Anggau siboik-boik
| Anggau siboik-boik | |
|---|---|
Anggau siboik-boik dengan hiasan seledri | |
| Sajian | hidangan utama |
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Kepulauan Mentawai,Sumatra Barat |
| Suhu penyajian | panas dan suhu ruang |
| Bahan utama | kepiting, jahe, daun kunyit, bawang merah, bawang putih |
Anggau siboik-boik adalah makanan khas Kepulauan Mentawai Sumatra Barat berupa kepiting merah yang direbus dalam kuah berempah yang terdiri dari bawang, jahe, dan daun kunyit.[1]
Keterangan
Secara tradisional, anggau merujuk pada sejenis kepiting berukuran besar semi-terestial bercapit jingga dengan nama ilmiah Tuerkayana magnum. Anggau adalah kepiting musiman yang hanya muncul secara massal pada Juli hingga September, terutama pada malam hari. Bahkan saat puncak musim anggau terdapat festival muanggau ketika semua orang beramai-ramai berburu anggau. Dalam penghobi vivarium, kepiting ini adalah kepiting hias yang lebih sering dipelihara daripada dikonsumsi.[2]
Anggau siboik-boik dibuat dengan cara menumis bumbu iris seperti bawang putih, bawang merah, jahe, daun kunyit, serai, garam, dan lada yang kemudian ditambahkan sedikit air serta potongan daun bawang. Setelah dirasa harum, kepiting anggau direbus hingga bumbu meresap. Beberapa variasi anggau siboik-boik juga menambahkan sayuran seperti kembang kol dan jagung.[3]
Rujukan
- ^ "Anggau Siboik-boik Olahan Kepiting Khas Mentawai". Perpustakaan Digital Budaya Indonesia.
- ^ "Anggau Siboik-boik Hidangan Khas Mentawai dengan Kepiting Endemik". RRI.
- ^ "Mencicipi Lezatnya Anggau Siboik-Boik, Olahan Kepiting Endemik Khas Mentawai yang Menggugah Selera". Merdeka com.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




