Aruan
| Aruan | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Aksara Batak | ᯀᯒᯮᯀᯉ᯲ (Surat Batak Toba) | ||||||||||||||
| Nama marga | Aruan | ||||||||||||||
| Nama/ penulisan alternatif | Sarumpaet Aruan | ||||||||||||||
| Arti | aruan (tinaruan) (yang dihantarkan) | ||||||||||||||
| Silsilah | |||||||||||||||
| Jarak generasi dengan Siraja Batak |
| ||||||||||||||
| Nama lengkap tokoh | Puraja Aruan | ||||||||||||||
| Nama istri | Bane Bulan Br. Pandiangan | ||||||||||||||
| Nama anak |
| ||||||||||||||
| Nama boru | Seorang putri yang menikah dengan Raja Sitombuk Simanjuntak | ||||||||||||||
| Kekerabatan | |||||||||||||||
| Induk marga | Pangulu Ponggok Naiborngin | ||||||||||||||
| Persatuan marga | Sipaettua | ||||||||||||||
| Kerabat marga | |||||||||||||||
| Turunan |
| ||||||||||||||
| Matani ari binsar | Pandiangan | ||||||||||||||
| Padan | |||||||||||||||
| Asal | |||||||||||||||
| Suku | Batak | ||||||||||||||
| Etnis | Batak Toba | ||||||||||||||
| Daerah asal | Laguboti, Toba | ||||||||||||||
Aruan (Surat Batak: ᯀᯒᯮᯀᯉ᯲ ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Laguboti, Toba. Aruan bersaudara dengan Hutahaean dan Hutajulu yang merupakan tiga anak dari Pangulu Ponggok Naiborngin, turunan dari Raja Sipaettua. Selain itu marga Aruan mengikat janji (marpadan) sebagai seibu (saina) dengan marga Sitorus.
Asal
Sitorus beristrikan boru Pasaribu yang bersaudara kandung sebagai kakak dari istri Pangulu Ponggok Naiborngin. Suatu saat, lebih dari satu tahun Sitorus pergi ke hutan dengan alasan marburu atau marjajo dan karena hal ini istrinya dan kedua anaknya ditinggalkan. Ketika itu Pangulu Ponggok Naiborngin mengunjungi kakak dari istrinya dan hidup serumah. Kemudian istri dari Sitorus hamil dan melahirkan anak yang kemudian namanya disebut sebagai Tinaruan yang kemudian dikenal sebagai Aruan.
Setelah beberapa saat lamanya, Sitorus pulang ke tempat kediamannya dan Pangulu Ponggok juga pulang ke tempat tinggalnya membawa anaknya setelah patipatian bersaudara dengan Sitorus. Istri dari Pangulu Ponggok Naiborngin tadinya sudah memiliki dua anak yaitu Hutahaean dan Hutajulu, tetapi istri dari Pangulu Ponggok Naiborngin meminta agar yang ditarui mangan dan ditarui minum itu dibawa kepadanya dengan mengatakan, "bawalah dia kepadaku, bila dia manusia dia menjadi anakku yang kedua dan si Hutajulu menjadi anakku yang ketiga". Patipatian tersebut didengarkan dan disetujui oleh Hutahaean dan Hutajulu, sehingga kemudian Hutahaean, Aruan dan Hutajulu marsaina (satu ibu) dengan Sitorus.
Tokoh
Beberapa tokoh yang bermarga Aruan adalah
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


