Banjang bertatah
| Banjang bertatah | |
|---|---|
| Di Taman Nasional Khao Luang | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | B. jaspidea
|
| Nama binomial | |
| Boiga jaspidea | |
| Sinonim | |
Boiga jaspidea atau yang umumnya dikenal sebagai banjang bertatah (Jasper cat snake)[2], adalah spesies ular kolubrid yang memiliki taring di belakang mulut dan tergolong jarang ditemukan di seluruh wilayah sebarannya.
Pemerian
Tubuhnya kecil dan ramping, berwarna kemerahan hingga cokelat tua, tetapi bercak hitam dan putih yang mencolok menutupi seluruh tubuh kecuali bagian perut yang berwarna kuning. Selain itu, terdapat garis-garis hitam samar di sisi samping, dan bintik-bintik putih di area ventrolateral. Panjang maksimalnya adalah 1,5 m (4,9 kaki).
Sebaran
Indonesia, Kalimantan, Semenanjung Malaysia, Thailand, dan Vietnam bagian selatan.
Habitat dan perilaku
Banjang bertatah hidup di habitat pepohonan di hutan tropis, dan terkadang di antara semak-semak rendah. Dilaporkan bahwa ular ini bertelur hingga tiga butir di sarang rayap. Hanya sedikit informasi lain yang diketahui tentang ular yang langka ini.
Pola makan
Banjang bertatah memakan tokek dan ular-ular kecil lainnya di alam liar.
Rujukan
- ^ Grismer, L.; Chan-Ard, T. (2012). "Boiga jaspidea". 2012 e.T192018A2028688. doi:10.2305/IUCN.UK.2012-1.RLTS.T192018A2028688.en. ;
- ^ "Ular darat Indonesia (Seri 1)". Serpentes di Indonesia.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


