Bekenjong

Tradisi Bekenjong adalah upacara ritual pengobatan tradisional suku Kutai, Kalimantan yang berfungsi untuk menyembuhkan penyakit, menolak bala, dan menjadi media penghubung dengan alam gaib. Upacara ini merupakan bagian dari ritual Belian dan diiringi oleh musik tradisional Klentangan untuk menghubungkan antara pawang (Belian) dengan dunia para dewa atau leluhur.[1]

Sejarah Bekenjong

Dulunya upacara Bekenjong oleh suku Kutai biasanya untuk mengobati orang sakit. Dari sisi lain Bekenjong ialah sebagai identitas suku Kutai. menurut kepercayaan suku Kutai Bekenjong adalah sebagai tolak bala dan memberikan saji-sajian kepada para leluhur atas syukur nikmat yang dirasakan warga juga sebagai sarana pengobatan tradisional suku Kutai. Dalam ritual Bekenjong sebenarnya tak hanya sekadar prosesi pengobatan semata. Tapi, di dalamnya terkandung sebuah ikatan sosial, yang menjadi perekat nilai kebersamaan di antara masyarakat suku Kutai.[1]

Meski secara keagamaan mereka telah menganut agama Islam namun kepercayaan adat terhadap leluhur masih tetap dipegang teguh. Direktorat Budaya dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menetapkan Bekenjong sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada akhir Desember 2021.[2]

Pelaksanaan Bekenjong

Bekenjong merupakan ritual yang masih dilakukan secara turun temurun. Sebagai pengobatan ketika ada anggota keluarga yang sakit. Pengobatan ini dilakukan dengan cara “sang pawing” akan memanggil roh halus atau leluhur terdahulu. Kemudian memohon kesembuhan dengan memberikan sesajen berupa kue sejumlah 40 macam dan mendirikan balai sebagai tempat persembahan. Ritual pengobatan ini dilakukan garis keturunan yang didahului orang tua mereka terdahulu. Sebab, tidak semua orang dapat melakukan ritual tanpa adanya garis keturunan. Dengan adanya tradisi yang masih terjaga ini, membuka potensi desa untuk dikenal lebih luas terutama tradisi dan budaya leluhur yang masih terjaga hingga saat ini[2][3]

Makna Bekenjong

Dalam ritual Bekenjong sebenarnya tak hanya sekadar prosesi pengobatan semata. Tapi, di dalamnya terkandung sebuah ikatan sosial, yang menjadi perekat nilai kebersamaan di antara masyarakat suku Kutai. Meski secara keagamaan mereka telah menganut agama Islam namun kepercayaan adat terhadap leluhur masih tetap dipegang teguh.[4]

Referensi

  1. ^ a b Editor (2021-08-05). ""Ngenjong" Ritual Adat Kutai Santan Ulu Yang Mulai Terlupakan". Jejak Khatulistiwa. Diakses tanggal 2025-11-20.
  2. ^ a b Zakaria, izak-Indra. "Lebih Dekat dengan Bekenjong; Ritual Pengobatan Tradisional Asli Kutim - Prokal". Lebih Dekat dengan Bekenjong; Ritual Pengobatan Tradisional Asli Kutim - Prokal. Diakses tanggal 2025-11-20.
  3. ^ "Tradisi Bekenjong Masuk Sebagai Warisan Budaya Takbenda". g-smart.id. 24-02-2025. Diakses tanggal 20-11-2025.
  4. ^ Editor (2022-06-08). "Tradisi Bekenjong Kutim Jadi Literasi Budaya Tak Benda". Jejak Khatulistiwa. Diakses tanggal 2025-11-20.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement