Acacia paradoxa
| Acacia paradoxa | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Subfamili: | Caesalpinioideae |
| Klad: | Mimosoideae |
| Genus: | Acacia |
| Spesies: | A. paradoxa
|
| Nama binomial | |
| Acacia paradoxa | |
| Data persebaran dari AVH | |
| Sinonim[1] | |
| |
Acacia paradoxa merupakan anggota famili Fabaceae. Spesies ini dikenal dengan berbagai nama umum, termasuk akasia kanguru. Tumbuhan ini berasal dari Australia.[2]
Banyak sinonim yang dikenal untuk tanaman ini termasuk Acacia ornithophora, Acacia undulata, Mimosa paradoxa, Racosperma paradoxum, Acacia armata dan Acacia hybrida.[3]
Deskripsi
Tanaman ini tumbuh sebagai semak atau pohon kecil dengan tinggi antara 2 hingga 4 meter (7–13 kaki) dan lebar yang umumnya sebanding. Cabangnya berusuk dan sering melengkung ke bawah, membentuk struktur yang rapat dengan dedaunan yang lebat. Daunnya sebenarnya merupakan filode, yaitu tangkai daun yang membesar; permukaannya beralur, dan filode muda biasanya dilapisi rambut halus. Filode tersebut berdiri tegak, berbentuk lanset, asimetris, dengan ukuran sekitar 30 mm panjangnya dan 7 mm lebarnya. Semak ini juga dipenuhi duri-duri panjang. Periode berbunga berlangsung antara Agustus hingga November, menghasilkan rangkaian bunga ketiak berupa kepala bunga bulat kecil berwarna kuning cerah. Buahnya berupa polong berwarna coklat sepanjang 4–7 cm. Di dalamnya terdapat biji hitam yang keras, berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 6 mm dan lebar setengah dari panjangnya. Selain itu, duri pada daun penumpu yang tumbuh di pangkal filode berfungsi sebagai perlindungan alami karena membuat ternak enggan mendekat atau memakan tanaman ini.[4][5]
Persebaran
Pohon ini memiliki persebaran luas di Australia dan mampu tumbuh kembali dari biji setelah terjadi gangguan lingkungan, seperti kebakaran hutan. Banyak burung kecil, termasuk cikrak, memanfaatkan tanaman ini sebagai tempat bersembunyi dan bersarang. Selain menjadi habitat, tanaman ini juga menyediakan sumber pakan bagi berbagai serangga seperti ngengat dan kupu-kupu, sementara burung-burung turut memakan bijinya.[3][5]
Spesies ini merupakan tanaman endemik di wilayah Australia bagian tenggara, terutama di Australia Selatan bagian tenggara, sebagian besar Victoria, daerah timur New South Wales, serta wilayah tenggara Queensland. Tanaman ini juga telah menjadi spesies naturalisasi di beberapa area Australia Barat dan Tasmania. Di luar benua Australia, tanaman ini turut diperkenalkan ke berbagai negara lain. Di Amerika Serikat, khususnya di California, akasia kanguru dikenal sebagai gulma bermasalah karena sifatnya yang invasif.[6]
Referensi
- ^ "Acacia paradoxa". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ^ "Acacia paradoxa". Australian Plant Name Index (APNI), IBIS database. Centre for Plant Biodiversity Research, Australian Government, Canberra. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-28. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ^ a b "Acacia paradoxa DC. Kangaroo Acacia". Atals of Living Australia. Global Biodiversity Information Facility. Diarsipkan dari asli tanggal 26 November 2018. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ^ "Acacia paradoxa". Yarra Ranges. Diarsipkan dari asli tanggal 1 March 2020. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ^ a b "Acacia paradoxa (Leguminosae) Kangaroo Thorn". Seeds of South Australia. Government of South Australia. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ^ "Acacia paradoxa". Plants Profile. United States Department of Agriculture. Diakses tanggal 25 November 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


