Barong Swari
Barong Swari dalam seni pertunjukan tradisional Bali ditampilkan pada upacara keagamaan di pura atau dalam pementasan sakral sebagai jenis tari wali atau bebali. Pertunjukkan ini disebut Ngelawang Barong Swari. Barong Swari merupakan gambaran antara pertempuran antara kekuatan baik dan jahat, sebagaimana konsep Rwa Bhineda.
Etimologi
Secara Etimologi, Kata Barong berarti pelindung, penolak bala dan perwujudan kebaikan dharma. Kata Swari berarti suara keindahan, cahaya, kemakmuran dan energi feminin suci, yang melambangkan spirit penjaga keseimbangan dan harmoni alam.[1]
Lontar Barong Swari
Lontar Barong Swari merupakan lontar yang menggambarkan asal-usul munculnya Barong Swari. Lontar ini mengisahkan kemurkaan dan kesedihan Dewi Uma yang menimbulkan segala wabah penyakit di dunia, sehingga Bhatara Tiga (Brahma, Wisnu, Siwa) menciptakan Barong Swari sebagai penolak Bala dan menegakkan Dharma.
Brahma sebagai Topeng Bang, Wisnu sebagai Telek, Siwa sebagai Barong Swari, menari/ Ngelawang di perempatan desa dan setiap pertigaan yang bertujuan untuk membuat kesejahteraan dunia. Para Bhuta ciptaan Dewi Rohini (Jelmaan Dewi Uma saat menjadi Durga), ketakutan bersembunyi ke tempat-tempat yang menyulitkan, secara bertahap wajah penyakit mulai hilang karena tarian tersebut.
Pertunjukan Barong Swari
Pertunjukan Barong Swari merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan sakral di Bali yang menampilkan perpaduan tari, dram dan ritual keagamaan. Wujud fisik Barong Swari digambarkan lebih ramping, lembut dan feminin dibandingkan dengan Barong Ket yang dikenal lebih Besar dan gagah. Musik Pengiring yang digunakan biasanya diiringi oleh gamelan batel dan gong kebyar dengan tempo dinamismo lembut.[2] Gerak Tari lembut dan melengkung menggambarkan kekuatan feminin penuh kasih dengan makna simbolik :
- Gerakan kepala menunduk (menandakan rasa hormat kepada Dewa dan Leluhur)
- Gerakan Ekor Melingkar (melambangkan perlindungan dan pemulihan energi)
- Gerakan Berputar Perlahan (menandakan proses penyucian diri dan lingkungan).
Pertunjukan Barong Swari bukan sekadar hiburan, melainkan ritual spiritual yang memvisualisasikan prinsip keseimbangan antara dharma dan adharma (kebaikan dan keburukan).
Kehadiran Barong Swari dalam upacara keagamaan dipandang sebagai manifestasi kasih sayang ilahi yang menenangkan energi desa serta menyucikan masyarakat dari pengaruh negatif.
Referensi
- ^ "Barong (mythology)". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2025-10-14.
- ^ Dibia, I. W. (I Wayan) (2004). Balinese dance, drama and music : a guide to the performing arts of Bali. Internet Archive. Singapore : Periplus ; Clarendon, VT : Distributors, North America, Tuttle Pub. ISBN 978-962-593-195-1.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


