Anomali neutrino lebih cepat dari cahaya OPERA 2011


Gbr. 1 Neutrino lebih cepat dari cahaya. Apa yang diamati oleh OPERA. Paling kiri tampak berkas proton dari CERN Sinkrotron Proton Super, sebuah akselerator partikel. Berkas ini melewati transformator arus berkas (BCT), menghantam target, menghasilkan terlebih dahulu pion, lalu, di suatu titik dalam terowongan peluruhan, terbentuklah neutrino. Garis-garis merah menunjukkan lintasan berkas Neutrino CERN ke Gran Sasso (CNGS) menuju laboratorium LNGS, tempat detektor OPERA berada. Waktu keberangkatan berkas proton diukur pada BCT. Gelombang di sebelah kiri menunjukkan distribusi proton yang diukur, sedangkan gelombang di sebelah kanan menunjukkan distribusi neutrino yang terdeteksi oleh OPERA. Pergeseran antara keduanya merepresentasikan waktu tempuh neutrino. Jarak yang ditempuh kira-kira 731 km. Di bagian atas tampak satelit-satelit GPS yang menyediakan jam acuan bersama bagi kedua lokasi, memungkinkan perbandingan waktu dilakukan. Hanya penerima GPS PolaRx yang berada di atas permukaan tanah, sementara kabel serat optik menyalurkan sinyal waktu ke bawah tanah.
Gbr. 1 Apa yang diamati oleh OPERA. Paling kiri tampak berkas proton dari CERN Sinkrotron Proton Super, sebuah akselerator partikel. Berkas ini melewati transformator arus berkas (BCT), menghantam target, menghasilkan terlebih dahulu pion, lalu, di suatu titik dalam terowongan peluruhan, terbentuklah neutrino. Garis-garis merah menunjukkan lintasan berkas Neutrino CERN ke Gran Sasso (CNGS) menuju laboratorium LNGS, tempat detektor OPERA berada. Waktu keberangkatan berkas proton diukur pada BCT. Gelombang di sebelah kiri menunjukkan distribusi proton yang diukur, sedangkan gelombang di sebelah kanan menunjukkan distribusi neutrino yang terdeteksi oleh OPERA. Pergeseran antara keduanya merepresentasikan waktu tempuh neutrino. Jarak yang ditempuh kira-kira 731 km. Di bagian atas tampak satelit-satelit GPS yang menyediakan jam acuan bersama bagi kedua lokasi, memungkinkan perbandingan waktu dilakukan. Hanya penerima GPS PolaRx yang berada di atas permukaan tanah, sementara kabel serat optik menyalurkan sinyal waktu ke bawah tanah.

Pada tahun 2011, eksperimen Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) secara keliru melaporkan hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa neutrino tampak bergerak lebih cepat daripada cahaya. Bahkan sebelum sumber kesalahan tersebut ditemukan, hasil ini sudah dianggap sebagai suatu anomali, sebab kecepatan yang melampaui cahaya dalam ruang hampa secara umum diyakini melanggar teori relativitas khusus, sebuah landasan utama dalam pemahaman fisika modern selama lebih dari satu abad.[1][2]

Pada 8 Juni 2012, setelah dilakukan penelitian dan analisis lanjutan, direktur penelitian CERN, Sergio Bertolucci, menyatakan bahwa kecepatan neutrino ternyata sepadan dengan kecepatan cahaya. Siaran pers yang diumumkan pada Konferensi Internasional Fisika dan Astrofisika Neutrino ke-25 di Kyoto menegaskan bahwa hasil awal OPERA adalah keliru, disebabkan oleh kegagalan peralatan.[3]

Kemudian, pada 12 Juli 2012, tim OPERA memperbarui makalah mereka dengan memasukkan sumber-sumber kesalahan baru dalam perhitungan. Hasil yang diperoleh menunjukkan kesesuaian antara kecepatan neutrino dan kecepatan cahaya.[4]

Referensi

  1. ^ Reich (2011b).
  2. ^ Banyak sumber menyatakan bahwa gerak lebih cepat dari cahaya (FTL) melanggar relativitas khusus (SR): ((Reich 2011c); (Cho 2011a); (Choi 2011)). Namun, beberapa sumber tepercaya berpendapat sebaliknya; untuk pembahasan bahwa FTL tidak selalu melanggar SR, lihat ("Tachyon" 2011).
  3. ^ ("OPERA experiment reports anomaly in flight time of neutrinos from CERN to Gran Sasso" 2011)
  4. ^ OPERA (2012).

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement