Acacia mearnsii
| Acacia mearnsii | |
|---|---|
| Di Maui | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Subfamili: | Caesalpinioideae |
| Klad: | Mimosoideae |
| Genus: | Acacia |
| Spesies: | A. mearnsii
|
| Nama binomial | |
| Acacia mearnsii | |
| Data persebaran dari AVH | |
| Sinonim[1] | |
| |
Acacia mearnsii merupakan spesies tumbuhan berbunga dari famili Fabaceae yang berasal dan terbatas pada wilayah tenggara Australia. Tumbuhan ini umumnya tumbuh sebagai pohon tegak dengan kulit batang yang halus, memiliki daun majemuk menyirip ganda, serta memproduksi kepala bunga berbentuk bulat berwarna kuning pucat atau krem yang mengeluarkan aroma harum. Setelah masa berbunga, pohon ini menghasilkan polong berwarna hitam hingga coklat kemerahan. Di berbagai wilayah di luar sebaran alaminya, spesies ini dikenal sebagai tumbuhan invasif.[2]
Deskripsi
Acacis mearnsii tumbuh sebagai semak menyebar atau pohon tegak yang umumnya mencapai tinggi sekitar 10 meter. Kulit batangnya halus, meskipun pada individu yang lebih tua kadang tampak sedikit beralur atau bergelombang di bagian pangkal. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip ganda, terdiri atas 7 hingga 31 pasang pina, dan setiap pina memiliki 25 hingga 78 pasang anak daun. Tepat di bawah pasangan pina terbawah terdapat kelenjar berbentuk bulat dengan diameter hingga sekitar 8 mm. Bunga-bunganya yang harum tersusun dalam kepala bulat berisi 20 hingga 40 bunga, berwarna kuning pucat atau krem. Kepala bunga ini ditopang oleh tangkai halus sepanjang 2 hingga 8 mm. Masa berbunga terutama berlangsung dari Oktober hingga Desember. Setelah itu, muncul polong berwarna hitam hingga coklat kemerahan, berukuran 30 hingga 150 mm panjangnya dan 4,5 hingga 8 mm lebarnya, yang berkembang dari Oktober sampai Februari.[2][3][4]
Persebaran
A. mearnsii berasal dari kawasan Australia bagian tenggara dan Tasmania, tetapi kemudian diperkenalkan ke berbagai wilayah lain di dunia, termasuk Amerika Utara dan Selatan, Asia, Eropa, kawasan Pasifik serta Kepulauan Samudra Hindia, Afrika, dan Selandia Baru. Di tempat-tempat tersebut, spesies ini kerap dimanfaatkan sebagai sumber tanin komersial maupun sebagai kayu bakar bagi masyarakat setempat.[5][6][7][8]
Di sejumlah daerah, populasi introduksi A. mearnsii dianggap sebagai gulma karena kemampuannya mengganggu ekosistem asli. Tumbuhan ini dapat menekan vegetasi lokal, menggantikan hamparan rumput alami, menurunkan keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kehilangan air di zona riparian. Di Afrika, spesies ini bersaing ketat dengan tumbuhan asli dalam memperebutkan nitrogen dan air yang merupakan sumber daya yang sangat terbatas di beberapa wilayah sehingga berdampak pada keberlangsungan hidup jutaan orang.[9]
Dalam habitat asalnya, A. mearnsii tumbuh sebagai pohon di hutan dan hutan tinggi pada daerah subtropis hingga beriklim hangat. Di Afrika, tanaman ini muncul di berbagai lingkungan yang terganggu, seperti padang rumput, jalur riparian, kawasan perkotaan, aliran air, hingga habitat mesik, pada ketinggian antara 600 hingga 1.700 meter. Spesies ini mampu beradaptasi dengan beragam iklim, mulai dari iklim kering beriklim hangat, iklim sedang, hingga iklim tropis lembap. A. mearnsii diketahui toleran terhadap curah hujan tahunan 66–228 cm, suhu rata-rata tahunan 14,7–27,8 °C, dan pH tanah antara 5,0 hingga 7,2. Namun, pertumbuhannya menjadi buruk pada tanah yang sangat kering atau miskin hara.[10][11]
Referensi
- ^ a b "Acacia mearnsii". Australian Plant Census. Diakses tanggal 2025-11-29.
- ^ a b Kodela, Phillip G. "Acacia mearnsii". Australian Biological Resources Study, Department of Agriculture, Water and the Environment: Canberra. Diakses tanggal 2025-11-29.
- ^ Kodela, Phillip G. "Acacia mearnsii De Wild". Royal Botanic Garden Sydney. Diakses tanggal 2025-11-29.
- ^ "Acacia mearnsii". Royal Botanic Gardens Victoria. Diakses tanggal 2025-11-29.
- ^ Adair, R. (2002). Black Wattle: South Africa Manages Conflict of Interest. CABI Biocontrol News March 2002, Volume 23 No. 1. web Diarsipkan 4 April 2005 di Wayback Machine.
- ^ Paiva, J. 1999. Acacia. In Talavera, S. Aedo, C, Castroviejo, S, Romero Zarco, C, Sáez, L, Salgueiro, F.J & Velayos, (ed). Flora Iberica – Plantas Vasculares de la Península Ibérica e Islas Baleares. Vol.VII(I). Leguminosae. Real Jardín Botánico, CSIS. Madrid. ISBN 84-00-06221-3. pp. 11- 25.
- ^ Franco, J.A. 1971. Nova Flora de Portugal (Continente e Açores). Vol. 1. Franco, J.A. (Ed.). Lisboa.
- ^ Tutin, T. G., Heywood, V.H., Burges, N.A., Moore, D.M., Valentine, D.H., Walters, S.M. & Webb, D.A. 1992. Flora Europaea. Vol.2 Rosaceae to Umbelliferae. (reprint). Cambridge University Press. Cambridge. ISBN 0-521-06662-X, pp. 84–85
- ^ Jose, Shibu; Singh, Harminder Pal; Batish, Daizy Rani; Kohli, Ravinder Kumar (2013). Invasive Plant Ecology (dalam bahasa Inggris). CRC Press. hlm. 2. ISBN 978-1-4398-8126-2.
- ^ "Acacia mearnsii". hort.purdue.edu. Diakses tanggal 2025-11-29.
- ^ Franco, J.A. 1943. Dendrologia Florestal. Lisboa.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


