Bank Negara Malaysia
Bank Negara Malaysia | |
| Kantor pusat | Kuala Lumpur, Malaysia |
|---|---|
| Didirikan | 26 Januari 1959 |
| Gubernur | Dato' Seri Abdul Rasheed Ghaffour |
| Bank sentral | |
| Mata uang | Ringgit Malaysia MYR (ISO 4217) |
| Cadangan | US$120,6 milliar |
| Suku bunga bank | 2,75% (9 Juli 2025) |
| Situs web | bnm.gov.my |
Bank Negara Malaysia adalah bank sentral Malaysia. Markas besarnya terletak di Kuala Lumpur, Malaysia.
Bank Negara didirikan pada 26 Januari 1959 untuk mengedarkan mata uang, bertindak sebagai bankir dan penasehat keuangan bagi pemerintah.
Bank Negara Malaysia tunduk pada Undang-Undang Bank Negara Malaysia 2009. Peran Bank Negara Malaysia adalah untuk mendorong kestabilan moneter dan keuangan untuk menyediakan situasi yang kondusif agar ekonomi Malaysia terus bertumbuh.
Pendirian dasar Bank Negara Malaysia adalah untuk menjaga kestabilan harga dan pada saat yang sama mendukung pertumbuhan perekonomian Malaysia. Bank Negara Malaysia juga bertanggungjawab terhadap kestabilan sistem keuangan. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui pembangunan sektor keuangan yang kokoh, berdaya tahan, progresif dan mampu mendukung berbagai sektor ekonomi. Bank Negara Malaysia juga memainkan fungsi penting untuk melaksanakan inisiatif untuk memperdalam dan mengukuhkan pasar keuangan, termasuk pasar valuta asing (forex).
Bank Negara Malaysia memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur sistem keuangan untuk memajukan agenda rangkuman keuangan sehingga memastikan semua sektor ekonomi dan segenap lapisan masyarakat mempunyai akses kepada layanan keuangan. Selain itu, Bank Negara Malaysia juga mengawasi infrastruktur sistem pembayaran negara yang menekankan aspek kemampuan maksimal dan keselamatan sistem keuangan.
Sebagai bank sentral dan penasihat keuangan bagi Kerajaan Malaysia, Bank Negara Malaysia memberikan nasihat berkaitan dengan dasar makro ekonomi dan pengurusan utang negara. Bank Negara Malaysia juga merupakan satu-satunya pihak yang mengeluarkan mata uang ringgit serta mengurus cadangan devisa internasional.
Pada tahun 2016 menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan dengan Cakupan akses pasar dan kegiatan perbankan yang diatur dalam perjanjian ini terkait dengan proses perizinan QAB, antara lain :
• Malaysia akan mengizinkan pembentukan tiga kelompok institusi perbankan Indonesia di Malaysia,
• Indonesia akan mengizinkan pembentukan tiga kelompok institusi perbankan Malaysia di Indonesia, termasuk di dalamnya kelompok institusi perbankan Malaysia yang telah ada di Indonesia.
• Perjanjian meliputi ketentuan pendirian kantor cabang dan ATM, akses QAB kepada sistem pembayaran elektronik, jenis kegiatan usaha bank, permodalan dan penjaminan dana nasabah.[1]
Sejarah
Bank Negara Malaysia didirikan pada tanggal 26 Januari 1959 (sebagai bank pusat Central Bank of Malaya atau Bank Negara Tanah Melayu) di bawah Undang-Undang Bank Pusat Tanah Melayu, 1958. [2] Tujuan pendiriannya terdiri atas 5 objektif utama yaitu:
- Untuk mengeluarkan mata uang Ringgit Malaysia dan menyimpan cadangan devisa penjaga nilai mata uang,
- Untuk bertindak sebagai juru bank dan penasihat keuangan kepada pemerintah pusat,
- Untuk mendukung operasional pembayaran negara dan sistem penyelesaian yang dapat dipercaya, berkemampuan, dan lancar serta untuk memastikan dasar pembayaran negara dan sistem penyelesaian yang menguntungkan Malaysia,
- Untuk menggalakkan kestabilan dan struktur keuangan, dan
- Untuk memengaruhi keadaan kredit supaya menguntungkan negara;
Oleh karena itu, dengan berbagai objektif tersebut, Bank Negara Malaysia diciptakan untuk melindungi perekonomian Malaysia. Tujuan lebih luas bank adalah menggalakkan pertumbuhan ekonomi di Malaysia, mempertahankan angka masyarakat bekerja yang tinggi, memelihara kestabilan harga dan keseimbangan hubungan dalam kedudukan pembayaran internasional, menurunkan serta membasmi kemiskinan dan mereformasi masyarakat.
Gubernur
| Gubernur | Tahun | |
|---|---|---|
| 1. | Tan Sri W. H. Wilcock | Januari 1959 - Juli 1962 |
| 2. | Tun Ismail bin Mohamed Ali | Juli 1962 - Juli 1980 |
| 3. | Tan Sri Abdul Aziz bin Taha | Juli 1980 - Juni 1985 |
| 4. | Tan Sri Dato' Jaffar bin Hussein | Juni 1985 - Mei 1994 |
| 5. | Tan Sri Dato' Ahmad bin Mohd Don | Mei 1994 - Agustus 1998 |
| 6. | Tan Sri Dato' Seri Ali Abul Hassan bin Sulaiman | September 1998 - April 2000 |
| 7. | Tan Sri Dato' Sri Dr. Zeti Akhtar Aziz | Mei 2000 - April 2016 |
| 8. | Datuk Muhammad bin Ibrahim | April 2016 - |
Lihat pula
Referensi
- ^ "Siaran Pers: OJK Jalin Kerja Sama Bilateral dengan Bank Negara Malaysia". ojk.go.id. Diakses tanggal 2026-01-28.
- ^ "BNM: About the bank". Bank Negara Malaysia. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-03-27. Diakses tanggal 2008-07-26.
Pranala luar
- (Inggris) Bank Negara Malaysia
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


