Balango Galogandang

Balanggo Galogandang

Balango sendiri memiliki arti sebagai wadah untuk memasak, sedangkan Galogandang adalah jorong di Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar.

Balango Galogandang merupakan kerajinan gerabah tradisional yang berbentuk wadah untuk memasak dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan pasir halus dengan proses tertentu yang dibuat dan dikembangkan secara turun-temurun di daerah Galogandang.[1]

Pada tahun 2022, Balango Galogandang secara resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 19 warisan budaya tak benda nasional yang berasal dari Sumatera Barat melalui keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.[2] Penetapan ini merupakan hasil dari seleksi terhadap 50 lebih usulan budaya lokal, dan merupakan langkah strategis dalam upaya pelestarian budaya tradisional.

Penggunaan dalam memasak kuliner tradisional

Balango digunakan untuk memasak gulai. Ukuran dari balango sekitar 12 cm, dengan garis mulut sedang 27 cm, juga bisa digunakan sebagai tempat membuat palai, yaitu suatu cara memasak makanan dengan membungkus bahan dengan daun pisang, lalu memasukkannya ke dalam balango dan dimasak dengan api sampai daun pisang hangus. Selain itu, balango juga sering digunakan untuk mamangek yakni masakan sejenis gulai tapi tidak menggunakan santan, yang digunakan hanya sedikit air dengan cabai giling.

Pemanfaatan balango sering juga digunakan sebagai wadah memasak beberapa kuliner tradisional di Kabupaten Tanah Datar seperti Pangek Sasau di Simawang, Pangek Talua di Sungayang, Tapai Limo Kaum, Pangek Lapuak di Tanjuang Baru, Gulai Katupek Pitalah dan pembuatan obat herbal tradisional.[1]

Proses pembuatan

keunikan dari Balango Galogandang ini terletak pada perajinnya yang mayoritas perempuan. Hal ini merupakan sebuah bentuk penghargaan kepada perempuan di Galogandang dengan memberikan pekerjaan yang mudah dan bernilai ekonomis.[3] Pembuatan dilakukan tanpa bantuan mesin dan dilakukan secara tradisional dengan proses yang diturunkan secara turun-temurun. berikut tahapan proses pembuatannya:[4][5]

Tungku sederhana untuk membuat balango galogandang
  1. mahinjak-hinjak (menginjak) tanah
  2. menempelkan tanah liat pada rotan yang berbentuk lingkaran
  3. membentuk gerabah
  4. melicinkan gerabah
  5. memotong pinggir gerabah
  6. malangiah (memukul-mukul)
  7. mangusuak (mengusuk)
  8. mambibia/ maupam (membibir)
  9. pemberian motif atau ragi gerabah
  10. proses penjemuran gerabah
  11. pembakaran gerabah

Peralatan tradisional untuk membentuk balango

Peralatan yang digunakan untuk membuat balango galogandang adalah sebagai berikut:[4]

Rotan

Rotan ini merupakan bagian dari peralatan yang digunakan dalam mencetak awal dalam pembuatan balango. Rotan yang digunakan berbentuk lingkaran yang terdiri dari dua, yaitu berdiameter 30 cm dan 60 cm. Ukuran 30 cm digunakan untuk cetakan kecil sedangkan jenis periuk (balango) besar mempunyai ukuran 60 cm. Rotan diambil disekitar bukit-bukit yang terdapat di daerah Galogandang.

Tatapan kayu

Dalam pembuatan balango, kayu digunakan untuk proses malangiah (memukul-mukul). Pukulan dilakukan pada bagian luar dan dalam. Bagian lar dipukul dengan kayu dan bagian dalamnya dialasi dengan menggunakan batu. Pukulan kayu dengna batu harus sejajar, jika tidak haisilnya akan berlubang dan cetakan akan rusak. Kayu mempunyai ukuran panjang sekitar 40 cm dan lebar sekitar 20 cm dan dilengkapi dengan gagang berukuran panjang 20 cm dan lebar 5 cm.

Batu

Batu dalam proses pembuatan balango berbentuk bulat yang dibaliknya berbentuk pipih dan berfungsi sama dengan kayu yaitu untuk malangiah (memukul-mukul) supaya rata. Batu ini merupakan peralatan yang turun-temurun dari perajin sebelumnya karena batu tersebut tidak didapat disembarang tempat ataupun dicetak ditempat tukang batu.

Batu kecil

Batu kecil yang berukurang panjang 6 cm dan lebar 5 cm, yang berfungsi untuk mangusuak (menggosok) supaya terlihat licin

Seng tipis (pisau gerabah)

Seng tipis memiliki panjang 10 cm yang diatasnya terdapat lekkukan seperti alat pemotong yang berguna untuk merapikan bibir-bibir bagian atas gerabah. Seng ini pengganti pisaunya gerabah, seng yang menjadikan gerabah terlihat rapi atau cantik.

Lapiak pandan (tikar)

Lapia pandan (tikar) ini memiliki ukuran kurang lebih dengan panjang 20 cm dan lebar 10 cm, mempunyai fungsi untuk mambibia (membibir) supaya halus dan licin.

Tungku sederhana

Tungku sederhana ini dibuat dari susunan kayu dan tumpukan jerami yang digunakan untuk proses pembakaran balango.

Referensi

  1. ^ a b Roza, Darwyta (28-November-20244). "Balango, Wadah Masak Tradisional dari Luhak Nan Tuo". RRI. Diakses tanggal 17 Juni 2025.
  2. ^ Susilo, Irianto (25 Desember 2022). "Simak! 19 Warisan Budaya Tak Benda Terbaru Dari Sumbar, Ini Daftarnya". TvOne. Diakses tanggal 17 Juni 2025.
  3. ^ Qomarats, Izan (1 Juni 2020). "Revitalisasi Gerabah Tradisional Galogandang Dengan Teknik Batik Menjadi Produk Estetik" (PDF). Jurnal Abdimas Mandiri. 4 (1): 42–42.
  4. ^ a b Roza, Darwyta (28 November 2024). "Pembuatan Balango dari Galogandang yang Terjaga Sejak Zaman Dulu". RRI. Diakses tanggal 17 Juni 2025.
  5. ^ Saputra, Hendro (Maret 2024). "Karya Tari Maacak-Acak Lacak Interpretasi Dari Proses Pembuatan Balango di Galogandang Tanah Datar". Jurnal Seni Pertunjukan ISI Padang Panjang. 10 (1): 43–44.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement