Andhika Chrisnayudhanto
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2025) |
Andhika Chrisnayudhanto | |
|---|---|
![]() | |
| Mulai menjabat 25 Agustus 2025 | |
| Deputi Kerjasama Internasional dalam Badan Nasional Penanggulangan Terorisme | |
| Mulai menjabat 19 Juli 2019 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 26 Mei 1972 |
| Suami/istri | Shafiah F. Muhibat |
| Pendidikan | Universitas Nasional Universitas Monash |
Andhika Chrisnayudhanto (lahir 26 Mei 1972) adalah seorang diplomat Indonesia yang menjadi duta besar untuk Brasil sejak 2025. ia sebelumnya bekerja dalam Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sebagai direktur kerjasama regional dan multilateral dan wakil kerjasaman internasional.
Sebelum bergabung dengan BNPT, Andhika telah menduduki berbagai posisi penting di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Fokus utamanya berkisar pada isu-isu multilateral seperti kejahatan terorganisir lintas negara, narkotika, perjanjian politik dan keamanan, serta kerja sama regional. Ia juga pernah bertugas di Perutusan Tetap RI untuk PBB di Wina, Austria, yang mempertemukannya langsung dengan berbagai organisasi internasional di bidang keadilan dan keamanan.[1]
Pendidikan
Andhika lahir pada 26 Mei 1972. Ia menerima gelar sarjana dari Universitas Nasional dalam ilmu politik pada 1996 dan Ilmu Hukum Perdata pada 1999. Ia kemudian meneruskan pendidikan ke Australia, dan menerima gelar magister dalam urusan luar negeri dan perdagangan dari Universitas Monash pada 2000.[2]
Karier Diplomatik dan Pemerintahan
1996
Andhika Chrisnayudhanto memulai kariernya di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI). Penempatan awal ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat landasan diplomatik dan pemahaman terhadap mekanisme kerja sama internasional Indonesia.
2000 – 2002
Ia menjabat sebagai Kepala Seksi Urusan Ketenagakerjaan, Direktorat Kerja Sama Fungsional ASEAN, Kemlu RI. Dalam posisi ini, Andhika menangani berbagai isu terkait perlindungan dan mobilitas tenaga kerja antarnegara anggota ASEAN, serta penguatan kerangka kerja sama regional di bidang ketenagakerjaan.
2002 – 2006
Andhika dipercaya menjadi Third Secretary lalu Second Secretary di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina, Austria, merangkap sebagai staf di Perutusan Tetap RI untuk PBB di Wina. Selama masa tugas ini, ia menangani isu-isu strategis yang berkaitan dengan:
- Pencegahan kejahatan dan sistem peradilan pidana internasional
- Narkotika dan obat-obatan terlarang
- Korupsi dan kejahatan terorganisir lintas negara Penugasan ini memperkuat kompetensinya dalam forum-forum multilateral dan kerja sama dengan organisasi internasional seperti UNODC dan UNTOC.
2006 – 2009
Kembali ke Jakarta, Andhika menjabat sebagai Kepala Seksi Pengendalian Narkotika di Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Direktorat Jenderal Multilateral, Kemlu RI. Ia terlibat aktif dalam penyusunan kebijakan nasional dan posisi Indonesia dalam forum internasional terkait pengendalian narkotika.
2009 – 2010
Dipromosikan sebagai Wakil Direktur Kejahatan Terorganisir Transnasional, masih di Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, ia memperluas cakupan isu yang ditangani mencakup perdagangan manusia, penyelundupan senjata, dan pendanaan kejahatan lintas negara.
2013 – 2017
Andhika menjabat sebagai Wakil Direktur Perjanjian Politik dan Keamanan Internasional, Direktorat Perjanjian Politik, Keamanan, dan Teritorial, Direktorat Jenderal Perjanjian Internasional, Kemlu RI. Di posisi ini, ia berperan dalam negosiasi dan ratifikasi berbagai perjanjian internasional di bidang pertahanan, keamanan, dan politik luar negeri.
2017 – 2019
Memasuki babak baru kariernya, Andhika bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral. Ia memimpin penguatan jejaring kerja sama BNPT dengan negara-negara tetangga, kawasan Asia Tenggara, dan lembaga multilateral dalam upaya kolektif penanggulangan ekstremisme dan radikalisme.
2019 – 2025
Andhika menjabat sebagai Deputi Kerja Sama Internasional BNPT RI, posisi tinggi di lembaga ini yang memberinya tanggung jawab dalam merancang strategi global BNPT. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia aktif memperkuat kerja sama kontra-terorisme dengan PBB, GCTF, ASEAN, Uni Eropa, dan negara-negara mitra.[3]
Referensi
- ^ "Profil Andhika Chrisnayudhanto: Misi Diplomasi dan Keamanan Baru di Brasil". 2025-07-10. Diakses tanggal 2025-09-20.
- ^ Wijaya, Pandasurya; Setio Berty, Teddy Tri (25 August 2025). "Profil Delapan Duta Besar RI yang Baru Dilantik Prabowo di Istana Negara" [Profile of Eight Indonesian Ambassadors Newly Inaugurated by Prabowo at the State Palace]. Merdeka.com. Diakses tanggal 25 August 2025.
- ^ "Profil Andhika Chrisnayudhanto: Misi Diplomasi dan Keamanan Baru di Brasil". 2025-07-10. Diakses tanggal 2025-09-20.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.





