Acacia amanda
| Acacia amanda | |
|---|---|
| Spesimen herbarium yang dikumpulkan di Taman Nasional Kakadu | |
NT (TPWCA)[1]
| |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Subfamili: | Caesalpinioideae |
| Klad: | Mimosoideae |
| Genus: | Acacia |
| Spesies: | A. amanda
|
| Nama binomial | |
| Acacia amanda | |
| Data persebaran dari AVH | |
| Sinonim[2] | |
| |
Acacia amanda adalah tanaman berbunga dari famili Fabaceae yang hanya ditemukan di wilayah yang sangat terbatas di Teritori Utara. Tanaman ini berupa semak tegak dengan filoda berbentuk elips atau elips sempit dan permukaan kasar. Bunganya berwarna kuning keemasan, tersusun dalam kepala bulat yang biasanya membentuk bunga tandan, sedangkan buahnya berupa polong lonjong sempit dengan panjang 42–110 mm. Tanaman ini pertama kali ditemukan pada tahun 2001 dan nama dari tanaman ini diberikan berdasarkan istri penemunya yang bernama Amanda.
Deskripsi
Acacia amanda adalah semak tegak yang sering memiliki banyak batang, tumbuh hingga tinggi 0,4–2 meter. Cabangnya halus dan bunganya tampak seperti lilin saat mekar, menambah keindahan semak ini. Filodanya tipis dengan permukaan kasar, berbentuk elips sempit hingga elips, bisa lurus atau melengkung kuat, panjang 38–124 mm dan lebar 8–36 mm, dengan tiga urat utama yang jelas terlihat. Bunganya berwarna kuning keemasan dan tersusun dalam kepala bulat sebanyak 35 hingga 53 kepala pada setiap tandan bunga, dengan panjang tandan 75–180 mm. Setiap ketiak filoda dapat menampung hingga tiga kepala bunga, masing-masing bertangkai 15–35 mm. Masa berbunga berlangsung dari Mei hingga November, memberikan tampilan semak yang menarik selama sebagian besar tahun. Buahnya berupa polong tipis menyerupai kertas, tidak berbulu, lonjong dan sempit, dengan panjang 42–110 mm dan lebar 7–13 mm, menonjol di atas biji. Biji-bijinya berukuran 6–7,5 mm panjangnya.[3][4]
Taksonomi
Acacia amanda pertama kali dideskripsikan secara resmi pada tahun 2001 oleh Gregory John Leach dalam Flora of Australia, berdasarkan spesimen yang ia kumpulkan di dekat jalur menuju Jarrangbarnmi yang beraeda di sekitar Ngarai Koolpin. Area tersebut sendiri menjadi bagian dari Taman Nasional Kakadu. Nama spesifik amanda diberikan untuk menghormati istri Leach.[4][5]
Persebaran dan status konservasi
Spesies ini hanya ditemukan di wilayah terbatas di Dataran Tinggi Arnhem, dalam kawasan Taman Nasional Kakadu sehingga menjadikan tanaman ini endemik dengan persebaran yang sangat terbatas. Acacia amanda diklasifikasikan sebagai “hampir terancam” berdasarkan Undang-Undang Konservasi Margasatwa Teritori Utara.[1][3][4]
Referensi
- ^ a b "Acacia amanda". Northern Territory Government. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ^ a b "Acacia amanda". Australian Plant Census. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ^ a b "Acacia amanda". World Wide Wattle. Western Australian Herbarium. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ^ a b c Maslin, Bruce R. Kodela, Phillip G. (ed.). "Acacia amanda". Flora of Australia. Australian Biological Resources Study, Department of Climate Change, Energy, the Environment and Water: Canberra. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ^ "Acacia amanda". Australian Plant Name Index. Diakses tanggal 2025-11-30.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


