Bank Shinhan Indonesia

PT Bank Shinhan Indonesia
Nama sebelumnya
PT Central Sumatra Djawa Bank (1967-1976)
PT Bank Metro Ekspres (1976-1991)
PT Bank Metro Express (1991-2015)
Jenis perusahaan
Perusahaan tertutup, anak usaha
IndustriPerbankan konvensional
PendahuluBank Umum Persatuan Tenaga Ekonomi
Centratama Nasional Bank
DidirikanSeptember 8, 1967; 58 tahun lalu (1967-09-08)
Kantor pusatInternational Financial Center, Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23
Jakarta, Indonesia
Tokoh kunci
Koo Hyung-hoe
(Direktur Utama)
Timoty Marnandus
(Komisaris Utama)
PendapatanKenaikanRp 649,55 miliar (2024)
PenurunanRp 48,48 miliar (2024)
Total asetKenaikanRp 24,92 triliun (2024)
Total ekuitasKenaikanRp 5,00 triliun (2024)
PemilikShinhan Bank Co. Ltd. (99%)
Karyawan
583 (2024)
Situs webshinhan.co.id

Bank Shinhan Indonesia adalah salah satu bank yang berdiri sejak 1967 dan berkantor pusat di Jakarta. Bank menengah dengan aset Rp 24 triliun dan memiliki 30 kantor plus 32 ATM yang tersebar di berbagai daerah ini (per 2024), mayoritas sahamnya dikuasai oleh Shinhan Bank, sebuah bank besar asal Korea Selatan.[1]

Sejarah

Bank Metro Express

Pada awalnya PT Bank Shinhan Indonesia didirikan dengan nama PT Central Sumatra Djawa Bank Ltd. pada 8 September 1967. Bank tersebut mulai beroperasi sejak 4 April 1968, mulanya berkedudukan di Jl. Pintu Kecil No. 10, Jakarta. Setelah hampir satu dasawarsa berdiri, Central Sumatra Djawa Bank melakukan beberapa perubahan di tahun 1976. Pada 1 April 1976, mereka merelokasi kantor pusatnya di lokasi yang tidak terlalu jauh, yaitu di Jl. Kopi No. 6-8 Jakarta. Selanjutnya pada 22 Juli 1976, nama resmi bank berganti menjadi PT Bank Metro Ekspres,[2] yang disusul merger dengan sebuah bank yang berbasis di Yogyakarta, N.V. Bank Umum Persatuan Tenaga Ekonomi (BPTE).[3] Adapun BPTE memiliki umur yang lebih tua dibanding Bank Metro Ekspres, karena sudah berdiri sejak 30 Oktober 1947.[4] Setelah merger di tanggal 21 Desember 1976 itu, Bank Metro Ekspres memperluas jaringan kantor cabangnya lagi di Surabaya (1978) dan dua di Jakarta (1983 dan 1986).[2]

Dengan adanya Pakto 88 bank ini kembali melakukan beberapa perubahan. Sejak tanggal 25 Juli 1991 mereka "meng-Inggriskan" namanya, dari PT Bank Metro Ekspres menjadi PT Bank Metro Express, yang akan bertahan hingga tahun 2015. Kantor pusatnya kemudian juga berpindah ke Jl. Hayam Wuruk, Jakarta. Mulai 22 Maret 1995 Bank Metro Express resmi menjadi bank devisa,[3] dan di tahun 2003 menjadi bank persepsi online,[1] setelah sebelumnya memiliki status bank penerima setoran pajak mulai 6 Januari 1993.[5] Selama bertahun-tahun, bank ini dikendalikan oleh keluarga Sianandar, mulanya secara individu, dan sejak 31 Desember 1994 menggunakan perusahaan induk bernama PT Metropanca Gemilang.[3] Meskipun kemudian mampu bertahan dengan rasio kecukupan modal pernah mencapai 69,13% dan kredit macet 4,1%,[6] ditambah sudah memiliki status devisa, Bank Metro Express tetap dianggap sebagai bank kecil. Adapun asetnya hanya mencapai Rp 650 miliar di tahun 2012,[7] yang sempat naik menjadi Rp 995,25 miliar di tahun 2015.[8] Kantor cabangnya pun tidak banyak, yaitu 15 kantor (2002)[5] yang kemudian sempat bertambah menjadi 18 lokasi (2012).[3]

Bank Shinhan Indonesia

Mulai April 2007, kondisi keuangan yang cekak memaksa keluarga Sianandar mencari calon investor strategis demi pengembangan banknya.[1] Nama seperti Credit Suisse dikabarkan sempat tertarik dengan bank ini.[9] Namun, yang paling intens mendekati mereka adalah Shinhan Bank asal Korea Selatan. Setelah penjajakan yang berlarut-larut dari tahun 2012,[10] akhirnya kesepakatan pun tercapai pada April 2015. Akuisisi ini dapat terwujud berkat adanya kerjasama respirokal oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Komisi Jasa Keuangan (FSC) Korea Selatan. Sebagai prasyarat, Shinhan awalnya hanya diizinkan memegang 40% saham, dengan mampu meningkatkannya setelah merger dan akuisisi dengan bank kecil lain.[11] Untuk memperkuat posisinya, pada 29 Juni 2015, Shinhan kembali mengakuisisi bank kecil lain asal Surabaya, PT Centratama Nasional Bank atau Bank CNB yang sudah berdiri sejak 1992.[12] Secara efektif, mulai 14 Agustus 2015, Shinhan menjadi pemegang 40% saham Bank Metro Express dalam transaksi Rp 700 miliar,[13] yang kemudian naik tajam menjadi 97,7% pada 30 November 2015.[14]

Untuk mempersiapkan bisnis barunya ini, Shinhan menyuntikkan dana Rp 800 miliar ke Bank Metro Express,[15] ditambah mulai mengembangkan teknologi informasinya.[14] Menandai perubahan tersebut, nama PT Bank Metro Express resmi diganti menjadi PT Bank Shinhan Indonesia pada 30 November 2015,[1] yang selanjutnya diperkenalkan pada publik di tanggal 16 Mei 2016.[16] Bank Shinhan Indonesia kemudian melakukan merger dengan Bank CNB di tanggal 6 Desember 2016,[1] yang diiringi perpindahan kantor pusat ke International Financial Center, Jakarta. Dengan merger ini, Bank Shinhan Indonesia di tahun pertama beroperasi memiliki aset sebesar Rp 4,21 triliun dan 60 kantor cabang yang mayoritas ada di Pulau Jawa.[15] Adapun mereka sudah memiliki tahapan pengembangan bisnisnya. Pada awalnya Shinhan fokus pada nasabah eksisting dan bisnis asal Korea Selatan di Indonesia,[17] lalu mencoba menjangkau perusahaan blue chip, lokalisasi dan pengembangan sektor seperti ritel dan private banking, dan terakhir memperluas pangsa pasarnya untuk menjadi bank asing terbaik di Indonesia.[16]

Sebagai tanda keseriusan pengembangan bank ini di bidang teknologi, Bank Shinhan Indonesia pada Mei 2017 mulai mengoperasikan ATM, ditambah internet banking dan mobile banking pada Oktober 2017. Hal ini menandakan kemajuan dari Bank Metro Express sebelumnya yang masih menggunakan cara tradisional. Sejak Januari 2020 pembukaan rekening juga bisa dilakukan secara online. Mereka kemudian memiliki produk baru seperti KTA bagi nasabah korporat (2017), FX cross currency dan interest rate swap (2020), dealer financing dan network remittance KRW (2022), KTA digital (2023), deposito rupiah ESG, Giro Shinhan Prime USD dan KRW (2024).[1]

Komisaris dan Direksi

  • Komisaris Utama : Timoty Ekna Marmandus
  • Komisaris : Kim Ji-hyung
  • Komisaris : Ananda Barata
  • Direktur Utama : Koo Hyung-hoe
  • Direktur : Shin Chang-hun
  • Direktur : Tony Tanusaputra
  • Direktur : Leonard Auly
  • Direktur : Lasmitono

Produk dan Layanan

Simpanan

  • Tabungan Shinhan
  • Tabungan Shinhan Plus
  • Tabungan Shinhan Junior
  • Tabungan Shinhan Prime
  • Tabungan Berjangka Shinhan
  • Giro Shinhan
  • Deposito Berjangka
  • Deposito Oncall
  • Giro Shinhan Prime

Pinjaman

  • Pinjaman Personal
  • Pinjaman Rekening Koran
  • Pinjaman Demand Loan
  • Shinhan Happy Housing (SHH)
  • Pinjaman Elite
  • Pinjaman Korporasi (Modal Kerja)
  • Pinjaman Korporasi (Investasi)
  • Bank Garansi
  • Pembiayaan untuk Perusahaan Korea
  • Pembiayaan SOHO
  • Pembiayaan Lain
    • Bank Financing
    • Multifinance Financing
    • Channeling with Multifinance

Layanan Ekspor Impor

  • Layanan Ekspor
  • Layanan Impor

Layanan

  • Pengiriman Uang Dalam Negeri
  • Pengiriman Uang Antar Negara
  • SOL (mobile banking)
  • Transfer Widget (masuk dalam SOL)
  • ATM
  • Internet Banking
  • Smail (notifikasi transaksi)
  • Transfer Valuta Asing
  • Deposito Berjangka Online
  • Kartu Debit
  • Virtual Account
  • Safe Deposit Box
  • Payroll
  • Pembayaran Tagihan
  • Sweep

Rujukan

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement