Bakorat
Bakorat adalah permainan tradisional berasal dari Kalimantan Selatan yang berangkat dari kata korat yang arti nya belum diketahui.[1] Permainan ini tidak memiliki sifat atau simbolis yang mengikat dengan peristiwa sejarah. Bakorat biasanya dimainkan oleh remaja putra berumur 7-14 tahun, bisa perorangan maupun beregu, dan dibutuhkan peralatan seperti batu, potongan papan atau kereweng(pecahan keramik/tembikar).
Tempat bermain
Bakorat membutuhkan tempat khusus untuk dimainkan yang biasa disebut bakacian (kaci) yang nantinya akan menjadi cara untuk pemain mengetahui undian atau urutan pemain. Di dalam tempat khusus ini terdapat 2 garis sejajar berjarak 6 meter dengan masing-masing garis kurang lebih memiliki panjang 60 cm, disebut garis pelemparan dan garis kacian atau pembaja. Pemain akan menentukan siapa yang memulai duluan dengan melempar undas dari garis pelemparan ke garis kacian. Undas yang nantinya mendarat dekat dengan garis kacian akan menjadi pemain pertama yang memainkan. Sedangkan, lemparan undas yang mendarat diluar batas garis kacian, pemainnya akan dianggap tidak berpartisipasi lagi dalam permainan Bakorat.
Tata cara bermain
Setelah menentukan urutan pemain yang berpartisipasi, berikutnya akan dilanjutkan dengan gendongan. dengan tahapan sebagai berikut;
- Pertama, pemain pertama akan mengambil undas (jika pemain lebih dari 1 atau berlawanan akan mengambil 2 undas)
- Kedua, pemain kedua berdiri serta membungkuk membelakangi pemain pertama di garis kacian.
- Ketiga, pemain pertama dari atas punggung pemain kedua akan melempat salah satu dari dua undas ke depan dan menawarkan undas satunya ke pemain kedua. Jika pemain kedua tidak bersedia, maka lemparan undas kedua akan dilempar oleh pemain pertama.
- Keempat, kedua lemparan undas akan menentukan apakah pemain kedua akan menggendong pemain pertama sampai kedua undas, jika undas kedua kena atau berjarak sejengkal dari undas pertama.
Rujukan
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


