Artemisia tilesii
| Artemisia tilesii | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Asterales |
| Famili: | Asteraceae |
| Genus: | Artemisia |
| Spesies: | A. tilesii
|
| Nama binomial | |
| Artemisia tilesii | |
| Sinonim[2] | |
|
Synonymy
| |
Artemisia tilesii merupakan spesies tumbuhan berbunga yang termasuk dalam keluarga Asteraceae dan ditemukan di Asia serta Amerika Utara. Tanaman ini dikenal dengan nama umum Apsintus Tilesius. Penyebarannya meliputi wilayah Rusia, Jepang, dan bagian utara Amerika Utara, mulai dari Alaska hingga ke Nunavut di timur dan mencapai Nevada di selatan.[3][4][5]
Deskripsi
Artemisia tilesii merupakan tumbuhan herba menahun yang tumbuh dari rimpang berkayu. Tanaman ini biasanya menghasilkan satu hingga tiga batang dengan tinggi maksimal sekitar 80 sentimeter. Batangnya dapat tampak keputihan karena tertutup rambut halus. Daun dan perbungaannya sangat bervariasi, sehingga spesies ini kadang dibedakan menjadi beberapa subtaksa. Daunnya umumnya memiliki dua warna, yaitu hijau dan putih, dengan sebaran rambut di permukaannya. Bentuk perbungaannya bisa rapat dan kecil atau terbuka dan bercabang lebar. Setiap kepala bunga berbentuk lonceng sepanjang kurang lebih setengah sentimeter, diselubungi oleh filari berwarna ungu muda dan berisi banyak bunga berwarna kuning.[6]
Tanaman ini memiliki aroma khas yang menyebabkan dijuluki “stinkweed” dalam bahasa Inggris, meski sebagian orang menganggap baunya harum. Intensitas aromanya dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga cukup kuat untuk menutupi bau ikan. Dalam penelitian, daun Artemisia tilesii diketahui mampu menetralkan tetesan hujan asam buatan, kemungkinan karena kandungan berbagai kation seperti kalsium di dalamnya.[7]
Kegunaan
Kultivar "Caiggluk" dikembangkan di Alaska untuk tujuan vegetasi ulang dan pengendalian erosi. Varietas ini mampu tumbuh pada berbagai tingkat pH tanah dan bertahan di area yang terkontaminasi oleh aktivitas pertambangan. Tanaman ini mudah dibudidayakan dan memiliki tampilan menarik. Nama “Caiggluk” berasal dari bahasa Yupik untuk tanaman liar ini, sedangkan dalam bahasa Iñupiaq dikenal sebagai Sargiġruaq atau Salgiġruaq.[5]
Artemisia tilesii memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional masyarakat asli Alaska. Tanaman ini dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit seperti demam, infeksi, radang sendi, nyeri sendi, perdarahan, penyumbatan pernapasan, dan tuberkulosis, serta digunakan sebagai pencahar dan tonik umum. Selain itu, daun tanaman ini juga digunakan untuk menghilangkan bau setelah menyiapkan ikan, serta dimanfaatkan dalam pemandian uap dan pondok keringat. Penduduk asli juga mengunyahnya bersama tembakau dan memakan akarnya dengan minyak anjing laut.[8] Native American Ethnobotany. University of Michigan, Dearborn.
Referensi
- ^ Tropicos, search for Artemisia tilesii
- ^ The Plant List Artemisia tilesii Ledeb.
- ^ Artemisia tilesii. Integrated Taxonomic Information System (ITIS).
- ^ "Artemisia tilesii". Germplasm Resources Information Network (GRIN) online database. Diakses tanggal 19 January 2018.
- ^ a b Hunt, P. and S. Wright. 'Caiggluk' Tilesius’ Wormwood (Stinkweed): Artemisia tilesii. Alaska Department of Natural Resources. July 17, 2007.
- ^ Artemisia tilesii. Flora of North America.
- ^ Adams, C. M. and T. C. Hutchinson. (1984). A comparison of the ability of leaf surfaces of three species to neutralize acidic rain drops. New Phytologist 97(3), 463-78.
- ^ "Herb, Artemisia tilesii". Diakses tanggal 14 April 2015.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


