Asep Saifuddin Chalim
Bagian artikel ini perlu dirapikan. Bantulah kami untuk melakukannya. |
Kiai Asep | |
| Nama | Asep Saifuddin Chalim |
|---|---|
| Lahir | 16 Juli 1955 (26 Dzulkaidah 1374 AH) Cirebon, Indonesia |
| Penghargaan | Bintang Mahaputera Nararya |
| Istri | Alif Fadhilah |
| Keturunan | 5, termasuk Muhammad Al Barra dan Muhammad Habibur Rochman |
Asep Saifuddin Chalim (lahir 16 Juli 1955) adalah seorang tokoh Muslim Indonesia, anggota Partai Persatuan Pembangunan, serta Ketua PERGUNU (Persatuan Guru-guru Nahdlatul Ulama) Indonesia.[1] Dia juga seorang akademisi Guru Besar bidang Sosiologi oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Pengukuhannya menjadi sorotan karena dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dia merupakan anak bungsu dari KH. Abdul Chalim, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Majalengka, Jawa Barat. Dia juga pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Majalengka, Mojokerto, dan Banyuwangi. Pesantrennya menjadi sorotan karena sering dihadiri tamu besar, baik dari dalam maupun luar negeri. Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim merupakan keturunan salah seorang pendiri Nahdatul Ulama asal Majalengka, yaitu KH. Abdul Chalim. KH. Abdul Chalim berperan dalam Nahdlatul Ulama sebagai Sekertaris II, sedangkan Sekertaris I yaitu KH. Abdul Wahab Hasbullah. Dia juga merupakan salah satu utusan yang diberangkatkan ke Hijaz, untuk menghadap kepada Raja Abdul Aziz bin Saud yang berkeinginan untuk menghilangkan situs peninggalan Nabi. Utusan ini kemudian disebut komite Hijaz.[2]
Riwayat Hidup
Asep lahir pada tanggal 16 Juli 1955 di Cirebon, Jawa Barat. Gigih dan ulet, merupakan dua kata yang tepat untuk menggambarkan sosoknya. Kegigihannya sudah terlihat sejak rasa penasarannya muncul terhadap dunia pendidikan.
Asep kecil bersekolah di SDN Leuwimunding 1 Majalengka. Di Sekolah Dasar ini, Asep terkenal merupakan sosok yang sangat sopan tetapi agak bandel. Karena kepintarannya, ia juga sering menjadi bintang kelas. Ia mengisahkan sendiri di sela-sela pengajian yang diasuhnya, bahwa ketika kecil banyak teman-temannya yang terheran atas kemampuan matematikanya. Iapun sering ditanya oleh teman-temannya mengenai materi yang dirasa sulit.
Lulus SD, Asep pun melanjutkan pendidikannya di SMPN 1 Leuwimunding, Majalengka. Namun, saat menginjak kelas 2 SMP, Asep sudah tidak ingin melanjutkan sekolahnya dengan alasan ingin menjadi pengembala kambing seperti para Nabi.
Tentu sebagai ayah, KH. Abdul Chalim pun dibuat bingung atas permintaan anaknya tersebut.
Peranan di Nahdatul Ulama
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim., MA merupakan keturunan dari seorang Kiai. Hal ini dapat dilihat dari ayahandanya Kiai Abdul Chalim yang banyak disinggung dan dihubungkan dengan berdirinya NU. Karena Kiai Abdul Chalim adalah seorang tokoh nasionalis yang banyak membantu para pendiri NU yakni KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Chasbullah.
Kiai Asep juga bukan merupakan sosok pemimpin yang otoriter. Yang hanya mementingkan kepentigan pribadi dari pada kelompok dan hanya mementingkan keputusan pribadi. Namun dia adalah sosok pemimpin yang demokratis yang mementingkan tujuan bersama agar tercapainya tujuan secara maksimal.[3]
Penghargaan
Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur, mendapat penghargaan utama sebagai “pemimpin visioner dan inspiratif”. Penghargaan utama itu diberikan oleh koran HARIAN BANGSA saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 di kantor barunya di Jalan Cipta Menanggal I/35 Surabaya, Selasa (1/3/2022).[4]
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof DR KH Asep Saifuddin Chalim, mendapat penghargaan tokoh pendidikan islam. Penghargaan itu diraihnya dari lembaga Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) Awards dengan kategori Tokoh Pendidikan Islam Kultural Jatim 2021. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh pengurus ARCI kepada Asep Saifuddin, di UKHAC Bendungan Jati, pada Jumat malam 7 Mei 2021 kemarin.[5]
Pada tahun 2025, KH. Asep Saifudin Chalim mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Prabowo.[6]
Pada tahun 2025, Bank Indonesia (BI) menganugerahi penghargaan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, sebagai tokoh Penggerak Ekonomi Keuangan Syariah untuk Negeri. Pengumuman penghargaan itu disampaikan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.[7]
Pada tahun 2025, Komisi Perlindungan Anak Indonesia memberikan penghargaan kepada Asep Saifuddin Chalim, atas penghargaan nya sebagai "Tokoh Peduli Anak Bidang Pendidikan dan Kesehatan Tahun 2025".
Referensi
- ^ Budi author, Budi author (19-11-2020). "Biografi Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim., MA". web berita. Diakses tanggal 19-11-2020. ;
- ^ Profil Guru Besar Prof Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag, diakses tanggal 2022-05-23
- ^ Budi author, Budi author (2020-11-19). "Biografi Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim., MA". web berita. Diakses tanggal 2020-11-19.
- ^ mma author, mma author (2022-03-01). "Kiai Asep Dapat Penghargaan sebagai Pemimpin Visioner dan Inspiratif". web berita. Diakses tanggal 2022-03-01.
- ^ Andi author, Andi author (2021-05-08). "Peduli Terhadap Perkembangan Pesantren, Kiai Asep Diganjar Penghargaan Tokoh Pendidikan Islam oleh ARCI". web berita. Diakses tanggal 2021-05-08.
- ^ Ulya, Fika Nurul (25 Agustus 2025). "Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada 117 Tokoh, dari Puan hingga Miftachul Akhyar". Kompas.com. Diakses tanggal 25 Agustus 2025.
- ^ "KH. Asep Saifuddin Terima Penghargaan Bank Indonesia sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi". www.tvonenews.com. 2025-11-29. Diakses tanggal 2025-11-30.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


