudan, Suriah, Republik Demokratik Arab Sahrawi, dan Libya.[butuh rujukan]

Dinasti Hasyimiyah merupakan sekutu Inggris dalam konflik melawan Kesultanan Utsmaniyah. Setelah perang berakhir, Hasyimiyah memperoleh atau diberi kekuasaan di wilayah Hijaz di Arabia, Yordania, yang secara resmi dikenal sebagai Kerajaan Bani Hasyim di Yordania, Irak, dan sebentar di Suriah.

Kerajaan Arab Suriah bubar hanya dalam beberapa bulan setelah penaklukan Prancis pada 1920. Dinasti Hasyimiyah pun akhirnya dikalahkan di Hijaz pada 1925 oleh Kesultanan Najd setelah penaklukan Hijaz oleh Saudi, dan di Irak pada 1958 melalui Kudeta 14 Juli, tetapi masih memiliki kekuasaan di Yordania.

Versi bendera dengan 60 m × 30 m saat ini berkibar di Tiang Bendera Aqaba, yang saat ini merupakan tiang bendera bebas tertinggi ketujuh di dunia, terletak di Aqaba, Yordania.[6]

Galeri

Bendera nasional saat ini

Bendera historis

Pendahulu

Referensi

  1. ^ a b c Teitelbaum, Joshua (2001). The Rise and Fall of the Hashimite Kingdom of Arabia. London: Hurst & Company. hlm. 205. ISBN 1-85065-460-3. OCLC 630148867.
  2. ^ a b c d Marshall, Tim (2017). A flag worth dying for : the power and politics of national symbols. New York, NY: Scribner, an imprint of Simon & Schuster, Inc. hlm. 110–111. ISBN 978-1-5011-6833-8. OCLC 962006347.
  3. ^ a b c Podeh, Elie (2011). The Politics of National Celebrations in the Arab Middle East. New York: Cambridge University Press. hlm. 49. ISBN 978-1-107-00108-4. OCLC 1277339058.
  4. ^ Sergie, Lina, Recollecting history : songs, flags and a Syrian square Massachusetts Institute of Technology. Dept. of Architecture, 2003
  5. ^ Easterly, William (2006). The White Man's Burden. New York: Penguin. hlm. 238. ISBN 978-1-1012-1812-9.
  6. ^ "The Flag of the Arab Revolt". Andrewcusack.com. 28 July 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 August 2016.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement