Batasan transisi

Batasan transisi adalah aturan yang digunakan untuk memastikan bahwa perubahan data dari satu keadaan ke keadaan lain terjadi secara logis dan konsisten. Konsep ini digunakan terutama dalam pangkalan data dan keamanan komputer untuk mencegah data masuk ke kondisi yang tidak masuk akal atau tidak sah.[1]

Contoh

Dalam konteks pangkalan data, misalnya status pernikahan seseorang:

  • Jika seseorang sudah dalam status "menikah", maka tidak logis jika status berikutnya langsung berubah menjadi "lajang, belum pernah menikah".
  • Status yang valid setelah "menikah" hanya bisa:
  1. Bercerai
  2. Menjanda
  3. Meninggal

Dalam Keamanan Komputer

Dalam model formal sistem komputer, batasan transisi digunakan untuk mengontrol perubahan dari satu keadaan sistem ke keadaan berikutnya.[1]

  1. Ia memastikan bahwa setiap perubahan mengikuti aturan tertentu.
  2. Berbeda dengan kriteria keadaan, yang hanya memeriksa validitas suatu keadaan tunggal, batasan transisi berfokus pada perubahan antar-keadaan.

Dengan kata lain, batasan transisi berfungsi sebagai penjaga agar sistem tidak mengalami perubahan yang tidak sah atau tidak logis, baik dalam pengelolaan data maupun dalam pengoperasian sistem keamanan.[1]

Referensi

  1. ^ a b c "Modelling Transition Constraints (ResearchIndex)". citeseer.ist.psu.edu. Diakses tanggal 2025-04-21.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement