Al forno

Pasta Al forno, Pasta panggang oven khas Italia Selatan (Catanzaro Lido, Calabria)

Al forno (berarti “dimasak di dalam oven” dalam bahasa Italia) adalah cara memasak khas Italia yang melibatkan pemanggangan bahan makanan di dalam oven hingga permukaannya berwarna keemasan dan bagian dalamnya matang merata. Teknik ini biasa dipakai untuk hidangan pasta, daging, ikan, atau sayuran yang dilapisi saus dan keju, lalu dipanggang hingga meleleh dan mengeluarkan aroma khas. Al forno bukanlah resep tetap, ia lebih merupakan pendekatan memasak yang mengutamakan bahan sederhana dan panas oven yang stabil, sehingga sering muncul dalam berbagai bentuk di meja makan keluarga Italia.[1]

Deskripsi

Cara ini sudah dikenal sejak zaman oven kayu menjadi pusat dapur pedesaan di Italia tengah dan utara. Di Toskana, misalnya, sisa roti kering, saus tomat, dan keju sering disusun berlapis lalu dipanggang untuk sarapan atau makan malam hari berikutnya. Pada abad ke-20, restoran Al Forno di Providence, Rhode Island yang didirikan Johanne Killeen dan George Germon, membawa nama ini ke Amerika dengan piza tipis yang dipanggang cepat di oven sangat panas, menciptakan tekstur renyah yang kini banyak ditiru.[1][2]

Prosesnya cukup sederhana: bahan utama (biasanya pasta setengah matang, irisan daging, atau sayuran) ditata dalam loyang tahan panas, dituangi saus tomat atau béchamel, ditaburi keju parmigiano atau mozzarella, lalu dipanggang pada suhu 180–220 °C selama 25–45 menit. Yang penting adalah membiarkan hidangan “beristirahat” beberapa menit setelah keluar dari oven agar saus menyerap sempurna. Hasilnya: lapisan luar sedikit garing, bagian dalam tetap lembab dan beraroma.[3]

Di Italia, hampir setiap daerah punya versi sendiri. Di Emilia-Romagna ada lasagna atau cannelloni al forno dengan ragù kental, di Sicilia ada anelletti al forno dengan tumis daging dan kacang polong, sementara di Campania populer timballo di maccheroni yang dibungkus adonan tipis sebelum dipanggang. Bahkan sayuran seperti terung parmigiana atau kentang dengan rosemary sering “al forno” agar lebih gurih.

Teknik ini mencerminkan cara memasak Italia yang hemat dan praktis: memanfaatkan panas sisa oven roti untuk menghidangkan makanan hangat bagi seluruh keluarga. Di luar Italia, al forno kini sering diasosiasikan dengan baked ziti atau macaroni and cheese versi restoran, meski prinsip dasarnya tetap sama, panas oven yang perlahan mengubah bahan biasa menjadi hidangan yang terasa istimewa.[2][3]

Referensi

  1. ^ a b "Al Forno: The Art of Italian Oven Cooking". Salon.com. 2 Desember 1996. Diakses tanggal 17 November 2025.
  2. ^ a b "What is al forno?". Pasta Evangelists. Diakses tanggal 17 November 2025.
  3. ^ a b "All About Al Forno". The Wall Street Journal. 2019. Diakses tanggal 17 November 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement